Wednesday , 19 June 2024
Home / PASAR MODAL / Laba Amman Mineral Kuartal III Tahun Ini Merosot 91,57 Persen

Laba Amman Mineral Kuartal III Tahun Ini Merosot 91,57 Persen

RESOURCESASIA,ID, JAKARTA – PT Amman Mineral Internasional Tbk.(IDX: AMMN) (“AMMAN”, “Perusahaan”, atau “Kami”), perusahaan yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia, tambang Batu Hijau, hari ini mengumumkan hasil keuangan dan operasional kuartal ketiga tahun 2023.

Emiten tambang emas dan tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$62,67 juta (Rp 998,99 miliar) pada kuartal III-2023. Perolehan ini ambles 91,57% dari periode yang sama setahun sebelumnya sebesar US$744,09 juta (Rp11,86 triliun).

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan Amman Mineral merosot menjadi US$ 1,15 miliar atau setara dengan Rp 17,82 triliun. Capaian tersebut turun 41,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$1,97 miliar.  

Begitu pula pada penjualan emas menjadi US$453,68 juta dari yang sebelumnya sebesar US$893,72 juta. Maka demikian, penjualan bersih emiten tambang yang terafiliasi dengan Grup Salim ini menukik  turun 41,79% menjadi US$ 1,15 miliar.

Dalam keterangan resminya, AMMN menjelaskan penyebab penurunan penjualan bersih adalah tertundanya perpanjangan izin ekspor dari 1 April hingga 23 Juli 2023. Setelah mendapatkan izin ekspor pada 24 Juli 2023, perusahaan mempercepat pengiriman konsentrat pada kuartal III/2023 untuk mengejar kehilangan penjualan.

Adapun konsentrat yang terjual pada periode ini termasuk persediaan konsentrat dari produksi pada kuartal sebelumnya. Sepanjang kuartal III tahun lalu hingga tahun ini, rata-rata harga jual bersih tembaga dan emas masing-masing meningkat sebesar 46% dan 19%.

“Kami menanggung beban biaya yang lebih tinggi untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan pemerintah, antara lain akibat tertundanya penerbitan izin ekspor dan berbagai peraturan baru, seperti kenaikan bea keluar menjadi 10 persen, denda smelter, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak IUPK. Kami juga wajib menyisihkan 30 persen pendapatan ekspor setiap bulannya untuk ditempatkan ke dalam rekening khusus, paling singkat tiga bulan sesuai aturan baru dari Bank Indonesia,” kata Arief Sidarto, Direktur Keuangan AMMAN dalam keterangan resminya, Selasa (31/10/2023).

Pada periode yang sama beban pokok penjualan Amman Mineral International tercatat menurun menjadi US$649,23 juta dari yang setahun sebelumnya sebesar US$856,35 juta. Beban operasional naik menjadi US$90,4 juta dan beban lain naik menjadi US$116,98 juta.

BACA JUGA : Tangguh Meskipun Diterpa Cuaca Buruk dan Pembatasan Ekspor, Amman Mineral Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

Adapun total belanja modal AMMAN pada Q3/2023 adalah sebesar US$480 juta, meningkat 119% dibandingkan Q3/2022. Rinciannya, belanja modal terkait kebutuhan pembelian peralatan pertambangan, pembangunan dan peningkatan fasilitas pendukung untuk kegiatan penambangan bijih Fase 7 dan pengupasan batuan penutup Fase 8 (sustaining capex) sebesar US$110 juta; belanja modal smelter sebesar US$137 juta; perluasan pabrik konsentrator sebesar US$138 juta; dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (“PLTGU”) dan fasilitas LNG sebesar US$94 juta

Hingga akhir tahun 2023, AMMN memperkirakan dapat memproduksi 610.000 metrik ton kering konsentrat. Target produksi ini didorong oleh bijih segar dengan kadar tinggi dari Fase 7 yang akan ditambang dan diproses.

Saham AMMN kemarin menutup tren apresiasi dan ditutup melemah 3,7% ke level Rp 6.500. Sebelumnya pada periode 23–30 Oktober 2023 saham AMMN naik 2,66%.

Sementara itu bila dibandingkan dengan harga IPO pada 7 Juli 2023, saham AMMN sudah naik 283,48%.

Pendapatan tersebut ditopang oleh penjualan tembaga sebesar US$ 697,07 juta atau setara Rp 10,79 triliun. Tak hanya tembaga, penjualan emas juga menyumbang pendapatan AMMN sebesar US$ 453,68 juta atau setara Rp 7,02 triliun.

Manajemen Amman Mineral Internasional menyampaikan, pada kuartal tiga 2023 penjualan bersih turun karena tertundanya perpanjangan izin ekspor dari 1 April hingga 23 Juli 2023. Konsentrat yang terjual pada periode ini termasuk persediaan konsentrat dari produksi pada kuartal sebelumnya. 

“Setelah mendapatkan izin ekspor pada 24 Juli 2023, kami mempercepat pengiriman konsentrat pada kuartal tiga 2023 untuk mengejar kehilangan penjualan,” ucap Manajemen AMMN dalam rilis resmi, Rabu (1/11). 

BACA JUGA : Kemendag Beri Izin Ekspor Konsetrat Tembaga Amman Mineral Hingga Mei 2024

Selain itu, AMMN membukukan beban pokok penjualan sebesar US$ 649,23 juta atau setara Rp 10,05 triliun. Beban tersebut turun 24,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 856,35 juta. 

Adapun total belanja perseroan per september 2023 sebesar US$ 480 juta meningkat 119% dibandingkan pada periode yang sama sebelumnya. Total belanja tersebut terdiri dari:

Belanja modal terkait kebutuhan pembelian peralatan pertambangan. Pembangunan dan peningkatan fasilitas pendukung untuk kegiatan penambangan bijih Fase 7 dan pengupasan batuan penutup Fase 8 sebesar US$110 juta Belanja modal smelter sebesar US$ 137 juta Perluasan pabrik konsentrator sebesar US$ 138 juta Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) dan fasilitas LNG sebesar US$ 94 juta

Hingga akhir September 2023, AMMAN memiliki total utang sebesar US$ 2.619 juta atau sebanyak Rp 41,77 triliun. Sedangkan utang bersih perseoran sebesar US$ 1.393 juta atau 22,21 triliun. (Rama)

Foto : Dok AMMAN Mineral

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak, oil dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), kelistrikan, energi terbarukan, industri penunjang, lingkungan, CSR, perdagangan dan lainnya.

Check Also

Anggota DPR Desak Pemerintah Batalkan Izin Tambang untuk Ormas

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Anggota komisi VII dari Fraksi PKS, Mulyanto, mendesak pemerintah membatalkan rencana bagi-bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *