Friday , 22 May 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Tugas NOC Sebagai Penjaga Ketahanan Energi Tidak Mudah, Ini Sebabnya

Tugas NOC Sebagai Penjaga Ketahanan Energi Tidak Mudah, Ini Sebabnya

TANGERANG, RESOURCESASIA.ID – Perusahaan minyak nasional atau National Oil Company (NOC) kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai mesin penerimaan negara, tetapi juga memikul tanggung jawab besar menjaga ketahanan energi nasional. Bukan hal mudah karena dihadapi dengan isu transisi energi dan gejolak geopolitik global.

Oki Muraza, Wakil Direktur Utama Pertamina, mengatakan pemerintah menempatkan perusahaan energi nasional sebagai pilar utama ekonomi sekaligus penjaga keamanan pasokan energi. Dengan adanya peran ganda NOC maka strategi investasi sektor migas harus tetap dijalankan seiring transisi energi yang sedang berlangsung. Gas bumi di sini akan mengambil peranan lebih besar.

Pertamina kata Oki bahkan pernah lebih perkasa ketika masih dibawah regulasi terdahulu dengan kontribusi ke negara mencapai 60%.

“Selain menjadi mesin pendapatan, tugas kedua kami adalah menjaga ketahanan energi, dan tugas ketiga yang tak kalah penting adalah menciptakan multiplier effect atau efek pengganda ekonomi,” kata Oki di sela Plenary Special Session – Global Challenges: NOC’s At The Heart Of Energy Resilience pada IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kamis (21/5/2026).

Oki menilai gas alam akan memainkan peran penting sebagai energi transisi karena mampu menyediakan energi yang lebih rendah emisi namun tetap kompetitif secara ekonomi. Pertamina pun aktif mengembangkan proyek-proyek gas strategis, termasuk proyek Masela bersama Petronas dan Inpex dengan nilai investasi sekitar US$20 miliar.

Ia juga menyoroti tantangan besar Indonesia dalam menjaga keseimbangan pasokan energi domestik. Saat ini kapasitas kilang nasional mencapai sekitar 1 juta barel per hari, sementara produksi minyak domestik baru sekitar 600 ribu barel per hari.

“Artinya terdapat kesenjangan sekitar 400 ribu barel per hari. Karena itu kami menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan produksi,” ujarnya.

Meskipun gas menjadi pilihan utama dalam transisi energi, tapi pada kenyataannya bisnis gas lebih kompleks. Dalam proyek gas, keputusan investasi akhir membutuhkan kepastian pasar, termasuk adanya sales purchase agreement (SPA).

Secara ekonomi, pasar internasional tentu lebih menarik, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang dapat mendorong harga gas tinggi. “Namun tantangan Indonesia adalah aspek keterjangkauan energi bagi masyarakat,” ungkap Oki.

Karena itu, Pertamina harus mencari keseimbangan antara mengamankan pasar ekspor demi keekonomian proyek dan tetap memenuhi kebutuhan domestik demi ketahanan energi nasional.

Ini berkaitan dengan pupuk, ketahanan pangan, dan transisi menuju listrik yang lebih hijau. “Peralihan dari batu bara ke gas alam juga sangat bergantung pada ketersediaan dan keterjangkauan harga gas,” tegas Oki.

Sementara itu, Mohd Redhani Abdul Rahman, VP International Assets Petronas, mengatakan NOC saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat kondisi global. Menurut dia, NOC harus mampu menyeimbangkan nilai bisnis, keamanan pasokan energi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan lingkungan secara bersamaan.

“Sebagai NOC, tentu kami ingin menciptakan nilai dari sumber daya yang dimiliki. Namun yang lebih penting, kami harus memastikan keamanan pasokan energi bagi negara, memastikan energi tetap terjangkau, dan juga berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, stabilitas regulasi dan fleksibilitas kebijakan fiskal akan menjadi faktor utama dalam menarik investasi energi  yang kini dipandang sebagai salah satu pusat pertumbuhan permintaan energi dunia.

“Petronas sendiri telah beberapa kali berevolusi dalam model fiskal dan kontrak, mulai dari sistem konsesi, PSC, hingga berbagai skema fiskal baru,” jelas Redhani. (Rama Julian Saputra)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

BPMA Targetkan Ada Kontrak PSC Baru di Aceh Tahun Ini, Salah Satu Cadangannya

TANGERANG, RESOURCESASIA.ID – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyatakan berhasil menarik minat investor untuk mengelola …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *