Saturday , 3 December 2022
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Tahun 2021, SKK Migas Selesaikan 15 Proyek Dengan Investasi Rp 22,8 Triliun

Tahun 2021, SKK Migas Selesaikan 15 Proyek Dengan Investasi Rp 22,8 Triliun

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga berdampak pada pembatasan mobilitas pekerja dan peralatan, upaya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menyelesaikan proyek di tahun 2021, berhasil mencatatkan capaian yang sangat baik. Pada tahun 2021 realisasi proyek yang onstream mencapai 15 proyek, dengan investasi sebesar US$ 1,57 miliar atau setara dengan Rp 22,8 triliun.

Penambahan kapasitas produksi minyak dan gas dari kelima belas proyek yang telah onstream untuk minyak sebesar 18.468 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan tambahan kapasitas produksi gas sebesar 746 miliar kaki kubik per hari (MMSCFD). Proyek yang onstream di tahun 2021 antara lain : North Area Jindi South Jambi Block B, EPF Belato2 Selaraya Merangin Dua, Lematang Compression Medco E&P Lematang, EOR Jirak Pertamina EP, WB NAG Compression PetroChina Jabung Ltd, SP Bambu Besar (Asso) Pertamina EP, SP Akasia Bagus Pertamina EP, Upgrade Bangadua Pertamina EP, KLD PHE ONWJ, West Pangkah Saka Indonesia Ltd, Sidayu Saka Indonesia Ltd, Gas Supply to RU-V Pertamina Hulu Mahakam, Oil Plant Semberah Pertamina EP, Merakes Eni East Sepinggan, Debottlenecking FPU Jangkrik Eni Muara Bakau.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas usaha dan kerja keras KKKS dalam menyelesaikan proyek hulu migas di tahun 2021. “Terima kasih dan apresiasi untuk KKKS yang telah bekerja keras dan memberikan dedikasi yang tinggi dalam upaya menyelesaikan proyek hulu migas dalam situasi pandemi Covid-19. Pembatasan mobilitas pekerja dan peralatan, tidak menyurutkan tekad agar proyek bisa diselesaikan sesuai target di 2021. Melalui sinergi dan kerjasama yang kuat antara SKK Migas dan KKKS, maka target ini bisa kita selesaikan”.

Lebih lanjut, Deputi Operasi SKK Migas menyampaikan bahwa KKKS telah belajar dari pengalaman melaksanakan pekerjaan proyek di tahun 2020, dan melakukan adaptasi serta melakukan perbaikan dan peningkatan. Hal ini ditunjang pula dengan koordinasi dan pengawasan SKK Migas yang semakin efektif melalui integrated operation center (IOC) yang secara berkelanjutan, modul-modulnya terus bertambah.

“KKKS telah memiliki pengalaman dalam penyelesaian proyek ditahun 2020, dan segera melakukan penyesuaian standar dan prosedur dengan mendiskusikannya bersama dengan SKK Migas. Kami juga terus melakukan penambahan modul-modul di IOC, termasuk pengembangan IOC mobile berbasis perangkat bergerak, sehingga pemantauan bisa dilakukan 24 jam dalam sehari melalui perangkat mobile phone. Hasilnya kita bisa lihat target proyek hulu migas bisa diselesaikan melampaui target”, ujar Julius.

Julius menambahkan keberhasilan penyelesaian proyek hulu migas juga tidak terlepas dari penerapan aspek keselamatan kesehatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL) secara optimal, sehingga jam hilang karena proyek dihentikan karena ada kecelakaan maupun outbreak Covid-19 dapat diminimalkan. “Incident rate (IR) sebagai tolok ukur pelaksanaan K3LL di industri hulu migas dan merupakan standar secara global pada tahun 2021 sangat mengesankan. Industri hulu migas bisa mencapai IR sebesar 0,18 dan merupakan capaian yang terbaik dalam 1 (satu) dekade terakhir”, kata Julius.

“Untuk tahun 2022, jumlah proyek yang ditargetkan onstream mencapai 12 proyek besar, yang saat ini pada fase konstruksi, dengan perkiraan investasi sebesar US$ 1,35 miliar atau setara dengan Rp 19,6 triliun dan diperkirakan dapat memberikan tambahan kapasitas produksi minyak sebesar 19.000 BOPD dan tambahan kapasitas produksi gas sebesar 567 MMSCFD. Melihat capaian 2021, kami optimis target proyek hulu migas yang onstream di tahun 2022 dapat dicapai”, pungkas Julius.

Proyek hulu migas tidak hanya memberikan kontribusi pada peningkatan produksi minyak dan gas, tetapi juga memberikan dampak berganda positif lainnya seperti menggerakan industri penunjang hulu migas dan penyerapan tenaga kerja. Capaian tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tahun 2021 mencapai 58,95%, sehingga sebagian besar investasi di proyek hulu migas akan dinikmati dan mendukung peningkatan kapasitas nasional. Selain itu, dengan setiap 1 US$ miliar investasi di sektor hulu migas akan menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja, maka dengan investasi proyek hulu migas yang mencapai US$ 1,57 miliar, akan akan menyerap dan membuka lapangan kerja sebanyak 157 ribu tenaga kerja. (RA)

Foto: Dok Skk Migas

Check Also

SKK Migas Tuntaskan Pengeboran 616 Sumur Pengembangan

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Kerja keras dan upaya menjaga tingkat produksi minyak dan gas pada level …

Leave a Reply