Monday , 29 November 2021
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Kunjungan ke Pabrikan, SKK Migas Dorong Kemampuan Industri Dalam Negeri

Kunjungan ke Pabrikan, SKK Migas Dorong Kemampuan Industri Dalam Negeri

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Dalam rangka mendorong penggunaan barang produksi dalam negeri untuk kebutuhan proyek dan operasi hulu migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan kunjungan pada salah satu pabrikan Electric Submersible Pump (ESP) yang berlokasi di Cikarang – Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (10/11/2021). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman.

Fatar mengatakan bawah kunjungan ini dilaksanakan guna melihat kemampuan produksi dari pabrikan tersebut dalam memenuhi kebutuhan usaha hulu minyak dan gas bumi indonesia.

“Hal ini merupakan bentuk pelaksanaan salah satu pilar dari rencana strategis SKK Migas yaitu Implementing the Improvement of National Supplier Competitiveness yang diwadahi dalam sebuah program kerja bersama dengan melibatkan tenaga ahli (expertise) dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) selaku pengguna dan juga Kementerian ESDM selaku instansi teknis yang melakukan pembinaan terhadap industri penunjang hulu migas Indonesia,” ujar Fatar.

“SKK Migas memberikan apresiasi terhadap upaya pabrikan dalam negeri yang telah melakukan proses continuous improvement mulai dari tahapan desain sampai dengan pembuatan bentuk fisik dari komponen pompa sehingga produk ESP yang dihasilkan dapat memenuhi spesifikasi kebutuhan KKKS,” tambah Fatar.

Terkait intellectual property, Fatar menambahkan bahwa desain pompa ataupun desain komponen pendukung yang menjadi intellectual property pabrikan dalam negeri perlu mendapat apresiasi lebih bahkan menjadi nilai tambah dalam perhitungan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk ESP dalam negeri.

Sementara Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi dalam kesempatan yang sama juga mengatakan, intellectual property berupa desain yang dimiliki pabrikan dalam negeri merupakan nyawa dari produk yang dihasilkan sehingga seharusnya mendapatkan apresiasi lebih khususnya dalam hal perhitungan TKDN produk akhir yang dihasilkan.

“Namun dengan tetap memperhatikan tiga aspek utama yaitu kualitas, waktu penyerahan, dan harga yang kompetitif sehingga memberikan nilai tambah terhadap efisiensi pada kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi Indonesia,” ucap Erwin.

Erwin melanjutkan, untuk mendukung upaya peningkatan TKDN tersebut, pabrikan dalam negeri juga diharapkan sudah memiliki pemetaan terhadap komponen dari produk ESP, dari yang sudah maupun yang belum diproduksi di dalam negeri. “Hal tersebut dapat menjadi analisa gap yang kemudian menjadi bentuk pembinaan baik kepada pabrikan ESP maupun kepada pabrikan komponen pendukung dari produk ESP itu sendiri,” katanya.

Di akhir kunjungan tersebut, Wakil Kepala SKK Migas mengajak seluruh pihak baik dari SKK Migas, KKKS maupun pabrikan dalam negeri untuk bersama-sama mendorong penggunaan serta peningkatan kemampuan industri dalam negeri guna mendukung visi hulu migas yakni produksi 1 juta BOPD (barel minyak per hari) dan 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) gas pada tahun 2030.

Implementasi TKDN di industri hulu migas per Kuartal-III 2021 telah mencapai 58%. Peningkatan produksi migas nasional tidak hanya akan mendukung ketahanan energi, tetapi juga dapat menggerakkan industri penunjang hulu migas dan menciptakan lapangan kerja baru. (RAMA)

FOTO: DOK SKK MIGAS

Check Also

Gubernur Riau dan Jabar Bahas Participating Interest Hulu Migas di Northern Sumatera Forum

RESOURCESASIA.ID, BATAM – Gubernur Riau Syamsuar dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga menjabat …

Leave a Reply