BANDUNG, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalui ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan konsep carbon trading atau perdagangan karbon kepada mahasiswa sebagai bagian dari edukasi energi bersih dan ekonomi rendah karbon.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (21/5/2025) itu mengangkat tema “Energizing Acceleration for Future Impact” dan menjadi wadah pertemuan antara dunia industri dengan mahasiswa untuk membahas tantangan sekaligus peluang sektor energi masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, Pertamina NRE menghadirkan booth interaktif yang memberikan pemahaman mengenai mekanisme perdagangan karbon, proses pengurangan emisi melalui kredit karbon, hingga pengembangan proyek energi rendah karbon yang mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 Indonesia.
Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi selama acara berlangsung. Banyak peserta aktif berdiskusi terkait implementasi carbon trading di Indonesia, peluang keterlibatan generasi muda dalam transisi energi nasional, hingga prospek green jobs yang kini semakin berkembang secara global.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, mengatakan pengenalan carbon trading kepada mahasiswa menjadi langkah penting untuk meningkatkan literasi generasi muda terhadap isu keberlanjutan dan dekarbonisasi.
“Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Sri.
Menurutnya, transisi energi tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru di sektor berkelanjutan. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman dan kompetensi sejak dini agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri energi masa depan.
“Potensi green jobs terus meningkat seiring fokus global terhadap energi bersih dan keberlanjutan. Ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk menyiapkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri ke depan,” tambahnya.
Dalam edukasi tersebut, Pertamina NRE juga menjelaskan konsep carbon offset kepada mahasiswa. Mekanisme ini memungkinkan individu maupun perusahaan mengimbangi emisi karbon melalui dukungan terhadap proyek-proyek penurunan emisi, seperti penanaman pohon maupun pengembangan energi bersih.
Sebelumnya, Pertamina NRE juga aktif mengampanyekan pengurangan emisi karbon melalui program carbon offset bekerja sama dengan aplikasi Livin’ by Mandiri. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pembelian kredit karbon yang mendukung proyek-proyek penurunan emisi terverifikasi.
Partisipasi Pertamina NRE dalam PGTC 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional melalui pengembangan energi bersih, peningkatan literasi carbon trading, serta penguatan kapasitas generasi muda sebagai motor penggerak transisi energi berkelanjutan di Indonesia. (Rama Julian)
Foto: Dok PNRE
Resources Asia Energi News Makers