TANGERANG, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) pada gelaran The 50th IPA Convention and Exhibition (Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026), secara resmi mengumumkan 22 struktur prospektif yang akan ditawarkan untuk dikerjasamakan melalui mekanisme Kerja Sama Operasi dan/atau Teknologi (KSOT) sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
Melalui inisiatif ini, PHE membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra strategis dalam rangka optimalisasi potensi sumber daya migas serta mendorong peningkatan investasi di sektor hulu migas Indonesia.
Adapun 22 struktur yang diumumkan dalam kesempatan ini ditawarkan dalam Penawaran KSOT Reguler yang dilakukan 2 Batch. Sebanyak 8 struktur yang ditawarkan berada di wilayah operasional Regional 1 (Sumatera) Subholding Upstream Pertamina. Sisanya sebanyak 4 struktur di wilayah operasional Regional 2 (Jawa), 7 struktur di Regional 3 (Kalimantan), dan 3 struktur di Regional 4 (Jawa Timur dan Indonesia Timur).

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PHE untuk terus membuka peluang kolaborasi yang konstruktif dan mempercepat pengembangan potensi migas nasional.
“Melalui skema KSOT ini, kami berharap dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih fleksibel dan menarik bagi para mitra strategis untuk bersama-sama mengembangkan potensi sumber daya migas Indonesia. Kami optimistis langkah ini dapat menjadi katalis positif dalam mendorong eksplorasi dan investasi hulu migas ke depan,” ujar Hermansyah.
PHE menyampaikan optimisme bahwa skema KSOT dapat menjadi salah satu alternatif mekanisme kerja sama yang efektif untuk meningkatkan daya tarik investasi sektor hulu migas, khususnya dalam pengembangan struktur-struktur prospektif yang memerlukan percepatan studi dan sinergi dengan mitra strategis.

Ke depan, PHE berharap pengumuman ini dapat menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi dan membuka peluang baru yang mampu mendukung ketahanan energi nasional serta target peningkatan produksi migas Indonesia. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok PHE
Resources Asia Energi News Makers