Tuesday , 3 November 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas di ADIPEC 2026, Soroti Temuan Raksasa dan Potensi Eksplorasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas di ADIPEC 2026, Soroti Temuan Raksasa dan Potensi Eksplorasi

ABU DHABI, RESOURCESASIA.ID – Indonesia kembali berpartisipasi dalam Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) tahun ini, yang digelar pada 2–5 November 2026 di ADNEC Centre Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mengusung tema “Indonesia: A Strategic Horizon for Your Global Energy Investment”, Indonesia membawa luasnya peluang kemitraan strategis serta besarnya potensi hulu minyak dan gas bumi yang menjanjikan di level kawasan, ke hadapan para pelaku industri dunia.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam sambutannya menegaskan bahwa, melalui kehadiran di ajang ADIPEC, Indonesia mengundang investor energi global untuk menjadikan Indonesia destinasi prioritas dalam strategi ekspansi bisnis mereka.

“Saya menekankan bahwa Indonesia membuka peluang yang lebar bagi investasi global. Kami menyambut hangat mitra-mitra internasional yang berminat untuk terlibat dalam pengembangan industri hulu migas Indonesia. Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen, termasuk 65 cekungan yang belum dieksplorasi. Potensi ini membuka peluang bagi investor global untuk berpartisipasi dalam pengembangan hulu migas Indonesia. Dukungan investasi, teknologi, serta kemitraan yang tepat akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut, mendorong penemuan sumber daya baru, serta memperkuat keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Djoko hadir dalam pembukaan Indonesia Pavilion di ADIPEC 2026, bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Judha Nugraha, Wakil Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Stella Christie, Anggawira mewakili Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala BPMA Mawardi Nur, serta Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Sunaryanto mewakili PT Pertamina (Persero).

Djoko menjelaskan bahwa potensi migas luar biasa yang dimiliki Indonesia tercermin dari sejumlah temuan signifikan selama beberapa waktu terakhir, salah satunya temuan raksasa sumur gas Geliga-1 di Blok Ganal oleh Eni pada April 2026, dengan estimasi sumber daya in-place sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat.

Capaian ini semakin memperkuat tren positif kegiatan eksplorasi migas Indonesia, melanjutkan keberhasilan sejumlah penemuan signifikan sebelumnya, antara lain Geng North-1 dan Konta-1 oleh Eni di Cekungan Kutai Kalimantan Timur (kini merupakan portofolio Searah Muara Bakau), serta Layaran-1 dan Tangkulo-1 oleh Mubadala Energy di Wilayah Kerja South Andaman.

Temuan-temuan signifikan selama setahun belakangan ini menambah prospek pengembangan sumber daya migas Indonesia, sejalan dengan capaian contingent resources yang hingga September 2026 telah mencapai 1.497,4 juta barel setara minyak (MMBOE), atau 230% dari target tahunan, dan diperkirakan bisa meningkat lagi menjadi 250% pada akhir 2026.

Tidak hanya itu, SKK Migas juga memperkirakan reserve replacement ratio (RRR) akan mencapai 221,4% pada akhir 2026. Proyeksi ini mencerminkan potensi penambahan cadangan yang melampaui volume cadangan yang diproduksikan, sekaligus menegaskan keberhasilan eksplorasi dan pengembangan lapangan yang akan berkontribusi positif untuk keberlanjutan produksi migas nasional.

Untuk membuka lebih banyak peluang bagi investor global, Indonesia menawarkan beragam jalur partisipasi, mulai dari pengembangan wilayah kerja yang telah berjalan, optimalisasi aset, hingga skema kemitraan seperti farm-in/farm-out. Pemerintah juga berkomitmen menjaga fleksibilitas serta daya tarik fiskal yang kompetitif dan fleksibel bagi investor, melalui pilihan skema kontrak bagi hasil gross split dan cost recovery sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2024.

Djoko menyampaikan bahwa pemerintah Republik Indonesia berkomitmen penuh menciptakan iklim investasi yang lebih atraktif dan kompetitif. “Kami siap memfasilitasi dan memberikan kemudahan dalam proses perizinan, mempercepat pengambilan keputusan dan memberikan fleksibilitas fiskal untuk mengakomodasi kerja sama internasional yang semakin baik.”

Sebagai wujud komitmen kesiapan Indonesia dalam kerja sama energi global, telah dilaksanakan penandatanganan tiga kerja sama aliansi strategis internasional di Indonesia Pavilion pada hari pertama pelaksanaan ADIPEC tahun ini. Penandatanganan ini meliputi:
1.⁠ ⁠Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan Halliburton Worldwide Ltd.
2.⁠ ⁠Kontrak Time Charter Offshore Support Vessel antara PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Samudra Offshore dan Atlantic Maritime Group FZE.
3.⁠ ⁠Kerja sama pendirian perusahaan baru di bidang surveying & mapping berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, antara PT Hidrokinetik Indo Pacific dan Tara Industries LLC, untuk melayani industri minyak dan gas bumi serta industri subsea cable di wilayah Timur Tengah & Afrika Utara (MENA)
4.⁠ ⁠Kerja sama promotion and deployment of STARSEMAR Chemical Reservoir Stimulation antara PT Luas Birus Utama dan Tara Industries LLC.

Upaya memperkuat kerja sama aliansi strategis ini berjalan seiring dengan tren investasi pada sektor hulu migas Indonesia yang terus berkembang positif. “Tren investasi hulu migas Indonesia menunjukkan momentum yang positif. Pada 2025, investasi mencapai US$14,9 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi US$17,87 miliar pada 2026, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Melalui ADIPEC, kami berharap dapat memperkuat momentum ini dengan membuka lebih banyak peluang kemitraan dan menarik investasi baru untuk mendukung pencapaian proyeksi tersebut,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.

Partisipasi Indonesia di ADIPEC turut didukung oleh sebelas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan 13 Perusahaan Dalam Negeri (PDN) yang turut memperkenalkan peluang serta kapabilitas industri hulu migas Indonesia kepada komunitas energi internasional.

ADIPEC menjadi salah satu sarana bagi Indonesia untuk memperluas dialog dengan investor dan mitra industri, memperkenalkan peluang yang tersedia, serta menjajaki kerja sama yang dapat ditindaklanjuti. Melalui kemitraan yang tepat, Indonesia berupaya mengoptimalkan potensi hulu migas sekaligus mendukung keberlanjutan produksi dan ketahanan energi jangka panjang. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok SKK Migas

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Dukung Upstream Youth Champs 2026, PEP Sangasanga Field Ajak Mahasiswa Gali Potensi Diri dan Mengenal Peran Strategis Industri Hulu Migas

SAMARINDA, RISOURCESASIA.ID – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga mendukung penyelenggaraan kegiatan Upstream Youth Champs (UYC) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *