Friday , 21 June 2024
Home / ENERGI TERBARUKAN / Pertamina Geothermal Energy Siap Jadi Motor Penggerak Percepatan Transisi Energi Terbarukan di Indonesia

Pertamina Geothermal Energy Siap Jadi Motor Penggerak Percepatan Transisi Energi Terbarukan di Indonesia

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) (IDX: PGEO) berkomitmen untuk menjadi motor penggerak dalam upaya transisi energi terbarukan serta mendukung pemerintah mencapai target Net Zero Emission 2060. 

Hadirnya ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF): Implementation of the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific 2023 ini menjadi momentum penting bagi Pertamina Geothermal Energy dalam mewujudkan komitmen tersebut. 

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Julfi Hadi mengatakan, “Sebagai perusahaan yang mendukung transisi energi terbarukan, Pertamina Geothermal Energy menilai forum AIPF ini menjadi penting dalam mempercepat transisi tersebut sehingga dapat tercapai di Indonesia melalui kerjasama serta sharing knowledge dengan berbagai pihak strategis.”

Dalam agenda AIPF ini, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 tampil di Booth Green Infrastructure BUMN yang sempat dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

“Lumut Balai Unit 2 ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional dalam mendukung percepatan transisi energi terbarukan di Indonesia,” jelas Julfi.

Saat membuka ASEAN-Indo-Pacific Forum, Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga agenda utama dari kegiatan ini. Salah satunya adalah infrastruktur hijau dan rantai pasok yang resilient. Dalam penguatan infrastruktur hijau, Julfi mengatakan, kontribusi Pertamina Geothermal Energy akan dilakukan dengan optimalisasi pengelolaan potensi panas bumi yang berada di sejumlah wilayah Kerja Panas bumi (WKP). 

Kolaborasi Lumut Balai Unit 2

Dalam kesempatan ini, Julfi menjelaskan proyek Lumut Balai Unit 2 ini dikelola melalui kolaborasi antara Indonesia dengan negara-negara Indo-Pasifik, yaitu Jepang dan Tiongkok.


“Pertamina Geothermal Energy bekerja sama dengan tiga perusahaan dari Jepang, China, dan Indonesia, yaitu Mitsubishi Corporation, SEPCO III Electric Power Construction Co, Ltd. (SEPCO III), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. untuk mengembangkan proyek Lumut Balai Unit 2,” tuturnya.


Lumut Balai Unit 2 ini juga merupakan bagian dari strategi Pertamina Geothermal Energy untuk menjadi 1 GW company dalam dua tahun mendatang. Lumut Balai Unit 2 memiliki kapasitas 55 MW atau setara dengan listrik untuk 55.000 rumah.


“Proyek Lumut Balai Unit 2 berpotensi mengurangi emisi sebesar 581.784 tCO2eq/tahun melalui pengurangan Hydrogen sulfide (H2S) dan pencairan CO2 serta berpotensi menghasilkan green hydrogen melalui elektrolisis air untuk green methanol,” ujar Julfi.

Julfi mengatakan proyek Lumut Balai Unit 2 sekarang sedang dalam tahap kajian teknis intensif, persiapan pembangunan fasilitas produksi, kegiatan test piling, serta GPP Earthwork. “Proyek ini kami harapkan akan mulai beroperasi pada tahun 2024,” tutup Julfi.

Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan 1 Wilayah Kerja Penugasan dengan kapasitas terpasang sebesar 1.877 MW, dimana 672 MW dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 80% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 13 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai tahun 2022 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Peringkat & Keterlibatan ESG. (Rama)

Foto: Dok PGE

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), kelistrikan, energi terbarukan (ebt), industri penunjang, lingkungan, CSR, perdagangan dan lainnya.

Check Also

Menilik Kebijakan Transisi Energi Indonesia

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Usai meratifikasi Perjanjian Paris pada 2015, Indonesia telah menjadikan transisi energi sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *