RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Sampah menjadi masalah yang sulit diatasi tanpa adanya kesadaran kolektif yang terbangun. Dampak negatif sampah yang dibiarkan begitu saja bisa merusak lingkungan seperti mencemari sungai, tanah, hingga menghambat proses air tanah.
Begitupun ketika pengelolaan sampah yang salah semisal dengan serampangan melakukan pembakaran, tentu saja akan berdampak pada rusaknya lingkungan jika hal tersebut dilakukan terus menerus.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Kemenko PMK), jumlah sampah nasional yang belum terkelola dengan baik mencapai 7,2 juta ton pada 2023.
Melihat fenomena tersebut BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID berkomitmen ikut serta mengatasi masalah sampah dengan merangkul masyarakat, khususnya di wilayah operasional perusahaan.
Melalui anggota grupnya, MIND ID gerak cepat turun langsung ke akar rumput menanggulangi masalah sampah.
“Penanganan sampah menjadi kewajiban kita semua termasuk MIND ID sebagai induk perusahaan industri pertambangan yang mengedepankan berkelanjutan, salah satunya dalam pengelolaan sampah,” ucap Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf.
BACA JUGA :
Grup MIND ID Komitmen Lakukan Revegetasi Lahan Pasca Tambang
Heri mengatakan MIND ID melakukan berbagai upaya termasuk membangun kesadaran kolektif dan mengajak agar masyarakat terlibat dalam pengelolaan sampah melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Program TJSL MIND ID berlandaskan berkelanjutan sehingga kami berusaha mengubah mindset kuno tentang sampah yakni kumpul, angkut, buang, menjadi upaya pilah pilih sampah dengan pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle),” katanya.
Merawat dan mengelola lingkungan ternyata tak hanya menghasilkan harmonisasi dengan alam. Lebih dari itu, kegiatan ini juga mampu memberikan nilai lebih bagi masyarakat, yaitu meningkatkan kesejahteraan mereka.
Salah satunya upaya yang berhasil dilakukan yakni lewat anggota Grup MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk., (Antam) lewat Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka yang melakukan perluasan sasaran pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi dengan menggagas program Mengelola Sampah agar Bernilai Ekonomi (Momahe).
Program tersebut merupakan pengembangan dari program yang sebelumnya sudah dijalankan Antam berkolaborasi dengan warga di Kelurahan Pomalaa, kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, lewat Komunitas Nabung Sampah (Nampah).
BACA JUGA :
Lewat Tanggung Jawab Sosial, Grup MIND ID Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Komunitas Nampah ini merupakan organisasi nirlaba yang mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis teknologi terintegrasi di Kabupaten Kolaka. Program tersebut sudah berjalan sejak Juli 2023 lewat pembentukan Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) di Kelurahan Pomalaa, Kecamatan Pomalaa.
Pokdarling sendiri terdiri dari anggota Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT) UBPN Kolaka dan ibu-ibu PKK Kelurahan Pomalaa. Pokdarling sendiri kini sudah berhasil melakukan pelebaran dengan menggandeng ibu-ibu di Kelurahan Kumoro.
“Khusus di kecamatan Pomalaa saja, tingkat penumpukan sampah mencapai 14 ton setiap hari. Sementara, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah kita tidak ada, hanya ANTAM yang punya. Jadi kalau sampah hanya dibiarkan begitu saja, ini akan berdampak pada buruknya kesehatan lingkungan kita, utamanya lingkungan pesisir dan laut,” kata Chief Executive Officer (CEO) Komunitas Nampah, Haerulla.
Sekretaris Perusahaan PT Antam, Syarif Faisal Alkadrie mengatakan langkah yang dilakukan UBPN Kolaka tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan sampah dengan menerapkan praktik ekonomi sirkular di mana sampah dipilah dan dipilih kemudian dijual atau diolah kembali sehingga menghasilkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
“Sampah organik diolah menjadi pupuk ataupun inovasi seperti mengembangbiakkan magot dan sampah anorganik dijual. Melalui proses tersebut kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah lebih meningkat karena ternyata sampah yang selama ini dibiarkan saja kalau diolah terbukti bisa memberikan nilai ekonomi yang luar biasa,” ucap Faisal Alkadrie.
BACA JUGA :
Komitmen Grup MIND ID Majukan UMKM, dari Perajin Anyaman Lidi hingga Peternak Telur
Selain PT Antam, grup MIND ID lainnya yakni PT Bukit Asam juga terus berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat dan lingkungan. Salah satunya melalui program Penanggulangan Sampah Rumah Tangga melalui Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme.
Dalam program ini, masyarakat diajak untuk menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga lingkungan, dengan mengolah limbah rumah tangga menjadi eco enzyme yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, detox, dan lain-lain. (Rama Julian)
Foto : Dok MIND ID
Resources Asia Energi News Makers