Thursday , 15 October 2026
Home / KELISTRIKAN / Inovasi Cerdaya ITPLN Hemat Tagihan Listrik UMKM Hingga Rp500 Ribu

Inovasi Cerdaya ITPLN Hemat Tagihan Listrik UMKM Hingga Rp500 Ribu

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Mahasiswa S1 Teknik Sistem Energi Institut Teknologi PLN (ITPLN), Ahmad Hafidz Susanto, mengembangkan CERDAYA (Smart Energy Management System), perangkat manajemen energi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menekan biaya listrik.

Inovasi tersebut meraih dua penghargaan sekaligus, yakni medali perak atau juara kedua dan Best Idea dalam kategori Business Plan Competition pada InspireX Summit Fest 2026 yang diselenggarakan Universitas Brawijaya, Malang.

Dalam pengembangannya, Ahmad berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh, yakni Aira dan Fayad. Menurut Ahmad, gagasan awal dan pembuatan perangkat CERDAYA berasal dari dirinya, sedangkan rekan satu timnya berkontribusi menyempurnakan sistem berbasis web dan alur bisnis.

“Jadi, kami mengembangkan alat inovasi itu dalam satu tim dengan mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala, Aceh. Namun, ide dan alatnya murni saya buat sendiri. Mereka membantu menyempurnakan sistem web serta alur bisnisnya,” ujar Ahmad saat berbincang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Diakuinya, pembuatan perangkat CERDAYA juga mendapat dukungan dari PT Pembangunan Aceh (PEMA) dan PLN Aceh untuk membiayai proses perakitan alat. CERDAYA dikembangkan untuk menjawab persoalan efisiensi energi pada UMKM, khususnya usaha yang menggunakan peralatan listrik berdaya besar, seperti laundry, kafe, dan sektor budidaya produktif.

Ahmad menilai, biaya listrik menjadi salah satu komponen operasional yang memengaruhi keuntungan pelaku usaha. Sementara itu, audit energi konvensional membutuhkan biaya yang relatif besar dan perangkat pemantauan listrik generik belum tentu sesuai untuk seluruh jenis peralatan.

“Inovasi CERDAYA ini menggunakan sensor current transformer (CT) clamp yang dipasang pada sejumlah titik untuk mengukur konsumsi daya peralatan listrik,” katanya.

Data yang terkumpul, lanjut Ahmad, kemudian dianalisis menggunakan teknologi AI Predictive Analytics untuk menghasilkan evaluasi penggunaan energi dan rekomendasi penghematan.

Laporan pemakaian listrik beserta rekomendasi efisiensi dikirimkan secara berkala melalui aplikasi WhatsApp. Informasi tersebut disajikan dalam nominal rupiah agar mudah dipahami pengelola usaha dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.

Dengan sistem tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat mengidentifikasi penggunaan listrik yang tidak efisien tanpa harus melakukan pencatatan konsumsi daya secara manual.

“Untuk memperluas akses teknologi bagi UMKM, CERDAYA menawarkan skema Hardware-as-a-Service (HaaS) atau Rent-to-Own dengan biaya Rp179 ribu per bulan,” ucapnya.

Skema ini dirancang agar pelaku usaha dapat menggunakan perangkat pemantauan energi tanpa harus mengeluarkan modal awal yang besar untuk membeli perangkat.

Berdasarkan hasil ujicoba, Ahmad menjelaskan potensi penghematan tagihan listrik rata-rata dapat mencapai Rp500 ribu per bulan. Jika hasil tersebut tercapai, penghematan bruto setelah dikurangi biaya berlangganan berpotensi mencapai Rp321 ribu per bulan.

Besaran penghematan aktual tetap bergantung pada pola konsumsi listrik, karakteristik peralatan, serta rekomendasi efisiensi yang dapat diterapkan oleh masing-masing usaha.

CERDAYA telah diimplementasikan pada usaha laundry lokal di Jakarta Barat dan tambak udang Ananta Group di Meulaboh, Aceh. Penerapan pada dua sektor berbeda tersebut menjadi langkah awal untuk menguji fleksibilitas perangkat dalam membantu pengelolaan energi, baik pada usaha jasa perkotaan maupun kegiatan budidaya perikanan.

“Ke depan, tim CERDAYA menargetkan perluasan implementasi hingga 10.000 titik UMKM di berbagai kota besar di Indonesia dalam tiga tahun,” imbuhnya.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi manajemen energi yang lebih terjangkau sekaligus membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi biaya operasional.

“Harapann6a, alat cerdaya itu dapat dikomersialkan dan bermanfaat serta berdampak kepada banyak orang terutama umkm,” ucapnya.

Bagi Ahmad, CERDAYA tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga upaya menghadirkan solusi yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi lintas perguruan tinggi dan dukungan mitra industri menjadi bagian dari proses pengembangan agar inovasi tersebut memiliki manfaat nyata bagi sektor usaha produktif. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok ITPLN

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Dirut Baru PLN Harus Membawa Transformasi Bisnis, Bukan Sekadar Melanjutkan Program Lama

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai pergantian Direktur Utama PT PLN …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *