Tuesday , 16 July 2024
Home / ENERGI TERBARUKAN / PLTS Hybrid Nusa Penida Kapasitas 3,5 MWac Jadi Pilot Project Pembangkit EBT di Pulau Bali
Salah satu petugas sedang sedang mengecek kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida dengan kapasitas sebesar 3,5 MWac, Sabtu, 25 November 2023 (Foto: Rama Julian Saputra)

PLTS Hybrid Nusa Penida Kapasitas 3,5 MWac Jadi Pilot Project Pembangkit EBT di Pulau Bali

RESOURCESASIA.ID, NUSA PENIDA – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan angka bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) menuju Net Zero Emission 2060, PLN Indonesia Power hadirkan pembangkit listrik ramah lingkungan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida dengan kapasitas sebesar 3,5 MWac. Berlokasi di Dusun Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kebupaten Klungkung, Bali, melalui pemerintah Provinsi Bali, PLTS Nusa Penida dijadikan pilot project dalam mendukung bauran EBT di Pulau Bali.

Dalam menuju Net Zero Emission, setelah berhasil dengan pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida sebagai pilot project , pemerintah Provinsi Bali terus menggencarkan pengembangan pembangkit EBT di Pulau Bali. Dengan sudah pulihnya kondisi pariwisata di bali pasca Covid 19, kebutuhan energi listrik kembali normal dan meningkat, untuk itu diperlukan pasokan listrik yang terus aman dan andal, dan diharapkan bersumber dari pembangkit EBT.

PLTS Hybrid Nusa Penida yang resmi beroperasi pada bulan Oktober 2022 merupakan hybrid power plant yang menggunakan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1,84 MWh. Dengan sistem operasi hybrid, tentunya akan sangat berdampak pada pengurangan penggunaan energi fosil. Dan sebagai wujud kontribusi menghadirkan energi bersih dalam sistem kelistrikan di Pulau Bali khususnya, PLTS Nusa Penida mampu menurunkan emisi sebesar 4,19 ribu ton CO2e per tahun.

BACA JUGA : PLN Indonesia Power Borong 5 Penghargaan Dalam Subroto Award 2023 dari Kementerian ESDM

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra menyampaikan bahwa PLN Indonesia Power terus mengakselerasi pertumbuhan elektrifikasi melalui pengembangan pembangkit EBT sebagai wujud dukungan korporasi terhadap target bauran energi. “Tidak berhenti sampai disini, proyek pembangunan PLTS akan terus berlanjut. Proyek PLTS akan berkontribusi besar pada target bauran energi secara nasional sesuai target pemerintah yang ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2021-2030  yang akan menambah pembangkit EBT sebesar 51,6%” ujar Edwin.

Foto : Rama Julian Saputra
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida dengan kapasitas sebesar 3,5 MWac.

Senior Manager Bali PGU I Made Harta Yasa menambahkan, hadirnya PLTS Nusa Penida ini tidak hanya mendukung target Net Zero Emission secara nasional, namun juga khususnya di Pulau Bali yang telah ditargetkan lebih cepat 15 tahun dari target nasional.

BACA JUGA : Resmikan PLTS Terapung Cirata, Presiden Jokowi: Teknologi Smart Grid PLN Bisa Mendorong Akses Listrik Bersih di Indonesia

“Kami akan terus mendukung percepatan laju energi bersih khusunya di Pulau Bali dengan menjaga keandalan sistem kelistrikan PLTS Hybrid Nusa Penida sebagai penyumbang target bauran Bali Net Zero Emission tahun 2045” ungkap Made.

Untuk PLTS Hybrid Nusa Penida, PLN Indonesa Power kedepannya juga berencana akan dilakukan pengembangan dengan penambahan kapasitas guna memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan di Pulau Bali. Selain menghadirkan energi bersih, dengan adanya PLTS di Kawasan Nusa Penida juga diharapkan dapat mendukung pariwisata yang ramah lingkungan (green tourism) di Kepulauan Nusa Penida.

Monitor real time traffic light sistem kelistrikan PLTS Nusa Penida.

I Nyoman Triasa, Senior Officer Enjinering Kimia, K3 dan Lingkungan PLN IP Bali PGU, mengatakan Pemerintah Daerah Bali fokus mengurangi emisi. Pada 2030, Nusa Penida ditargetkan akan memanfaatkan 100 persen EBT.

Petugas memantau grafik PLTS Nusa Penida.

“Nusa Penida didorong lebih awal untuk mencapai NZE dibanding Bali Daratan, salah satunya karena isolated dari segi kelistrikan,” kata dia saat ditemui di lokasi PLTS Hybrid Nusa Penida di Desa Suana, Sabtu.

BACA JUGA : PLN Resmikan 21 Unit Green Hydrogen Plant, Mampu Produksi Hingga 199 Ton Hidrogen Per Tahun

Nyoman mengatakan untuk mendukung target tersebut PLN IP akan mengembangkan PLTS di lahan sekitar PLTS Hybrid Nusa Penida. “Selain PLTS kami juga tidak menutup pengembangan energi baru terbarukan yang lain, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu,” kata Nyoman. (Rama)

Foto: Rama Julian Saputra

 

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), kelistrikan, energi terbarukan (ebt), industri penunjang, lingkungan, CSR, perdagangan dan lainnya.

Check Also

Menang Mudah 3-0 atas Pertamina Enduro, Jakarta Electric PLN Juara Putaran 2 Final Four PLN Mobile Proliga 2024

RESOURCESASIA.ID, SEMARANG – Jakarta Electric PLN kembali sukses ‘menyetrum’ Jakarta Pertamina Enduro dengan skor 3-0 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *