KARAWANG, RESOURCESASIA.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Institut Teknologi PLN (ITPLN) membangun Sistem Pompa Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung irigasi pertanian di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Program yang dilaksanakan pada 10 April 2026 itu ditujukan untuk meningkatkan kemandirian energi petani sekaligus mendorong penerapan energi bersih di sektor pertanian.
Karawang dipilih sebagai lokasi implementasi karena merupakan salah satu lumbung padi nasional yang memiliki potensi penyinaran matahari tinggi sepanjang tahun. Pemanfaatan energi surya dinilai mampu menjadi solusi atas tingginya biaya operasional pompa air berbahan bakar diesel yang masih digunakan sebagian petani.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ITPLN, Andi Junaidi S.T., M.T., mengatakan kebutuhan air yang stabil menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Namun, ketergantungan terhadap pompa diesel selama ini masih membebani petani dari sisi biaya operasional dan dampak lingkungan.

“Karawang memiliki potensi energi surya yang sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi irigasi. Melalui sistem pompa tenaga surya ini, kami ingin menghadirkan solusi yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kemandirian energi petani,” ujar Andi dalam keterangan yang diterima, Selasa, 9 Juni 2026.
Program tersebut dilaksanakan bersama anggota tim PKM ITPLN, yakni Dr. Agus Sudianto S.T., M.Sc., Sofitri Rahayu, S.Pd., M.Eng., dan Rudina Okvasari, S.Pd., M.Si.
Sistem yang dibangun memanfaatkan panel surya untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik yang digunakan menggerakkan pompa air. Perancangan teknologi dilakukan berdasarkan kebutuhan air irigasi, karakteristik lahan persawahan, kedalaman sumber air, serta potensi energi surya di lokasi.
Tim juga memperhitungkan kapasitas panel surya dan sistem penyimpanan energi agar pompa dapat beroperasi secara optimal selama musim tanam berlangsung.
Menurut Andi, salah satu keunggulan utama sistem tersebut adalah efisiensi biaya operasional. Dengan memanfaatkan energi matahari yang tersedia secara gratis, penggunaan pompa tenaga surya diperkirakan mampu menekan biaya operasional petani hingga sekitar 60 persen dibandingkan pompa diesel konvensional.
Selain membangun infrastruktur, tim PKM ITPLN memberikan pelatihan kepada kelompok tani terkait pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan penggunaan teknologi dalam jangka panjang.
“Kami berharap teknologi ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air irigasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari transisi energi,” ujarnya.
Program tersebut turut melibatkan kelompok tani dan perangkat desa setempat sebagai mitra dalam pengelolaan serta pemeliharaan sistem. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus menjaga keberlangsungan operasional teknologi yang telah dibangun.
Melalui pemanfaatan energi surya untuk sistem irigasi pertanian, ITPLN berharap proyek ini dapat menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan penguatan ketahanan pangan nasional serta percepatan transisi energi bersih dan pembangunan rendah karbon di Indonesia. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok ITPLN
Resources Asia Energi News Makers