Monday , 7 September 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / PLN EPI Dorong Biomassa Jadi BioCNG dan Hidrogen Hijau untuk Percepat Transisi Energi
Alex Lin mewakili CEO CISRI HY&POR Technology Co., Ltd (Dua dari Kiri), Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) Santiaji Gunawan, Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir (Tengah), Direktur PT Kis Biofuels Indonesia yang diwakili oleh Sreejith, dan Yoyon Daryono mewakili Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek (Kanan) menandatangani Nota Kesepahaman tentang pengembangan BioCNG dan Pengembangan Ekosistem Hidrogen Hijau Berbasis Biomassa di Indonesia pada ajang The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran.

PLN EPI Dorong Biomassa Jadi BioCNG dan Hidrogen Hijau untuk Percepat Transisi Energi

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperluas pemanfaatan biomassa tidak hanya sebagai bahan bakar co-firing pembangkit listrik, tetapi juga sebagai bahan baku pengembangan BioCNG (Compressed Biomethane Gas) dan hidrogen hijau. Langkah tersebut diwujudkan melalui dua nota kesepahaman yang ditandatangani bersama mitra strategis pada ajang The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran sebagai upaya memperkuat bauran energi terbarukan sekaligus mendukung percepatan target net zero emission.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan pengembangan biomassa merupakan bagian dari strategi PLN Group dalam memperbesar pemanfaatan energi terbarukan sekaligus membangun rantai nilai bioenergi yang lebih luas.

“Pada dasarnya, konsepnya adalah co-firing. Bahan-bahan hayati kita kumpulkan, kita ambil, kemudian kita deploy ke pembangkit milik kita,” kata Hokkop.

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir bersama mitra strategis pada ajang The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran.

Menurut dia, PLTU menjadi salah satu pembangkit yang paling siap memanfaatkan biomassa karena karakteristik bahan bakarnya dapat diolah untuk menggantikan sebagian penggunaan batubara.

Menurut Hokkop, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menjadi pembangkit yang paling siap memanfaatkan biomassa melalui skema co-firing. Namun, pemanfaatan biomassa tidak berhenti pada substitusi sebagian batubara, melainkan terus dikembangkan menjadi berbagai produk energi terbarukan.

“Jadi perjuangannya masih panjang sampai 2030. Kita sudah agendakan pemanfaatan biomassa di PLN,” ujar Hokkop.

Salah satu pengembangan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN EPI, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), dan PT Kis Biofuels Indonesia mengenai pengembangan BioCNG dan/atau gas berbasis biomassa. Kerja sama ini memanfaatkan limbah organik, seperti Palm Oil Mill Effluent (POME) dan limbah peternakan, sebagai bahan baku untuk menghasilkan biometana yang selanjutnya diolah menjadi BioCNG. Dalam ekosistem tersebut, PGN Gagas berperan sebagai off-taker produk BioCNG. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, Santiaji Gunawan selaku Direktur Utama PGN Gagas, serta KR Ragunath Kandikeri selaku Direktur PT Kis Biofuels Indonesia.

“Metananya kita ambil, kemudian kita ciptakan reaktor dan segalanya. Tentunya dengan kerja sama dengan pihak teknologi, baru nanti kita bisa bertransaksi dengan PT Gagas,” kata Hokkop.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman tentang pengembangan BioCNG dan/atau gas berbasis biomassa untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dan mempercepat pencapaian target net zero emission.

Selain BioCNG, PLN EPI juga mendorong pengembangan biomassa sebagai bagian dari ekosistem hidrogen hijau. PLN EPI menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Ekosistem Hidrogen Hijau Berbasis Biomassa di Indonesia bersama CISRI HY&POR Technology Co., Ltd. dan PT Pupuk Kujang Cikampek yang ditandatangani oleh Direktur Biomassa PLN EPI, Mr Gu Hu selaku General Manager CISRI HY&POR Technology Co., Ltd., serta Panji Winanteya Ruky selaku Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek.

Hokkop menjelaskan, pengembangan tersebut memanfaatkan proses pengolahan biomassa untuk menghasilkan gas yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi sumber hidrogen.

“Kita tahu kalau biomassa sudah digasifikasi, tentu ada hidrogen yang lepas di situ. Itu ditangkap dan akan dipakai oleh Pupuk Kujang sebagai off-taker,” ujarnya.

Hokkop menilai keberadaan off-taker menjadi faktor penting agar pengembangan bioenergi tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

“Harapan kita, dua kerja sama ini bisa memperbesar bioenergi dan mempercepat cita-cita yang sudah dicanangkan dalam Permen ESDM dan juga secara internal di PLN Group,” kata dia.

Saat ini PLN EPI terus mengembangkan pemanfaatan biomassa dari berbagai residu pertanian, perkebunan, dan limbah organik sebagai bagian dari diversifikasi energi primer nasional. Selain mendukung program co-firing di pembangkit PLN, biomassa juga diarahkan menjadi bahan baku berbagai produk energi rendah karbon yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Melalui pengembangan BioCNG dan hidrogen hijau, PLN EPI tidak hanya memperluas pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan, tetapi juga membangun ekosistem bioenergi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah biomassa nasional, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok PLN EPI

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

PTBA Jaga Kinerja dan Perkuat Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *