Monday , 2 November 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Pema Global Energi Mulai Bor Sumur Eksplorasi Rayeu D-1 di Aceh

Pema Global Energi Mulai Bor Sumur Eksplorasi Rayeu D-1 di Aceh

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi di Aceh kembali menggeliat. PT Pema Global Energi (PGE) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memulai pengeboran sumur eksplorasi Rayeu D-1 pada Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB. Sumur ini menjadi sumur eksplorasi pertama yang ditajak di Aceh sepanjang 2026.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan, pengeboran sumur Rayeu D-1 diharapkan dapat membuka peluang penemuan cadangan hidrokarbon baru sekaligus mendukung keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja (WK) Blok B, Aceh.

“Alhamdulillah, Aceh mulai bergeliat lagi. KKKS PGE telag melakukan tajak sumur eksplorasi Rayeu D-1,” ujar Kepala SKK Migas dalam laporannya kepada Menteri ESDM dalam keterangan diterima redaksi, Minggu (1/11/2026) siang.

Sumur Rayeu D-1 berlokasi di Desa Alue Serdang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Pengeboran dilakukan secara berarah (directional drilling) menggunakan rig BMA-16 berkapasitas 1.500 HP yang dioperasikan PT Bina Mitra Artha (BMA).

Sumur tersebut ditargetkan mencapai kedalaman akhir 6.953 kaki measured depth (ftMD) atau 6.894 kaki true vertical depth (ftTVD).

Pengeboran Rayeu D-1 bertujuan mengonfirmasi hasil survei seismik 3D yang telah dilakukan sebelumnya sekaligus mengembangkan potensi hidrokarbon pada prospek Rayeu D. Target utama dan sekunder pengeboran berada pada reservoir batupasir Formasi Lower Seurula, khususnya lapisan LS dan LS-2.

“PGE menargetkan potensi produksi gas sebesar 11 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan kondensat 300 barel per hari (BOPD),” beber Kepala SKK Migas.

Pengembangan struktur Lower Seurula dinilai strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi hidrokarbon di WK Blok B. Karena itu, keberhasilan pengeboran ini diharapkan dapat memberikan tambahan potensi produksi sekaligus memperkuat kegiatan eksplorasi migas di Aceh.

Berdasarkan persetujuan Authorization for Expenditure (AFE), proyek pengeboran ini memiliki nilai investasi sebesar US$17,53 juta. Seluruh rangkaian pekerjaan diperkirakan membutuhkan waktu 50 hari operasi rig dan total 74 hari operasi, mencakup pengeboran, komplesi, pembersihan sumur hingga pengujian produksi (well testing).

SKK Migas bersama BPMA dan PGE juga memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan aspek keselamatan serta efektivitas biaya operasi.

“Mohon doa, insyaallah akan mendapatkan produksi lebih dari yang ditargetkan. Aamiiin YRA,” pungkasnya. (RA)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Pertamina Hulu Rokan Tajak Sumur Eksplorasi Tamadun-001, Targetkan Temuan Gas 250 BCF

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *