RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PLN Ino=donesia Power (PLN IP) mencatat penjualan 273 ton CO₂e emisi terverifikasi kepada Sucofindo melalui IDX Carbon.
Capaian ini menjadi bukti nyata dukungan PLN IP terhadap transisi energi dan pengembangan bisnis beyond kWh.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menyatakan bahwa di tengah tuntutan energi ramah lingkungan pada eksportir ritel, PLN IP hadir dengan solusi Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE) yang sesuai standar dan kebutuhan pasar internasional.
“Penjualan karbon ini membantu memenuhi syarat pasar internasional yang semakin peduli terhadap bisnis yang mengutamakan kelestarian lingkungan,” ujar Edwin dalam keterangan tertulis perusahaan, Jumat (3/1/2025).
Edwin menambahkan, kolaborasi penjualan 273 ton CO₂e ini adalah langkah konkret PLN IP dalam mendukung keberlanjutan dan ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Sebelumnya, PLN IP telah bekerja sama dengan PT Bala Biotech Indonesia dan PT Iklim Muda Sentosa dalam perdagangan karbon.
BACA JUGA:
PLN IP PASTIKAN PASOKAN LISTRIK WILAYAH MALUKU JELANG NATARU 2024-2025
“PLN Indonesia Power siap mewujudkan komitmen bisnis berkelanjutan dan membuka peluang di pasar global dengan nilai tambah,” tambahnya.
Melalui green initiative ini, PLN IP berupaya mengurangi jejak karbon, mendukung komitmen Pemerintah terhadap Net Zero Emission, serta membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak mitra.
Terlebih, bagi eksportir ritel yang memasuki pasar Eropa, SPE kini menjadi kebutuhan utama.
PLN Indonesia Power menawarkan solusi SPE yang memenuhi standar internasional, membantu para pelaku bisnis meraih peluang pasar global dengan keunggulan ramah lingkungan.
“Melalui carbon trading, kami berkomitmen mendukung dekarbonisasi nasional dan target Net Zero Emission 2060. PLN IP mengundang mitra untuk terlibat dalam green collaboration ini,” tutup Edwin. (RA)
Foto: Dok PLN IP
Resources Asia Energi News Makers