Friday , 14 June 2024
Home / TAMBANG MINERAL & BATUBARA / Tangguh Meskipun Diterpa Cuaca Buruk dan Pembatasan Ekspor, Amman Mineral Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

Tangguh Meskipun Diterpa Cuaca Buruk dan Pembatasan Ekspor, Amman Mineral Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN), produsen tembaga dan emas yang terintegrasi penuh dan signiCikan di dunia, hari ini mengumumkan hasil keuangan dan operasional enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2023.

AMMN, produsen emas dan tembaga milik konglomerat keluarga Panigoro berhasil membukukan laba bersih US Dollar 118,8 juta atau sekitar Rp 1,83 triliun. Amman Mineral berhasil mengatasi tantangan, seperti cuaca buruk dan pembatasan ekspor mineral.

Direktur Utama AMMAN, Alexander Ramlie mengatakan bahwa berbagai tantangan eksternal telah berhasil diatasi sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan mesin.

“Kami berhasil mengatasi berbagai tantangan eksternal dan tetap dapat mengoptimalisasi penggunaan mesin dan peralatan kami. Lokasi tambang kami mengalami curah hujan yang tinggi, hampir dua kali lipat rata-rata tahunan historis, selama hampir tujuh bulan dari Oktober 2022 hingga April 2023. Selama kami tidak dapat mengakses bijih segar dari Fase 7, kami fokus pada proses pengupasan batuan penutup Fase 8 untuk mengoptimalkan operasi kami. Saat mulai beralih ke musim kemarau, kami meningkatkan pemompaan air pit sehingga dapat mengakses bijih segar dengan kadar tinggi sekitar 1,5 bulan lebih cepat dari jadwal. Dengan demikian, kami akan dapat melampaui target produksi yang kami tetapkan sebelum IPO untuk FY2023,” kata Ramlie.

Ramlie menjelaskan, peningkatan operasional akan terus difokuskan dan tetap berkomitmen terhadap praktik berkelanjutan dalam aktivitas pertambangan, pemrosesan, dan pemurnian.

Baca Juga :

Amman Mineral Internasional Resmi Melantai Di Bursa, IPO Terbesar di Indonesia Tahun 2023

“Kami akan terus fokus pada peningkatan operasional dan tetap berkomitmen terhadap praktik berkelanjutan dalam aktivitas pertambangan, pemrosesan, dan pemurnian. AMMAN memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan peningkatan permintaan tembaga di dunia, yang sangat penting bagi transisi ke energi bersih dan berkelanjutan. Kami bertekad untuk terus mendukung pengembangan hilirisasi sebagai agenda strategis pemerintah, serta memberdayakan masyarakat sekitar.” jelas Ramlie.

Selain itu, Direktur Keuangan AMMAN, Arief Sidarto mengatakan bahwa pihaknya terus tetap menjaga ketahanan Cinansial dan posisi kas yang sehat meskipun belum bisa menjual konsentrat dikarenakan tertundanya pemberian izin ekspor mulai tanggal 1 April 2023.

“Walaupun kami tidak bisa menjual konsentrat karena tertundanya pemberian izin ekspor mulai tanggal 1 April hingga 24 Juli 2023, kami tetap menjaga ketahanan Cinansial dan posisi kas yang sehat selama semester pertama tahun 2023. Kami juga berhasil menjual persediaan konsentrat selama empat bulan dalam waktu enam minggu, segera setelah mendapat izin ekspor pada Juli 2023,” jelas Arief Sidarto, Direktur Keuangan AMMAN.

Arief menambahkan, target smelter akan diselesaikan lebih dari 70 persen pada bulan Desember 2023, dengan terget penyelesaian mekanis pada bulan Mei 2024.

“Hasil ini menunjukkan pengendalian biaya (cost discipline) dan manajemen keuangan yang bijaksana yang selalu kami terapkan. Kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai hasil semester kedua yang lebih kuat dan mencapai target satu tahun yang lebih baik. Kami menargetkan akan menyelesaikan lebih dari 70 persen proyek smelter kami pada bulan Desember 2023, dengan target penyelesaian mekanis pada bulan Mei 2024.” terang Arief.

Produksi
Pada H1/2023, operasi pertambangan AMMAN berjalan secara eCisien dan berada pada jalur yang tepat untuk menyamai angka total metrik ton yang ditambang pada tahun Ciskal 2022, meskipun terdapat beberapa tantangan eksternal. Dari Oktober 2022 hingga April 2023, tambang Batu Hijau mengalami curah hujan yang sangat tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga menyebabkan tertundanya penambangan bijih segar dari Fase 7.

Akibatnya, penambangan dialihkan sepenuhnya ke pengupasan batuan penutup Fase 8, sehingga akan dapat mempercepat akses menuju bijih segar Fase 8 dari jadwal awal. Setelah musim hujan berlalu dan musim kemarau dimulai, kami meningkatkan pemompaan air pit sehingga dapat mengakses bijih Fase 7 dengan kadar tinggi lebih cepat dari rencana awal di Juli 2023. Pemrosesan tembaga terus berlangsung dengan kapasitas penuh sepanjang H1/2023, meskipun terjadi penundaan dalam penambangan bijih Fase 7 dan pengapalan produk. Kami berhasil memproduksi 134 juta pon tembaga dan 172 kilo ons emas pada H1/2023, yang mencerminkan ketahanan operasional bisnis kami.

Baca Juga :

Kemendag Beri Izin Ekspor Konsetrat Tembaga Amman Mineral Hingga Mei 2024

Penjualan bersih
Pada H1/2023, penjualan tembaga AMMAN mencapai 76 juta pon dengan harga jual rata-rata US Dollar 4,48 per pon dan penjualan emas sebesar 119 kilo ons dengan harga jual rata-rata US Dollar 2,004 per ons. Terjadi penundaan penjualan tembaga dan emas selama empat bulan pada periode tersebut karena berakhirnya izin ekspor AMNT pada Maret 2023. Konsentrat tersebut disimpan di gudang penyimpanan hingga izin ekspor baru diberikan pada Juli 2023. Tak lama setelah kami menerima izin tersebut, kami berhasil menjual persediaan empat bulan dalam waktu enam minggu. Antara H1/2022 dan H1/2023, harga jual rata-rata tembaga meningkat dari US Dollar 4,23 per pon menjadi US Dollar 4,48 per pon (bersih), sedangkan untuk emas meningkat dari US Dollar 1,852 per ons menjadi US Dollar 2,004 per ons (bersih).

EBITDA
AMMAN melaporkan EBITDA sebesar US Dollar 336 juta pada H1/2023, turun 61 persen dari US Dollar 871 juta pada H1/2022, hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan karena tertundanya pemberian izin ekspor serta peningkatan biaya pemrosesan bijih stockpiles dengan kadar lebih rendah. Margin EBITDA turun menjadi 58 persen dari 63 persen pada periode yang sama tahun lalu. Hasil tersebut sesuai dengan perkiraan sebelumnya yang juga sudah dikomunikasikan pada waktu proses IPO.

Pendapatan bersih
Pendapatan bersih kami pada H1/2023 juga dipengaruhi oleh penundaan ekspor konsentrat, turun 78 persen menjadi US Dollar 122 juta dibandingkan US$565 juta pada H1/2022. Margin laba bersih adalah 21 persen, dibandingkan 41 #persen pada periode yang sama tahun lalu.

C1 cash cost dan adjusted C1 cost Kami mempertahankan posisi yang kuat di dunia dalam hal C1 cash cost. Pada H1/2023, C1 cash cost kami adalah sebesar negatif US Dollar 1,31 per pon, dibandingkan dengan negatif US Dollar 0,25 per pon pada H1/2022 karena kami menambang 37 persen lebih banyak batuan penutup Fase 8 pada H1/2023, dan biaya pengupasan batuan penutup yang ditangguhkan tersebut dikapitalisasi.

Kami juga menghitung adjusted C1 cost, yang kami yakini lebih akurat karena banyaknya jumlah stockpiles yang belum diperhitungkan dalam rumus C1 cash cost. Adjusted C1 cost disesuaikan dengan amortisasi biaya pengupasan batuan penutup yang ditangguhkan dan pergerakan stockpiles dan persediaan konsentrat. Pada H1/2023, adjusted C1 cost adalah sebesar negatif US Dollar 0,90 per pon, dibandingkan dengan negatif US Dollar 1,06 per pon pada H1/2022.

Belanja modal (Capex)
Total belanja modal AMMAN pada H1/2023 adalah sebesar US Dollar 436 juta, dengan rincian sebagai berikut: belanja modal terkait dengan kebutuhan pembelian alat pertambangan, pembangunan, dan peningkatan fasilitas pendukung untuk kegiatan penambangan bijih Fase 7 dan pengupasan batuan penutup Fase 8 (sustaining capex) sebesar US Dollar 132 juta; belanja modal smelter sebesar US Dollar 92 juta; perluasan pabrik pengolahan (processing plant) sebesar US Dollar 166 juta; dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (“PLTGU”) dan fasilitas LNG sebesar US Dollar 46 juta. AMMAN diperkirakan akan mengeluarkan belanja modal sebesar US Dollar 980 juta pada H2/2023.

Proyek pertambangan dan infrastruktur AMMAN terus berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini kami telah mengeluarkan dana sebesar US Dollar 339 juta untuk proyek smelter tembaga dan pemurnian logam mulia (“PMR”). Selebihnya, untuk proyek perluasan pabrik pengolahan (processing plant) kami telah mengeluarkan belanja modal sebesar US Dollar 358 juta hingga Juni 2023, sedangkan fasilitas PLTGU dan LNG mencatat belanja modal yang dikeluarkan hingga Juni 2023 sebesar US Dollar 157 juta.

Utang
Per akhir Juni 2023, AMMAN mencatat total utang sebesar US Dollar2.110 juta, dan utang bersih sebesar US Dollar 1.460 juta. Masa jatuh tempo utang tersebut telah disusun sedemikian rupa agar AMMAN dapat fokus pada program ekspansinya. (Rama)

Foto: Dok AMMAN dan Beritasatu

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak, oil dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), kelistrikan, energi terbarukan, industri penunjang, lingkungan, CSR, perdagangan dan lainnya.

Check Also

Dua Produsen Timah Terbesar di Dunia Bertemu, PT Timah dan Yunnan Tin Bahas Tiga Hal Sinergis

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Yunnan Tin dan PT Timah Tbk mulai menjajaki kerja sama sinergis, hal ini ditandai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *