Friday , 25 September 2026
Home / KELISTRIKAN / PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia
Tampak udara salah satu fasilitas data center di Cikarang, Jawa Barat. Pertumbuhan data center yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital turut meningkatkan kebutuhan listrik dalam skala besar.

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT PLN (Persero) terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan sektor pusat data (data center) di Indonesia. Seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital, sektor data center kini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pertumbuhan data center membutuhkan dukungan kelistrikan dengan karakteristik yang semakin spesifik, terutama dari sisi kapasitas, keandalan, kualitas daya hingga pemanfaatan energi bersih. Kondisi tersebut mendorong PLN untuk menyiapkan infrastruktur dan layanan yang selaras dengan kebutuhan serta rencana pengembangan pelanggan.

“Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital. PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan), saat mengunjungi booth PLN Icon Plus dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9). Dalam kesempatan tersebut, Darmawan menjelaskan pemanfaatan teknologi robotik sebagai bagian dari inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung transformasi di sektor energi.

Dalam sesi diskusi pada gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/9), Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, menyampaikan bahwa PLN saat ini melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung 2.038 megavolt ampere (MVA). Sekitar 99 persen kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, dengan Jawa Barat menjadi salah satu klaster data center terbesar.

Namun, pengembangan data center mulai merambah ke luar wilayah tersebut, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Seiring perluasan tersebut, kebutuhan pasokan listrik dari sektor teknologi diperkirakan terus meningkat, sehingga diperlukan perencanaan infrastruktur ketenagalistrikan yang selaras dengan karakteristik kebutuhan di masing-masing wilayah. Saat ini, pelanggan data center tersebut mencatat konsumsi energi sebesar 2.378 gigawatt hour (GWh).

“Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing , layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan,” ungkap Dini.

Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati saat menyampaikan paparan pada sesi diskusi Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/9). Masifnya pertumbuhan sektor data center mendorong PLN untuk terus memperkuat kesiapan infrastruktur kelistrikan. Saat ini, PLN melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung mencapai 2.038 MVA.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa tantangan terbesar PLN adalah menjaga keseimbangan antara akselerasi kapasitas pasokan dengan keandalan, keterjangkauan harga, serta stabilitas sistem dalam jangka panjang. Pengembangan pembangkit dan jaringan perlu direncanakan secara terintegrasi dan dilakukan sejak awal agar dapat mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan data center. Untuk itu, PLN mendorong pendekatan early alignment atau koordinasi sejak tahap awal pengembangannya.

Tampak udara Gardu Induk 150 kilovolt (kV) Margakarya di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat, yang menjadi bagian dari infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan listrik pusat data (data center).

“Komitmen lebih awal dan koordinasi lebih erat dari kedua belah pihak, didukung oleh proyeksi permintaan yang lebih jelas, jadwal energisasi yang realistis, kecepatan pengembangan kapasitas yang tepat, serta kerja sama yang lebih kuat antara PLN, pelanggan, dan pemerintah. Oleh karena itu, pengelolaan komitmen pusat data harus menjadi proses perencanaan bersama,” pungkasnya. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok PLN

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Electricity Connect 2026, PLN EPI Bidik 60,6 Juta Ton Potensi Biomassa untuk Kembangkan Bisnis Bioenergi

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan bioenergi sebagai salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *