Wednesday , 29 April 2026
Home / ENERGI HIJAU / PLN Nusantara Power Akselerasi Pembangkit Hijau, PLTS Terapung Cirata Jadi Tonggak Pengembangan PLTS Terapung Skala Besar
PLTS Terapung Cirata akan menjadi PLTS Terapung pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang ditargetkan untuk beroperasi secara komersial pada tahun 2023. Proyek ini merupakan realisasi komitmen PT PJBI untuk mendukung utilisasi energi baru dan terbarukan serta merupakan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab. PLTS dibangun di atas Waduk Cirata yang terletak di tiga kabupaten Jawa Barat, yakni Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat.(Foto/Rama Julian Saputra)

PLN Nusantara Power Akselerasi Pembangkit Hijau, PLTS Terapung Cirata Jadi Tonggak Pengembangan PLTS Terapung Skala Besar

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) terus mengakselerasi pengembangan pembangkit hijau sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan visi PLN NP untuk menjadi perusahaan pembangkit listrik yang terpercaya dan terkemuka dalam mendukung transisi energi nasional serta target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.

Salah satu capaian penting dalam perjalanan tersebut adalah kehadiran PLTS Terapung Cirata di Waduk Cirata, Jawa Barat. Pembangkit listrik tenaga surya terapung berkapasitas 192 MWp ini menjadi yang terbesar di Indonesia dan kawasan ASEAN, sekaligus menandai babak baru pengembangan energi terbarukan skala besar di Tanah Air. Beroperasi secara komersial sejak November 2023, PLTS Terapung Cirata mampu memproduksi listrik hijau hingga 300 GWh per tahun dan menurunkan emisi karbon sekitar 214.000 ton CO₂ per tahun.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa pengembangan pembangkit hijau merupakan strategi jangka panjang perusahaan dalam menjawab tantangan masa depan sektor energi.

PLTS Terapung Cirata menandai salah satu keberhasilan PLN NP dalam upaya pengembangan pembangkit hijau skala besar dengan memanfaatkan potensi perairan waduk di Indonesia.(Foto/PLN NP)

“Transisi energi membutuhkan keberanian untuk melangkah dan konsistensi dalam eksekusi. PLN Nusantara Power memilih untuk berada di garis depan melalui pengembangan pembangkit hijau yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi sistem ketenagalistrikan nasional,” ujar Ruly.

PLTS Terapung Cirata dikembangkan dengan memanfaatkan potensi waduk sebagai ruang pembangkitan energi, tanpa mengganggu fungsi utama sumber daya air. Sinergi antara PLTS terapung dan PLTA Cirata yang telah beroperasi sejak 1988 menjadikan kawasan ini sebagai contoh ideal integrasi energi terbarukan. Dengan dukungan jaringan transmisi kuat di Pulau Jawa, pembangkit ini juga berperan penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah dengan beban puncak tertinggi di Indonesia.

PLTS Terapung Cirata akan menjadi PLTS Terapung pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang ditargetkan untuk beroperasi secara komersial pada tahun 2023. Proyek ini merupakan realisasi komitmen PT PJBI untuk mendukung utilisasi energi baru dan terbarukan serta merupakan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab. PLTS dibangun di atas Waduk Cirata yang terletak di tiga kabupaten Jawa Barat, yakni Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat.(Foto/Rama Julian Saputra)

Keberhasilan proyek strategis nasional ini menjadi fondasi bagi pengembangan pembangkit hijau PLN NP di berbagai wilayah. Saat ini, PLN NP juga telah mengoperasikan PLTS Ibu Kota Nusantara (IKN) berkapasitas 50 MW yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 8,3 MWh untuk mendukung pasokan listrik andal di Kalimantan. Selain itu, pengembangan PLTS Terapung di Waduk Karangkates tengah dipersiapkan sebagai bagian dari optimalisasi pemanfaatan waduk untuk energi bersih.

Melalui anak usahanya, PT PLN Nusantara Renewables, PLN NP juga mengembangkan berbagai proyek energi terbarukan lainnya, termasuk Proyek PLTS Jawa-1 di Batang, Pemalang, Paiton, dan Sumenep, serta Proyek Mentari Nusantara yang mencakup pembangunan PLTS di sejumlah wilayah Jawa dan luar Jawa, serta pengembangan pembangkit listrik tenaga air di Sumatra.

Ruly menambahkan, potensi energi terbarukan Indonesia, khususnya PLTS terapung, masih sangat besar untuk dikembangkan.

“Dengan ratusan bendungan dan waduk di Indonesia, PLTS terapung membuka peluang besar untuk mempercepat bauran energi bersih tanpa menambah tekanan terhadap lahan. PLN Nusantara Power siap mengoptimalkan potensi tersebut melalui kolaborasi, inovasi teknologi, dan pengelolaan proyek yang berkelanjutan,” tutup Ruly.

Kehadiran PLTS Terapung Cirata menambah pemanfaatan potensi bedungan Cirata untuk produksi energi hijau di Indonesia. Sebelumnya PLN NP telah mengoperasikan PLTA Cirata berkapasitas terpasang 1.008 MW memanfaatkan air dari bendungan tersebut.

Melalui pengembangan pembangkit hijau yang terintegrasi dan berkesinambungan, PLN Nusantara Power menegaskan perannya sebagai penggerak utama transisi energi, menghadirkan energi bersih untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan masa depan Indonesia yang lebih hijau.(Rama Julian)

Foto: Rama Julian Saputra dan PLN NP

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

PLN EPI Implementasikan Clean Energy Day, Dorong Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi Karbon

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) laksanakan program Clean Energy Day …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *