Wednesday , 3 June 2026
Home / ENERGI TERBARUKAN / Empat Industri Tiongkok Siap Jadikan RI Sebagai Sub Basis Produksi EV

Empat Industri Tiongkok Siap Jadikan RI Sebagai Sub Basis Produksi EV

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Empat perusahaan Tiongkok siap untuk meningkatkan ekspor, baik menambah volume maupun negara tujuan ekspor dari pabriknya di Indonesia. “Bahkan perusahaan juga sepakat menjadikan Indonesia sebagai hub basis produksi EV stir kanan, untuk diekspor ke 54 negara pengguna mobil stir kanan,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagaimana dikutip keterangan tertulisnya, Jumat (14/6/2024).

Menteri juga mendorong para pelaku industri otomotif asal Negeri Tirai Bambu tersebut untuk melibatkan produsen komponen dalam negeri dari hulu ke hilir. Sehingga mewujudkan seluruh mata rantai produksi berada di Indonesia.

Untuk itu, Agus mendukung perusahaan otomotif Tiongkok memanfaatkan insentif yang diberikan Indonesia dalam berinvestasi. Pada bulan Mei 2024 PT Neta Auto Manufacturing Indonesia telah memproduksi Neta V-II dengan TKDN mencapai 40% dan berencana untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sampai dengan 60% pada tahun 2025 dengan target penjualan sebesar 10.000 unit per tahun.

Pada pertemuan dengan SAIC GM Wuling Automobile Company, menteri Menperin mengapresiasi kinerja perusahaan tersebut yang telah mampu mengekspor produk EV-nya ke 11 negara dan menjadikan Indonesia sebagai fasilitas produksi industri otomotif terbesar di luar Tiongkok.

“Pemerintah Indonesia mengharapkan agar Wuling dapat menjajaki peningkatan pasar ekspor terutama untuk produk EV agar semakin menegaskan target Indonesia sebagai basis produk EV di ASEAN dan dunia,” ungkap Agus.

Kemudian dalam pertemuan dengan Cherry Automobile, menteri mengaku Cherry berencana untuk melakukan riset produksi mobil PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) di Indonesia. Berkaca pada pasar di negeri asalnya, jumlah penjualan mobil PHEV lebih popular, karena persoalan terkait ketersediaan dapat diselesaikan.

Pembakaran bahan bakar pada mobil PHEV juga jauh lebih ekonomis dari mobil HEV (hybrid electric vehicle). “Cherry juga telah menyampaikan komitmennya untuk memproduksi kendaraan EV dengan total 100.000 unit pada tahun 2030,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada SOKONINDO yang telah meluncurkan produk kendaraan listrik di Indonesia dan mengharapkan untuk dapat memperbanyak line up produksi kendaraan listrik dengan membawa model EV dari principal ke Indonesia.

“Kami juga mendorong kepada semua perusahaan asal Tiongkok untuk ambil bagian dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi dan mendukung ekosistem EV di Indonesia. Negara ini merupakan pasar yang potensial bagi empat perusahaan tersebut, dan peluang menjadikan Indonesia sebagai hub produksi dan ekspor EV terbuka lebar,” kata Agus. (RA)

Foto: Dok ist

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Harga Timah Melonjak 34%, Dongkrak Hilirisasi Industri Timah Nasional

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Harga timah dunia mencatat penguatan signifikan sepanjang kuartal I-2026, memberikan dorongan kuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *