Sunday , 1 November 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Kilang Pertamina Plaju Dongkrak Produksi Bensin Jadi 667,96 juta liter

Kilang Pertamina Plaju Dongkrak Produksi Bensin Jadi 667,96 juta liter

Target peningkatan tersebut optimistis bisa diwujudkan karena sepanjang 2023 Kilang Pertamina Plaju mampu memproduksi 1.396,016 juta liter solar.

RESOURCESASIA.ID, PALEMBANG – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju, Palembang, menargetkan peningkatan produksi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin hingga 667,96 juta liter di sepanjang 2024 ini.

“Sepanjang tahun lalu kami memproduksi (bensin) 636,85 juta. Dengan telah dilakukannya kegiatan pemeliharaan rutin skala besar (turn around/TA) pada awal Desember 2023, diharapkan kinerja produksi kilang akan meningkat sesuai target tersebut,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Plaju, Siti Rachmi, di Palembang, Sabtu (27/1/2024).

Selain bensin, menurut Siti, pihaknya juga tengah mengupayakan adanya peningkatan produksi BBM jenis solar menjadi 1.564,719 juta liter.

Target peningkatan tersebut optimistis bisa diwujudkan karena sepanjang 2023 Kilang Pertamina Plaju mampu memproduksi 1.396,016 juta liter solar.

BACA JUGA :

Cepat Tanggap, KPI Salurkan Logistik Untuk Relawan Erupsi Gunung Marapi

“Kilang Pertamina Plaju tahun lalu telah menghasilkan 636,85 juta liter bensin dan 1.396,016 juta liter solar. Selain itu juga 42.330 ton bahan baku plastik (polytam) dan 92.000 Mton elpiji/ LPG,” tutur Siti.

Dengan kondisi kilang yang baik seiring telah dilakukannya Apemeliharaan rutin, Siti pun yakin target peningkatan produksi nantinya benar-benar dapat diwujudkan hingga akhir tahun.

Menurut Siti, kegiatan TA merupakan kegiatan pemeliharaan besar yang dilakukan secara rutin dan direncanakan secara matang di kilang-kilang KPI.

Hal itu merupakan salah satu upaya dari perusahaan untuk dapat menjaga dan meningkatkan keandalan kilang, baik dari sisi plant availability factor (PAF) maupun operational availability (OA) yang saat ini telah masuk dalam standar 2nd Quartile (Q2).

Siti menjelaskan, saat ini dunia bisnis dituntut mampu menghadapi persaingan pasar dengan mengutamakan penerapan standar internasional untuk sistem manajemen seperti manajemen keselamatan migas maupun standar sistem lainnya.

Selain itu, perusahaan saat ini juga tidak bisa mengabaikan tuntutan peraturan regulasi serta kesadaran masyarakat yang semakin ketat dalam mengontrol kegiatan bisnis perusahaan.

“Sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi world Ccass refinery petrochemical company, maka direksi dan manajemen menargetkan kilang milik KPI dapat mencapai Top Quartile (Q1) pada 2026 dengan target OA mencapai 96,7 persen,” tegas Siti. (RA)

Foto : Dok Pertamina

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Searah Mulai Produksi Gas Perdana dari Lapangan Maha di Lepas Pantai Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, RESOURCESASIA.ID -Searah berhasil mengalirkan produksi gas perdana (first gas) dari proyek pengembangan Lapangan Maha di Wilayah Kerja (WK) West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, Jumat (30/10/2026). Produksi gas dari lapangan tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 230 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), sehingga semakin memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi. Lapangan Maha terletak sekitar 100 kilometer lepas pantai Balikpapan dan 12 kilometer di tenggara fasilitas produksi terapung (Floating Production Unit/FPU) Jangkrik. Keberhasilan produksi perdana ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya gas laut dalam (deepwater) di Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi Searah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Produksi perdana Lapangan Maha berhasil dicapai setelah seluruh pekerjaan instalasi fasilitas bawah laut (subsea) diselesaikan pada awal tahun ini. Proyek pengembangan tersebut mencakup dua sumur produksi bawah laut yang terhubung dengan fasilitas produksi Jangkrik melalui jaringan pipa fleksibel dan kabel bawah laut (umbilical) sepanjang sekitar 12 kilometer. Pengembangan Lapangan Maha merupakan salah satu komponen utama strategi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *