Monday , 7 September 2026
Home / ENERGI TERBARUKAN / Perempuan Penggerak Energi Bersih Jadi Kunci Transisi Energi Indonesia yang Inklusif
Keterangan foto: Foto dari kanan ke kiri - Novia Utami Putri, Mada Ayu Hapsari, Rita Kefi

Perempuan Penggerak Energi Bersih Jadi Kunci Transisi Energi Indonesia yang Inklusif

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — Indonesia sedang memasuki fase penting menuju sistem energi yang lebih bersih. Berbagai pembangunan infrastruktur seperti  pembangkit listrik tenaga surya, pengembangan kendaraan listrik, pemanfaatan panas bumi, bioenergi, hingga berbagai program efisiensi energi terus didorong sebagai bagian dari agenda transisi energi.

Dalam pengembangan transisi energi ini, kebutuhannya tidak sekedar pemenuhan piranti teknis seperti teknologi, investasi, dan kebijakan tapi juga membutuhkan manusia, termasuk perempuan, yang bekerja di garis depan untuk mendorong perubahan menuju sistem energi yang lebih bersih, adil, dan berkelanjutan

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Eniya Listiani Dewi, persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah sehingga  pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia membutuhkan  dukungan seluruh pihak.

“Hingga saat ini capaian pengembangan energi baru, terbarukan dan konservasi energi grafiknya naik turun. Dari data kita lihat grafiknya memang naik, capaian investasi dan juga implementasi, tetapi memang kadang-kadang terkoreksi, bahkan triwulan pertama kemarin 18.3%, sekarang terkoreksi sedikit”, paparnya dalam sambutan acara Apresiasi Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026 di Jiexpo Kemayoran Jakarta, 3 September 2026.

Lebih jauh, Eniya juga mengapresiasi para pihak yang ikut mendorong dan terlibat aktif baik itu individu maupun korporat yang memiliki komitmen dalam pengembangan energi baru terbarukan. Bahkan pihaknya menyambut baik beberapa kampus yang juga terlibat dalam program tersebut. 

“Di mana ada universitas atau perguruan tinggi, kita overlay dengan sebaran EBT, sehingga di titik mana nanti universitas mana harus jadi  center of excellence dari PLTS misalnya” tambah Eniya.

Sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dan komitmen aktif berbagai pihak dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan dan energi bersih, acara ini turut memberikan penghargaan (awarding) kepada perusahaan, perguruan tinggi, dan individu melalui sejumlah kategori. Salah satunya adalah kategori Women in Clean Energy dalam Anugerah Energi Baru Terbarukan (AEBT) 2026, yang diberikan kepada perempuan yang dinilai memiliki komitmen dan kontribusi nyata dalam pengembangan energi bersih, inovasi, kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, serta percepatan transisi energi di Indonesia.

Salah satu penerima penghargaan Women in Clean Energi adalah Mada Ayu Habsari dari Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) yang memperoleh penghargaan dalam subkategori Energy Leader

Melalui organisasinya, Mada menjalankan komitmen pengembangan energi bersih yang selama ini menjadi area male domination dengan melibatkan banyak pekerja perempuan.

Menurut Mada Ayu Habsari transisi energi membutuhkan kontribusi dari semua pihak, termasuk perempuan. “Dengan mengakui dan memperkenalkan perempuan yang telah berkontribusi dalam energi bersih dan dekarbonisasi, kita dapat meningkatkan visibilitas mereka sebagai role model, sekaligus mendorong lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam sektor energi.” ujar Mada.

Senada dengan Mada Ayu Habsari, Rita Kefi dari Yayasan Humanis yang juga menerima penghargaan dalam subkategori Changemaker mengungkapkan pengembangan energi di Indonesia harus melibatkan semua pihak tanpa membedakan gender. 

“Kalau berbicara tentang energi, ini tantangan terbesarnya adalah bagaimana meningkatkan partisipasi perempuan di sektor energi karena orang mengenal bahwa sektor energi ini adalah sektor maskulin, sektornya laki-laki,” kata Rita Kefi.

Berlatar fakta itu Rita Kiefa menggunakan pendekatan goals gender exchange learning sustainableity di masyarakat yang kebanyakan kaum perempuannya 30-50 persen tidak bersekolah. 

Minimnya tingkat pendidikan perempuan Sumba membuat Rita Kefi dan lembaganya harus terjun ke lapangan untuk melakukan literasi dan pelatihan kepada kaum perempuan dengan metode menggambar sehingga mereka yang bersekolah juga bisa terlibat untuk kegiatan pelatihan. 

“Di pelatihan-pelatihan ini, kemudian kita melatih kepercayaan diri perempuan dari untuk mereka bisa terlibat di ruang-ruang publik misalnya mulai terlibat di musyawarah perencanaan desa, kecamatan dan kabupaten dan mereka juga membuat semacam rencana advokasi. Advokasi untuk sektor energi sesuai dengan kebutuhan mereka di tingkat desa, kabupaten dan provinsi, kurang lebih seperti ini,” jelas Rita Kefi.  

 Kontribusi Rita dan organisasinya merefleksikan perspektif bahwa transisi energi tidak boleh berhenti pada persoalan teknologi dan penurunan emisi. Perubahan sistem energi juga harus memperhatikan siapa yang mendapatkan akses, siapa yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dan siapa yang memperoleh manfaat sosial maupun ekonomi dari transisi tersebut.

Sementara perempuan lainnya yang juga menerima awarding dalam momen itu adalah  Novia Utami Putri dari Politeknik Negeri Lampung yang menerima penghargaan untuk subkategori Innovator.

Kiprah Novia memperlihatkan pentingnya peran perempuan dalam mendorong inovasi dan pengembangan solusi energi bersih yang aplikatif. Pada saat yang sama, pendidikan vokasi menjadi bagian penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan sektor energi yang terus berubah.

Pemberian anugerah pada Apresiasi EBTKE 2026 sejalan dengan upaya Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) untuk memperluas visibilitas perempuan di sektor energi sekaligus menghadirkan lebih banyak figur yang dapat menjadi role model bagi generasi masa depan.

“Pengakuan ini penting untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang kuat dalam mendorong perubahan di sektor energi. Kami berharap semakin banyak perempuan yang mendapatkan ruang untuk berkontribusi, memimpin, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujar Caecilia Galih, Project Manager SETI dari Yayasan Indonesia Cerah. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok SETI

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Transformasi Bisnis Berbuah Pengakuan, PLN Nusantara Power Raih Dua Penghargaan Marketing 2026

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Transformasi PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam mengembangkan sumber pertumbuhan baru di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *