Monday , 12 October 2026
Home / KELISTRIKAN / PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat
PLTU Timor-1 Kupang yang berada di Desa Lifuleo memiliki kapasitas 100 megawatt (MW), terdiri atas dua unit masing-masing berkapasitas 50 MW. Pembangkit tersebut berperan dalam menopang keandalan pasokan listrik sistem Timor, khususnya Kupang dan wilayah sekitarnya.

PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat

KUPANG, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memulai kajian sosial di sekitar proyek gasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kupang Peaker di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kajian dilakukan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi, potensi usaha lokal, serta kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan yang selaras dengan pengembangan infrastruktur energi.

Kajian diawali melalui kick-off meeting yang melibatkan PLN EPI, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kupang, pemerintah kecamatan dan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aparat keamanan, serta tokoh masyarakat Desa Lifuleo.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan pelibatan masyarakat sejak tahap awal penting untuk membangun pemahaman bersama sekaligus menggali potensi lokal yang dapat dikembangkan seiring dengan berlangsungnya proyek.

Kiri ke Kanan : Kepala Desa Lifuleo Swingly Say; Perwakilan Kecamatan Kupang Barat Janti Tumbonat; Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Kupang I Made Dedik Parnanda Satriadi ; dan Asisten Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN EPI Timotius Robert dalam Kick Off Kajian Sosial Kawasan Project Gasifikasi PLTMG Kupang di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT.

“Yang kami lakukan bukan hanya melihat proyeknya, tetapi juga memahami kondisi masyarakat di sekitarnya. Kami membutuhkan dukungan masyarakat dan pada saat yang sama ingin memastikan keberadaan kegiatan PLN dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mamit.

“Harapannya, sinergi antara PLN, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar proyek dapat berjalan dengan baik, sementara manfaat dari keberadaan proyek juga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kajian akan memetakan sejumlah potensi dan kebutuhan masyarakat, antara lain budidaya rumput laut, ekosistem dan biota laut, pengembangan UMKM termasuk tenun ikat khas NTT, serta kebutuhan sarana dasar seperti air bersih, pendidikan, dan kesehatan. Hasil pemetaan akan menjadi salah satu dasar PLN EPI dalam menentukan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memulai kajian sosial di sekitar kawasan proyek gasifikasi pembangkit di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memetakan kondisi sosial ekonomi, potensi usaha lokal, serta kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan yang selaras dengan pengembangan infrastruktur energi di wilayah tersebut.

Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Kupang I Made Dedik Parnanda Satriadi mengatakan keandalan pembangkit dan dukungan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pelayanan kelistrikan. Seluruh proses bisnis ketenagalistrikan mulai dari pembangkitan, transmisi hingga distribusi saling berkaitan dan membutuhkan komunikasi yang baik dengan masyarakat.

“Kalau pembangkitnya bagus dan andal, kami di sisi pelayanan juga akan lebih mudah menjaga keandalan listrik kepada masyarakat. Karena itu, setiap pengembangan infrastruktur perlu dikomunikasikan dengan baik agar mendapat dukungan masyarakat dan manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ujar I Made.

Perwakilan Kecamatan Kupang Barat, Yanti Tumpu Nati menyampaikan dukungan terhadap kajian sosial tersebut dan berharap hasil pemetaan dapat menjadi dasar pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Lifuleo.

“Sebagai pemerintah, kami sangat mendukung kegiatan yang bersentuhan langsung dengan PLN dan masyarakat. Kami berharap kajian ini dapat menangkap kebutuhan dan potensi masyarakat Desa Lifuleo sehingga program yang nantinya dikembangkan benar-benar tepat sasaran, bermanfaat, dan dapat berkelanjutan,” kata Yanti.

Gasifikasi Perkuat Keandalan Energi NTT

PLTMG Kupang Peaker berkapasitas 40 megawatt (MW) di Desa Lifuleo merupakan salah satu infrastruktur pembangkitan yang mendukung keandalan sistem kelistrikan NTT. Sejalan dengan program gasifikasi pembangkit, PLN EPI mendukung kesiapan rantai pasok energi primer melalui pengembangan infrastruktur dan penyediaan gas bumi, termasuk LNG, untuk memperkuat keandalan pasokan sekaligus mendukung efisiensi pembangkitan dan transisi energi.

Melalui kajian sosial ini, PLN EPI mendorong agar pengembangan infrastruktur energi tidak hanya memperkuat keandalan kelistrikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan mendorong kemandirian masyarakat sekitar. Dengan demikian, pembangunan energi dapat tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan manfaat sosial, ekonomi, serta lingkungan yang berkelanjutan. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok PLN EPI

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

ICONMOVE Warnai HUT ke-26 PLN Icon Plus dengan Semangat Hidup Sehat dan Kepedulian Sosial

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — Perayaan ulang tahun perusahaan tidak hanya menjadi momentum untuk melihat perjalanan yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *