JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) membukukan pertumbuhan pendapatan 21,2 persen secara tahunan menjadi Rp1,783 triliun sepanjang periode 9 bulan tahu 2025.
Bila dirinci, pendapatan penambangan meningkat 12,6 persen secara tahunan menjadi Rp1,656 triliun. Bahkan perseroan mulai membukukan pendapatan dari jasa kontruksi Rp127,04 miliar pada 9 bulan 2025. Pos ini nihil pada periode sama tahun lalu.
Namun beban pokok pendapatan bengkak 29,7 persen secara tahunan menjadi Rp1,477 triliun. Dampaknya, laba kotor terpapas 8,1 persen secara tahunan menjadi Rp305,6 miliar.
Senasib, laba usaha turun 19,8 persen secara tahunan menjadi Rp234,01 miliar. demikian juga dengan laba sebelum pajak penghasilan merosot 38,4 persen secara tahunan menjadi Rp168,07 miliar.
Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry melaporkan laba periode berjalan sebesar Rp145,54 miliar pada akhir September 2025. Nilai laba tersebut turun 27,1 persen dibanding akhir September 2024.
Akibatnya, laba per saham melorot ke Rp37,51 per lembar pada akhir kuartal III 2025. Sedangkan akhir kuartal III 2024 senilai Rp115,13 per helai.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2025 dengan penelaahan terbatas emiten jasa pertambangan milik Sinjo Jefry Sumendap yang diunggah pada laman BEI pada tanggal 2025.
Ivo Wangarry menyampaikan peningkatan pendapatan ditopang oleh ekspansi operasional serta kontribusi dari proyek baru yang mulai berjalan pada tahun ini. Sejalan dengan itu, total aset Perseroan meningkat 32,8 persen menjadi Rp2,14 triliun dari Rp1,61 triliun pada Desember 2024.
“Pertumbuhan pendapatan dan peningkatan aset pada Kuartal III 2025 menunjukkan bahwa strategi ekspansi dan penguatan kapabilitas operasional yang kami jalankan berada di jalur yang tepat. Kami terus memperbesar kapasitas layanan dan menjaga kualitas operasional, sehingga perseroan semakin dipercaya oleh mitra strategis di sektor pertambangan,” ujar Ivo dalam keterangan resminya (25/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan pada periode ini turut didorong oleh kepercayaan mitra yang semakin kuat terhadap kapabilitas, sehingga Perseroan berhasil memperoleh dua sumber pendapatan baru pada tahun ini. Lini usaha jasa konstruksi berupa pembangunan jalan hauling bersama PT Erabaru Timur Lestari, mulai menghasilkan pendapatan pada Kuartal III 2025, serta proyek baru bersama PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) juga turut menambah kontribusi signifikan terhadap kinerja Perseroan.
“Kontribusi pendapatan baru dari lini jasa konstruksi di PT Erabaru Timur Lestari dan proyek jasa penambangan di PT Sulawesi Cahaya Mineral menjadi bukti bahwa pasar semakin mengakui kapabilitas STM. Kami optimistis pencapaian ini akan memperkuat fundamental perusahaan dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan ke depan,” pungkasnya. (Abdul Azis)
Foto: Dok/BEI
Resources Asia Energi News Makers