Sunday , 19 April 2026
Home / ENERGI HIJAU / Anak Muda Ingatkan Transisi Energi Harus Berkeadilan
Generasi Energi Bersih (GENB) dalam Sustainergy Show 2025 bertema “Power Shift Youth Demand Energy Justice Now!” di Jakarta (14-09-2025).

Anak Muda Ingatkan Transisi Energi Harus Berkeadilan

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Puluhan anak muda dari komunitas energi, lingkungan, dan mahasiswa berkumpul dalam forum Sustainergy Show 2025 bertema “Power Shift: Youth Demand Energy Justice Now!” di Jakarta (14/9/2025). Acara ini menjadi ruang diskusi lintas aktor untuk menyoroti bahwa transisi energi harus berjalan adil bagi semua pihak.

Mereka sepakat bahwa transisi energi tak boleh hanya menjadi agenda pemerintah atau korporasi. Perubahan menuju energi bersih harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, terutama kelompok yang selama ini tertinggal dalam akses energi.

Arie Rostika Utami, Manajer Outreach & Advocacy Yayasan Indonesia Cerah, menekankan bahwa energi adalah kebutuhan dasar yang tak bisa ditawar.

“Energi itu ibarat nutrisi. Tanpa nutrisi yang cukup, kita tidak bisa tumbuh bersama,” ujarnya.

Menurut Arie, arah kebijakan pemerintah sering kontradiktif. Di satu sisi, Indonesia punya target untuk mencapai target net-zero emission pada 2060. Di sisi lain, subsidi energi fosil masih mendominasi, sementara regulasi untuk energi bersih berjalan lambat.

“Ini mencederai masyarakat. Generasi muda harus kritis mengawal arah transisi, termasuk Second Nationally Determined Contribution (SNDC) dan regulasi terkait iklim dan energi lainnya. Transisi energi harus terukur, berbasis sains, dan memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal,” jelasnya.

Arie juga menyinggung wacana RUU Keadilan Iklim yang sedang digodok. Menurutnya, anak muda perlu mengawal pembahasan agar tidak sekadar jargon, tetapi benar-benar melindungi kelompok rentan yang terdampak krisis iklim.

Di tempat sama, Uliyasi Simanjuntak, Manajer Program Komunikasi Strategis Net Zero,  di Institute for Essential Services Reform (IESR), menambahkan perspektif soal kualitas energi.

“Rasio elektrifikasi nasional memang hampir 100 persen. Tapi di wilayah timur, banyak desa hanya menikmati listrik beberapa jam sehari. Akses listrik sudah ada, tapi belum mampu memenuhi kebutuhan strategis maupun mendukung aktivitas ekonomi produktif, melainkan sebatas penerangan yang bahkan tidak tersedia penuh 24 jam,” katanya.

Uli mencontohkan Desa Prailangina di Sumba Timur. Di sana, warga kesulitan mengakses air bersih karena sumber air jauh dan tidak ada jaringan listrik. Solusinya datang dari pompa surya, yang memanfaatkan energi matahari untuk menarik air ke dekat permukiman.

“Energi terbarukan bukan hanya soal emisi rendah. Ia juga memberi manfaat sosial, seperti membuka lapangan kerja hijau bagi generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, keadilan energi berarti energi mampu meningkatkan kualitas hidup dan membuat masyarakat lebih produktif. 

“Jadi melebihi angka rasio elektrifikasi, keadilan energi harus memastikan semua lapisan masyarakat mendapat akses energi yang andal, terjangkau, aman, dan bermanfaat untuk pembangunan sosial-ekonomi,” tambahnya.

Sorotan lain datang dari Andy Bahari (Abe), National Leader World Cleanup Day Indonesia. Ia mengingatkan bahwa masih ada puluhan ribu keluarga di Indonesia yang belum menikmati listrik.

“Keadilan berarti kita menghargai hak teman-teman yang belum mendapatkannya, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk hidup lebih hemat energi,” ujarnya.

Bagi Abe, peran anak muda tidak berhenti pada forum diskusi. Kesadaran harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Ia mencontohkan kebiasaan membawa tumbler, mengurangi sampah sekali pakai, hingga aktif dalam program lingkungan di sekolah dan kampus.

“Semua orang punya hak untuk bersuara. Tapi yang lebih penting, lakukan bersama secara kolektif,” tegasnya.

Membuka Ruang Kolaborasi

Acara ini dibuka oleh Deon Arinaldo, Manajer Transformasi Sistem Energi, IESR. Ia menekankan bahwa akses energi adalah kunci untuk keluar dari ketidakadilan.

“Kualitas dan opsi hidup seseorang meningkat ketika ia memiliki akses energi yang memadai, bukan hanya untuk kebutuhan dasar, tetapi juga pendidikan, kesehatan, hingga peluang ekonomi. Sila Kelima Pancasila mengingatkan kita bahwa keadilan sosial hanya mungkin terwujud jika akses energi merata. Inovasi kecil seperti mikrohidro, PLTS atap, dan PLTB mini bisa menjadi jalan keluar dan anak muda dapat menjadi katalisatornya,” ujarnya.

Selain diskusi publik, Sustainergy Show 2025 juga menghadirkan pertunjukan teater, musikalisasi puisi, dan sesi interaktif untuk mengukur jejak karbon pribadi. Format ini dirancang agar isu energi tidak berhenti pada tataran teknis, tetapi dekat dengan keseharian generasi muda.

Bagi GEN-B, momentum ini adalah cara menjembatani wacana besar transisi energi dengan tindakan nyata di tingkat komunitas. “Kita ingin anak muda tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut terlibat,” kata Ilham Maulana, Ketua GEN-B, penyelenggara Sustainergy Show 2025.

Meski para narasumber datang dari latar berbeda, advokasi kebijakan, komunikasi strategis, dan gerakan sosial, mereka sepakat bahwa transisi energi tidak boleh hanya menguntungkan sebagian pihak. (Rama Julian)

Foto: IESR

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

ICP Maret 2026 Tembus USD102,26 per Barel, Dipicu Eskalasi Konflik Global

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Harga rata-rata Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada bulan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *