Monday , 2 November 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Tajak Sumur Pertama, PSN UCC Tangguh Capai 54 Persen

Tajak Sumur Pertama, PSN UCC Tangguh Capai 54 Persen

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Proyek strategis nasional (PSN) Ubadari, CCUS, and Compression (UCC) Tangguh dengan nilai investasi sekitar US$6 miliar terus menunjukkan kemajuan. Memasuki tahap pengeboran, proyek yang dioperasikan bp selaku operator Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Tangguh tersebut telah mencapai progres sekitar 54 persen.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan, kegiatan pengeboran proyek UCC Tangguh resmi dimulai pada Minggu (1/11/2026) pukul 06.15 waktu setempat, ditandai dengan tajak (spud) sumur pengembangan pertama, UBA-01.

“Alhamdulilah, proyek PSN UCC Tangguh senilai 6 miliar USD telah mencapai 54 persen. Tanggal 1 November 2026, kegiatan pengeboran Proyek UCC resmi dimulai,” kata Kepala SKK Migas dalam laporannya kepada Menteri ESDM seperti informasi yang diterima redaksi, Minggu (1/11/2026) malam.

Sumur UBA-01 menjadi sumur pertama dalam kampanye pengeboran pengembangan Lapangan Ubadari. Pada tahap awal operasi, kegiatan pengeboran berhasil melakukan penandaan dasar laut (seabed tagging) pada kedalaman sekitar 201 ftMD dengan beban 5 klbs.

Djoksis menjelaskan, proyek UCC Tangguh merupakan pengembangan terintegrasi yang mencakup tiga komponen utama, yakni pengembangan Lapangan Gas Ubadari (Ubadari Field Development), pembangunan fasilitas Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), serta pembangunan fasilitas kompresi gas di darat (Onshore Compression).

“Integrasi ketiga komponen ini tidak hanya ditujukan untuk mengoptimalkan produksi dan perolehan gas dari Tangguh, tetapi juga mendukung upaya penurunan intensitas emisi karbon dari kegiatan operasional,” jelasnya.

Pengembangan Lapangan Ubadari mencakup pengeboran lima sumur pengembangan yang dilakukan dari dua platform lepas pantai, yakni platform UBA dan UBB. Setiap sumur diperkirakan memiliki laju produksi awal berkisar 117 hingga 194 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Untuk tahap pertama, pengeboran dilakukan melalui program batch drilling tiga sumur di platform UBA, yakni UBA-01, UBA-02, dan UBA-03. Setelah UBA-01, pengeboran UBA-02 dan UBA-03 masing-masing dijadwalkan dimulai pada 7 dan 10 November 2026.

Ketiga sumur di platform UBA tersebut ditargetkan mampu menghasilkan produksi gas kumulatif sebesar 632 miliar kaki kubik (Bcf).

Selanjutnya, kampanye pengeboran akan dilanjutkan dengan dua sumur pengembangan di platform UBB pada 2027. Sementara itu, pengeboran sumur injeksi CO₂ di platform EGR direncanakan berlangsung pada 2028 sebagai bagian dari pengembangan fasilitas CCUS.

Djoksis menegaskan, SKK Migas akan terus mengawal pelaksanaan proyek bersama bp agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

“SKK Migas akan terus melakukan pengawasan, koordinasi, dan evaluasi bersama KKKS Tangguh. Kami ingin memastikan seluruh kegiatan pengeboran berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keandalan operasi, dan efisiensi biaya sehingga target proyek dapat tercapai sesuai jadwal,” pungkasnya. (RA)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Pema Global Energi Mulai Bor Sumur Eksplorasi Rayeu D-1 di Aceh

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi di Aceh kembali menggeliat. PT Pema …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *