Wednesday , 24 July 2024
Home / CSR / Komitmen Pengurangan Emisi, PLN IP Bangun Ekowisata Mangrove Batu Lumbang Berbasis Digital Pertama di Kota Denpasar
Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang yang berada di Desa Adat Pemogan, pesisir selatan Kota Denpasar, Bali.

Komitmen Pengurangan Emisi, PLN IP Bangun Ekowisata Mangrove Batu Lumbang Berbasis Digital Pertama di Kota Denpasar

RESOURCESASIA.ID, DENPASAR – Terik Matahari siang itu, tim media nasional tiba dilokasi kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang masih tampak sepi. Sejumlah kano, perahu boat maupun perahu nelayan berjejer rapi di sekitar dermaga yang berada di Desa Adat Pemogan, pesisir selatan Kota Denpasar, Bali.

Ekowisata Mangrove Batu Lumbang menjadi pilihan destinasi wisata alam yang dapat dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun mancanegara saat berkunjung ke Pulau Dewata Bali. Menggunakan perahu maupun kano, pengunjung bisa menyusuri kawasan hutan Mangrove yang lebat dengan sejumlah habitat burung.

Menariknya, ekowisata yang merupakan binaan dari PT PLN Indonesia Power (PLN IP) ini merupakan destinasi wisata susur mangrove berbasis digital pertama yang ada di Kota Denpasar. 

BACA JUGA : PLN IP Konsisten Jaga Operasional Pembangkit Ramah Lingkungan

Pengelola Ekowisata Mangrove Batu Lumbang mulai memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan ekowisata. Pemanfaatan digital diterapkan mulai dari penggunaan QR Code untuk mendata jumlah wisatawan yang datang serta memperluas pemasaran ekowisata dan produk pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa stik mangrove, sirup dan kopi mangrove serta kain ecoprint melalui platform digital @ekowisatamangrove.batulumbang. 

Kawasan ekowisata hutan mangrove yang terdapat banyak flora dan fauna yang perlu dilestarikan dan dijaga.

Berbeda dari ekowisata mangrove dilokasi lain, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang tidak hanya menawarkan wisata susur mangrove, namun juga memberikan edukasi terkait konservasi mangrove serta mengajak wisatawan untuk melakukan pemungutan sampah yang ada dikawasan hutan mangrove. Pengelola ekowisata ingin memberikan pengalaman yang berbeda dari wisata susur mangrove lainnya, wisatawan tidak hanya dapat menikmati indahnya kawasan hutan mangrove namun juga turut menjaga kelestarian mangrove. 

Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan program Community Development PLN Indonesia Power untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) salah satunya adalah SDG’s nomor 14 yakni menjaga ekosistem laut. Bersama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang yang merupakan kelompok nelayan di kawasan hutan mangrove, PLN Indonesia Power terus melakukan pengembangan program mulai dari konservasi hutan mangrove hingga pendampingan pengembangan destinasi wisata. 

Sekretaris Perusahaan PLN IP Agung Siswanto, mengatakan PLN IP merupakan perusahaan yang berkomitmen pada pengurangan emisi melalui berbagai program. Salah satu program di antaranya adalah Ecowisata Mangrove dan ini merupakan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

BACA JUGA : Keren, PLN Indonesia Power Sabet 4 Penghargaan Subroto EBTKE, Bukti Andal Kelola Green Energy

“Hutan mangrove ini kemampuan menangkap emisinya lima kali lipat dibanding hutan biasa. Bahkan ada satu jenis mangrove yang kemampuannya 10 kali lipat,” kata Agung Jumat, 24 November 2023.

Senior Manager Bali PGU I Made Harta Yasa menyampaikan bahwa program pengembangan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang adalah komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi pada kelestarian ekosistem hutan mangrove untuk mendukung penanganan perubahan iklim yang saat ini terjadi. 

“Pengembangan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang tentunya juga tidak lepas dari kemitraan yang dijalin oleh perusahaan dengan para stakeholder diantaranya adalah dari masyarakat sekitar, perusahaan swasta lain, akademisi, media dan pemerintah”. tambah Made 

Kedepannya Ekowisata Mangrove Batu Lumbang akan terus melakukan pengembangan, sehingga dapat menjadi destinasi wisata mandiri di Kota Denpasar. Hadirnya ekowisata dapat menjadi diversifikasi usaha bagi para nelayan, selain itu juga menjadi tempat konservasi dan edukasi kelestarian ekosistem hutan mangrove yang tidak hanya menjawab permasalahan lingkungan, namun juga berdampak pada peningkatanan perekonomian masyarakat pesisir. 

Sekretaris Perusahaan PLN IP Agung Siswanto (kanan), Senior Manager Bali PGU I Made Harta Yasa (kiri)

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Segara Guna Batu Lumbang, I Wayan Kona Antara, mengungkapkan anggota kelompok secara rutin mengumpulkan sampah yang ada di kawasan Hutan Mangrove, Tahura Ngurah Rai dengan menggunakan kano.

BACA JUGA : Jaga Ekosistem Satwa Langka, PLN Indonesia Power Bersama KLHK Lepas Liarkan Elang Jawa

“Setiap anggota kami ditargetkan bisa mengumpulkan 660 kilogram sampah setiap bulan,” kata Wayan.

Ketua Kelompok Usaha Bersama Nelayan Segara Guna Batu Lumbang, I Wayan Kona Antara

Kedepannya Ekowisata Mangrove Batu Lumbang akan terus melakukan pengembangan, sehingga dapat menjadi destinasi wisata mandiri di Kota Denpasar. Hadirnya ekowisata dapat menjadi diversifikasi usaha bagi para nelayan, selain itu juga menjadi tempat konservasi dan edukasi kelestarian ekosistem hutan mangrove yang tidak hanya menjawab permasalahan lingkungan, namun juga berdampak pada peningkatanan perekonomian masyarakat pesisir. “Jika sebelumnya nelayan hanya bisa menghasilkan Rp75 ribu, sekarang bisa mencapai Rp300 ribu,” kata Wayan.

Pengembangan ekowisata mangrove ini dimulai sejak 2005. Kerjasama KUB Segara Guna Batu Lumbang dengan PT Indonesia Power telah berjalan baik, hingga tercipta pengembangan ekowisata baru yang dapat menjadi pilihan tempat wisata edukasi bagi masyarakat. 

Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dari mangrove menjadi produk olahan makanan, minuman hingga fashion dan edukasi untuk menjaga ekosistem mangrove.

Disebutkan, KUB Segara Guna Batu Lumbang bisa dikatakan Pionir dalam mempertahankan hutan bakau atau mangrove melalui terobosan inovatif. (Rama)

Foto : Dok Resourcesasia.id

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), kelistrikan, energi terbarukan (ebt), industri penunjang, lingkungan, CSR, perdagangan dan lainnya.

Check Also

PLN Icon Plus Kesiapan Internet di IKN Capai 90 Persen Jelang HUT RI Ke 79

RESOURCESASIA.ID, BELITUNG – Dalam mewujudkan Sistem ketenagalistrikan yg smart dan futuristik, PLN Icon Plus membangun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *