TANJUNG BALAI KARIMUN, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Kepulauan Riau Unit Pelaksana Pembangkitan (UP) PLTU Tanjung Balai Karimun memperkenalkan Program MAGBIO (Maggot for Biokonversi Food Waste), sebuah inovasi pengelolaan sampah sisa makanan (food waste) berbasis pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai solusi biokonversi yang efektif dan ramah lingkungan, ini menjadi bagian dari komitmen PLN Indonesia Power dalam mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat penerapan prinsip ekonomi sirkular di wilayah operasional perusahaan.
Kegiatan diisi dengan sesi edukasi mengenai permasalahan sampah sisa makanan, pengenalan maggot BSF, serta berbagai manfaat yang dihasilkan dari proses biokonversi limbah organik. Materi disampaikan oleh Tim Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K4L) UP PLTU Tanjung Balai Karimun dan diikuti oleh masyarakat Kecamatan Tebing serta perwakilan SMA Negeri 3 Karimun.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa Program MAGBIO merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus mendukung upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“PLN Indonesia Power meyakini bahwa transisi menuju masa depan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dan inovasi yang dimulai dari langkah-langkah sederhana di sekitar kita. Program MAGBIO menunjukkan bahwa sampah organik tidak harus berakhir menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bernadus.

Sementara itu, Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun menyampaikan bahwa pemanfaatan maggot BSF merupakan salah satu langkah nyata perusahaan dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
“Program MAGBIO merupakan inovasi sederhana yang memberikan manfaat besar bagi lingkungan. Melalui pemanfaatan maggot BSF, sampah sisa makanan yang sebelumnya menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna, seperti pupuk kompos dan pakan ternak. Kami berharap pengetahuan yang dibagikan melalui kegiatan ini dapat diterapkan oleh masyarakat sehingga pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara lebih efektif, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program MAGBIO, PLN Indonesia Power diharapkan dapat mendorong terciptanya kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik yang produktif dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan menjadi salah satu solusi nyata dalam mengurangi permasalahan food waste sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok PLN Indonesia Power
Resources Asia Energi News Makers