RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 dinilai akan membuat batu bara dan gas masih mendominasi pasokan listrik Indonesia dalam 10 tahun ke depan. Bahkan, RUPTL terbaru ini justru mendorong penambahan pembangkit listrik energi fosil secara signifikan pada 2025-2029. Kondisi tersebut berisiko membuat Indonesia kehilangan momentum untuk …
Read More »Kejar Target RUKN dan Visi 75 GW, Indonesia Harus Percepat Pengembangan Tenaga Surya dan Angin
Pembangkit surya menjadi opsi terbaik bagi Indonesia agar dapat dengan cepat meningkatkan kapasitas energi terbarukan dalam jumlah besar. RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Target energi baru dan terbarukan (EBT) yang ditetapkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024-2060 sebesar 75,6 gigawatt (GW) pada 2035 butuh percepatan energi surya dan angin melalui perencanaan strategis …
Read More »Visi Presiden Prabowo untuk menghapus pembangkit fosil membutuhkan target energi bersih lebih tinggi dan investasi lebih besar
RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – CREA mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo untuk menghapus penggunaan bahan bakar fosil dari sektor pembangkit pada tahun 2040 sebagai langkah signifikan dalam mewujudkan ambisi Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca, mengatasi polusi udara, serta menarik investasi. Untuk mewujudkan visi tersebut, dibutuhkan investasi dalam jumlah besar dan target energi …
Read More »Setop PLTU di 2040, Indonesia Harus Tambah Energi Terbarukan Setidaknya 210 GW
RESOURCESCESASIA.ID, JAKARTA – Visi Presiden Prabowo Subianto mencapai nol bersih pada 2050 dengan menghentikan seluruh pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan membangun 75 gigawatt (GW) energi terbarukan, dinilai kurang ambisius. Pasalnya, tambahan 75 GW tersebut belum cukup untuk menutup selisih dari rencana penghentian pembangkit listrik bahan bakar fosil. Katherine Hasan, …
Read More »
Resources Asia Energi News Makers