JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT RMK Energy Tbk mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,6 triliun, melonjak 176,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Laba bersih turut tumbuh 86,2 persen YoY menjadi Rp163,1 miliar.
Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra menjelaskan kenaikan pendapatan ditopang oleh segmen penjualan batubara yang naik 72,1 persen dan jasa batubara yang berkontribusi 27,9 persen. Volume penjualan batubara mencapai 1,7 juta ton, tumbuh 302,3 persen YoY, dengan harga jual rata-rata naik 15,1 persen. Volume hauling juga melonjak 424,9 persen menjadi 1,4 juta ton, mendorong muatan tongkang hingga 3,2 juta ton.
Vincent menuturkan segmen jasa memberikan margin lebih tinggi dan turut mendorong volume penjualan batubara, memperkuat basis laba perusahaan. “Laba usaha dikontribusikan oleh segmen penjualan batubara sebesar 36,3 persen dan jasa batubara sebesar 63,7 persen,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Perusahaan mencatat arus kas operasional positif Rp140,3 miliar, tumbuh 62,8 persen YoY, dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) di level 0,55 kali. Vincent optimistis kinerja akan terus membaik di semester kedua 2026 seiring iklim usaha pertambangan yang semakin kondusif dan kebijakan pemerintah yang mendukung. (RA)
Resources Asia Energi News Makers