Sunday , 1 November 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Perawatan Sumur PEP Limau Field Hasilkan Tambahan Produksi Minyak 600 BOPD
Pertamina EP Limau

Perawatan Sumur PEP Limau Field Hasilkan Tambahan Produksi Minyak 600 BOPD

SUMATERA SELATAN, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil meningkatkan produksi minyak melalui kegiatan perawatan sumur (well service) di Lapangan Limau, Sumatera Selatan. Intervensi pada sumur TMB-028 tersebut menghasilkan produksi minyak mencapai 600 barel minyak per hari (BOPD), atau 15 kali lipat dari target awal sebesar 40 BOPD.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut diperoleh melalui pekerjaan reparasi sumur yang dilanjutkan dengan stimulasi acidizing atau pengasaman. Kegiatan operasional dimulai pada 20 Oktober 2026 dan saat ini sumur tengah menjalani pengujian produksi.

Dalam proses acidizing, bahan kimia bersifat asam diinjeksikan ke dalam lubang sumur untuk melarutkan endapan, parafin, serta material yang menyumbat pori-pori batuan reservoir di sekitar lubang sumur. Dengan demikian, aliran minyak menuju lubang sumur diharapkan kembali lancar.

Sumur TMB-028 yang dikerjakan menggunakan Rig EPI-08 berkapasitas 350 HP tersebut berhasil mencapai produksi 600 BOPD pada Layer B di interval kedalaman 1.380,5–1.386,5 meter.

Menariknya, setelah intervensi selesai, sumur tersebut dapat langsung diproduksikan (Put on Production/PoP). Seluruh pekerjaan berlangsung selama 10 hari sesuai rencana.

“Mohon doa produksi dapat bertahan lama dan pekerjaan serupa dapat dikerjakan pada ribuan sumur-sumur lainnya yang mempunyai problem sumuran yang sama dan bahan kimianya menggunakan produk dalam negeri. Aamiin YRA,” kata Kepala SKK Migas dalam laporannya kepada Menteri ESDM seperti informasi yang didapatkan redaksi, Sabtu (31/10/2026).

Dari sisi biaya, kegiatan ini menghabiskan estimasi sebesar US$96.721,31 atau sekitar 60,06% dari anggaran yang direncanakan sebesar US$161.039,60.

Sebelum dilakukan intervensi, sumur TMB-028 merupakan sumur produksi aktif pada Layer K1. Berdasarkan data produksi 6 September 2026, sumur tersebut hanya menghasilkan minyak sekitar 10,96 BOPD dari total fluida 562 barel per hari (BFPD), dengan kadar air mencapai 98%.

Keberhasilan ini menambah catatan positif kegiatan intervensi sumur PEP Zona 4 di Lapangan Limau. SKK Migas berharap hasil serupa dapat diterapkan pada sumur-sumur lain yang memiliki permasalahan produksi sejenis, sehingga dapat memberikan tambahan produksi minyak bagi Indonesia. (RA)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Searah Mulai Produksi Gas Perdana dari Lapangan Maha di Lepas Pantai Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, RESOURCESASIA.ID -Searah berhasil mengalirkan produksi gas perdana (first gas) dari proyek pengembangan Lapangan Maha di Wilayah Kerja (WK) West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, Jumat (30/10/2026). Produksi gas dari lapangan tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 230 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), sehingga semakin memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi. Lapangan Maha terletak sekitar 100 kilometer lepas pantai Balikpapan dan 12 kilometer di tenggara fasilitas produksi terapung (Floating Production Unit/FPU) Jangkrik. Keberhasilan produksi perdana ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya gas laut dalam (deepwater) di Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi Searah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Produksi perdana Lapangan Maha berhasil dicapai setelah seluruh pekerjaan instalasi fasilitas bawah laut (subsea) diselesaikan pada awal tahun ini. Proyek pengembangan tersebut mencakup dua sumur produksi bawah laut yang terhubung dengan fasilitas produksi Jangkrik melalui jaringan pipa fleksibel dan kabel bawah laut (umbilical) sepanjang sekitar 12 kilometer. Pengembangan Lapangan Maha merupakan salah satu komponen utama strategi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *