Wednesday , 26 June 2024
Home / KELISTRIKAN / Berbagai Daerah Kembangkan Potensi Energi Bersih Lokal, PLN Serap Hingga 37,7 MW Listrik dari Sampah dan Minihidro
Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling 2x5 megawatt (MW) antara Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto (kedua dari kanan) dan Direktur Utama PT Arkora Hydro Malili, Ricky Hartono (kedua dari kiri) yang disaksikan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (paling kanan) dan Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk, Aldo Henry Artoko (paling kiri).

Berbagai Daerah Kembangkan Potensi Energi Bersih Lokal, PLN Serap Hingga 37,7 MW Listrik dari Sampah dan Minihidro

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT PLN (Persero) bersiap menyerap listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Kota Palembang dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling serta PLTM Tomoni dengan total kapasitas mencapai 37,7 MW. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan tiga Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) Pembangkit Listrik EBT di Jakarta, Kamis (21/12).

Penandatanganan PJBL dilakukan oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dengan Presiden Direktur PT Indo Green Power Shao Jianli untuk PLTSa Kota Palembang (17,7 MW). Dua PJBTL lainnya diteken oleh Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Wiluyo Kusdwiharto dengan PT Tiara Tirta Energi untuk PLTM Salu Noling (2 X 5MW) dan PT Arkora Hydro Malili untuk PLTM Tomoni (2 X 5 MW).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, di tengah tantangan pemanasan global, upaya menekan emisi gas rumah kaca (GRK) harus dilakukan. Komitmen ini pun dilaksanakan PLN dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA :

Konsisten Lestarrikan Lingkungan dan Berdayakan Masyarakat, PLN Nusantara Power Tambah 6 PROPER Emas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

“Tiga tahun lalu, kami menghentikan 13 Giga Watt (GW) pembangkit batubara yang dalam tahapan perencanaan. Ini menghindarkan Indonesia dari produksi emisi 1,8 miliar metrik ton CO2 selama 25 tahun ke depan,” kata Darmawan.

Selain itu, dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, PLN mendorong penyediaan proyek pembangkit EBT yang lebih masif. Ini menjadikan RUPTL 2021-2030 sebagai RUPTL paling hijau sepanjang sejarah kelistrikan Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, di tengah tantangan pemanasan global, upaya menekan emisi gas rumah kaca (GRK) harus dilakukan. Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan dalam suasana kesendirian, melainkan melalui kolaborasi.

Darmawan menjelaskan, upaya mendorong transisi energi tidak dapat dilakukan dalam suasana kesendirian.

“Untuk mendukung transisi energi, satu-satunya cara melalui kolaborasi. Kolaborasi strategi, inovasi teknologi dan investasi. Kolaborasi ini juga meliputi segmen lokal, nasional, regional hingga global,” lanjut Darmawan.

Darmawan menegaskan, upaya mendorong proyek EBT bakal terus berlanjut ke depannya.

Dalam kesempatannya, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengungkapkan, energi listrik dari dua PLTM ini dapat menjadi sumber pasokan listrik wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar). Sementara itu, PLTSa Kota Pelembang akan mendorong pemanfaatan sampah mencapai 1.000 ton per hari sehingga mampu menurunkan emisi karbon sekitar 111 ribu ton CO2 per tahun.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Wiluyo Kusdwiharto mengungkapkan, energi listrik dari dua PLTM ini dapat menjadi sumber pasokan listrik wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

“Selain sumber pasokan listrik, diharapkan dapat meningkatkan kondisi sistem operasi kelistrikan di wilayah Sulselrabar,” ungkap Wiluyo.

BACA JUGA :

Realisasikan PMN, PLN Bangun PLTS Battery Storage, 2 Kampung di Kabupaten Sarmi, Papua Kini Terang Benderang

Adapun, PLTM Salu Noling dan PLTM Tomoni termasuk dalam proyek pembangkit EBT yang direncanakan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030. Wiluyo melanjutkan, selain meningkatkan bauran EBT, kedua proyek yang listriknya akan diserap PLN ini akan mendorong pengurangan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta menurunkan emisi CO2. PLTM Salu Noling dan PLTM Tomoni ditargetkan beroperasi komersil atau Commercial Operations Date (COD) pada 2026 mendatang.

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Kota Palembang 17,7 megawatt (MW) antara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) dan Presiden Direktur PT Indo Green Power, Shao Jianli (tengah) yang disaksikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Akhmad Mustain (paling kiri), Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto (paling kanan), dan Director of Investment Zheneng Jinjiang Environment, Liu Tian (kedua dari kiri).

Wiluyo melanjutkan, proyek PLTSa Kota Pelembang mendorong pemanfaatan sampah mencapai 1.000 ton per hari. Kehadiran proyek ini bekontribusi pada peningkatan bauran EBT serta penurunan emisi karbon sekitar 111 ribu ton CO2 per tahun.

Director of Investment Zheneng Jinjiang Environment, Liu Tian menilai kerja sama ini merupakan bentuk kemitraan untuk pengembangan energi terbarukan dan program lingkungan hidup di Indonesia. Menurutnya, dengan sepak terjang perusahaan dalam menangani limbah, kerja sama dengan PLN dapat berjalan dengan baik.

“Kami bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman pengelolaan teknologi sebagai kontribusi terhadap perlindungan lingkungan hidup Indonesia, termasuk untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengurangi sampah melalui program emisi karbon,” ujar Liu Tian.

BACA JUGA :

Dirut PLN Sabet Green Leadership Utama Dua Tahun Berturut-turut, PLN Pecah Rekor Borong 20 Proper Emas KLHK 2023

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling 2×5 megawatt (MW) antara Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto (kedua dari kanan) dan Direktur Utama PT Tiara Tirta Energi, Karel Sampe Pajung (kedua dari kiri) yang disaksikan oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (paling kanan) dan Chairman PT Kencana Energi Lestari, Henry Maknawi (paling kiri).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang Akhmad Mustain mengucapkan kebersyukuran atas proses panjang dari keberadaan PLTSa di kotanya sejak 2017. Proyek PJBL terbaru ini diharapkan menjadi contoh juga untuk kota lain di Indonesia dalam mengejawantahkan komitmen Indonesia mengurangi sampah.

“Sekali lagi kami mengucapkan ribuan terima kasih. Proses ini berjalan sangat luar biasa, ini adalah proyek yang masih relatif baru, saat ini hanya Surabaya, Solo dan Palembang yang ketiga. Tentunya PJBL ini akan menjadi pembelajaran juga untuk kota-kota lain yang masuk ke PLTSa tahun 2025,” ujarnya. (Rama Julian)

Foto : Dok PLN

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), kelistrikan, energi terbarukan (ebt), industri penunjang, lingkungan, CSR, perdagangan dan lainnya.

Check Also

Gandeng Boboca Diving Club, PLN Konsisten Perkuat Konservasi Terumbu Karang

RESOURCESASIA.ID, MANADO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *