JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — Climate Rangers Jakarta bersama Koalisi Danantara Monitor melakukan aksi simbolik di depan Gedung Danantara, Jakarta, Kamis (10/9). Aksi ini menyoroti pentingnya keterlibatan orang muda dalam mengawal arah investasi negara dan memastikan bahwa keputusan investasi Danantara mempertimbangkan kepentingan generasi mendatang.
Danantara mengelola aset BUMN senilai ratusan triliun rupiah. Keputusan mengenai arah investasi tersebut tidak hanya berdampak pada perekonomian hari ini, tetapi juga menentukan kualitas lingkungan, pilihan pembangunan, dan ruang hidup yang akan diwarisi oleh generasi muda. Karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik menjadi bagian penting dalam pengawasan terhadap investasi negara.
Kekhawatiran tersebut semakin relevan dengan adanya keterlibatan investasi dan pembiayaan pada sejumlah proyek yang berkaitan dengan batu bara dan energi fosil, termasuk pengembangan coal-to-DME (DME) serta proyek-proyek smelter yang memiliki kebutuhan energi besar. Arah investasi semacam ini berisiko memperpanjang ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil dan menciptakan carbon lock-in dalam jangka panjang.

Melalui aksi simbolik dalam tajuk “Danantara: Investor Energi Kotor”, massa aksi membawakan uang kertas mainan dan permainan kostum pejabat Danantara serta pengelola proyek strategis yang didukung operasionalisasinya oleh Danantara sebagai simbol adanya transaksi kepentingan antar elit untuk mendapatkan keuntungan semata tanpa benar-benar memikirkan hajat hidup masyarakat luas, terdapat pula media kampanye berupa logo “D” Danantara berukuran besar dengan lambang garuda yang diubah menjadi PLTU batubara sebagai simbol atas hadirnya Danantara dalam mendukung proyek batubara dan bahan bakar fosil, dan dilanjutkan dengan aksi penyiraman logo “D” Danantara dengan “limbah proyek Danantara” yang dibuat dari cat air berwarna hitam sebagai bentuk penyampaian pesan adanya kekecewaan oleh orang muda atas andilnya Danantara dalam menghasilkan limbah industri yang masif dan mencemari lingkungan dari proyek-proyek fosil yang didukungnya selama ini.
Selain itu, terdapat beberapa poster yang menyampaikan pesan kritik atas absennya Danantara dalam mendukung agenda transisi energi bersih dan kritik pada nihilnya tanggung jawab negara dalam memastikan perlindungan atas kondisi alam Indonesia.
Orang muda menyampaikan pesan bahwa mereka bukan sekadar penonton dan penerima dampak dari keputusan investasi, tetapi juga memiliki hak untuk turut mengetahui, mengkritisi, dan terlibat dalam menentukan arah pembangunan yang kelak membentuk masa depan mereka.
Kritik terhadap bagaimana peran negara melalui kehadiran Danantara turut disampaikan oleh Campaigner Climate Rangers Jakarta, Rendy Dharmawansyah yang menyoroti tentang pengabaian yang kerap dilakukan oleh negara kepada generasi muda dalam fokus pembangunan dan dampak lingkungan.
“Dari sekian ratus triliun rupiah aset yang dikelola dan diinvestasikan oleh Danantara, sebagian besar masuk ke sektor ekstraktif, masuk ke proyek-proyek strategis pertambangan, masuk ke kantong-kantong korporasi yang merusak lingkungan. Sedangkan masyarakat sekitar proyek pembangunan hanya mendapatkan sesak sakit dari lingkungan yang tercemar. Terlebih apa yang dilakukan oleh Danantara hari ini, tidak benar-benar memperhatikan keadilan antargenerasi dan dampak kerusakan lingkungan yang kelak turut menjadi beban bagi orang muda sebagai pemilik masa depan. Danantara tak lebih hanya menjadi alat untuk memanjakan elit, dan membuat hidup warga menjadi lebih sulit” ujar Rendy Dharmawansyah, Climate Rangers Jakarta.

Hal serupa pun turut disampaikan oleh Ramadhan dari Enter Nusantara yang menyoroti pada peran yang semestinya dapat dan bisa dilakukan oleh anak muda tanpa dibatasi ruang partisipasinya sedikitpun oleh negara.
“Keterlibatan anak muda tidak boleh berhenti pada ruang konsultasi atau kampanye. Kami membutuhkan adanya transparansi dan akses terhadap informasi serta partisipasi mengenai bagaimana uang negara diinvestasikan. Kami sebagai anak muda berhak untuk dapat mengawal investasi tersebut, ketika keputusan investasi berpotensi memperpanjang ketergantungan pada energi fosil. Suara generasi muda harus menjadi bagian dari pertimbangannya” ujar Ramadhan, Enter Nusantara.
Climate Rangers Jakarta dan Koalisi Danantara Monitor mendorong agar pengelolaan investasi negara dilakukan secara transparan, akuntabel, dan membuka ruang partisipasi publik yang bermakna. Bagi orang muda, mengawal Danantara berarti mengawal keputusan yang akan menentukan masa depan mereka sendiri.
Resources Asia Energi News Makers