JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan pertumbuhan pendapatan 3,7 persen secara tahunan menjadi USD196,04 juta sepanjang 9 bulan 2025.
Bila dirinci, penjualan gas meningkat 1,1 persen secara tahunan menjadi USD106,4 juta. Senada, pendapatan kasa penyaluran minyak dari kerja sama operasi tumbuh 8,8 persen secara tahunan menjadi USD25,754 juta.
Tapi pendapatan dari lifting migas turun 13,9 persen secara tahunan menjadi USD37,6 juta. Senasib, pendapatan dari jasa penyaluran gas menyusut 4,2 persen secara tahunan menjadi USD6,809 juta.
Walau beban pokok pendapatan bengkak 1,08 persen secara tahunan menjadi USD139,75 juta. Tapi laba kotor tetap tumbuh 9,3 persen secara tahunan menjadi USD56,2 juta.
Seirama, laba usaha tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi USD40,546 juta. Demikian juga dengan laba sebelum pajak penghasilan meningkat 5,7 persen secara tahunan menjadi USD37,07 juta.
Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi melaporkan laba bersih senilai USD17,752 juta sepanjang 9 bulan 2025. Nilai laba itu merosot 8,2 persen secara tahunan dibanding periode sama tahun lalu setara USD19,368 juta.
Pasalnya, laba yang diatribusikan kepada kepentingan non pengendali melonjak 133 persen secara tahunan menjadi USD6,3 juta.
Dampaknya, laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melorot ke USD0,0042 per lembar pada akhir September 2025. Sedangkan akhir September 2024 setara USD0,00458 per helai.
Namun laba tersebut masih dapat menambah saldo laba 1,9 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD107,79 juta pada akhir September 2025.
Bahkan total ekuitas naik 38,5 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD237,08 juta pada akhir September 2025.
Pada sisi lain, jumlah kewajiban naik 31,4 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD209,01 juta pada akhir September 2025.
Perlu dicermati, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 9 bulan 2025 senilai USD30,738 juta. Adapun kas setara kas senilai USD95,463 juta pada akhir September 2025.
Rasio keuangan penting lainnya, ROA 5,04 persen; ROE 10,16 persen;dan Debt to asset 46,85 persen.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2025 telah audit emiten Migas milik Hapsoro ini yang diunggah pada laman BEI dikutip Rabu (3/12/2025). (Abdul Aziz)
Foto: Abdul Aziz
Resources Asia Energi News Makers