JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang mencakup armada onshore dan offshore, perusahaan kini menyiapkan langkah lebih jauh untuk menguasai rantai nilai pembangunan sumur.
Transformasi tersebut dilakukan melalui penguatan Integrated Project Management (IPM) dengan konsep End to End Well Construction Delivery.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, perusahaan tengah membangun kapabilitas sebagai one stop company solution. Artinya, Pertamina Drilling tak hanya menyediakan rig, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan untuk pembangunan sumur.
“Ke depan, kami ingin Pertamina Drilling bukan hanya dikenal sebagai perusahaan drilling. Kami ingin menjadi one stop company solution berbasis Integrated Project Management. Konsepnya end to end well construction delivery,” ujar Avep di Jakarta, Senin (21/9).
Menurut Avep, model tersebut memungkinkan proses pembangunan sumur dikelola secara lebih terintegrasi, mulai dari planning, drilling, well services, engineering, teknologi hingga layanan pendukung.
Dengan pendekatan ini, klien tidak sekadar membeli kapasitas rig, tetapi mendapatkan solusi pembangunan sumur secara menyeluruh dengan satu koordinasi delivery.
Pertamina Drilling menargetkan transformasi tersebut meningkatkan utilisasi aset, produktivitas, efisiensi biaya, penerapan teknologi serta value bagi klien.
Ke depan, Pertamina Drilling membidik posisi sebagai national champion Integrated Well & Construction dengan kemampuan menguasai value chain drilling dan pembangunan sumur dari sisi kemampuan, teknologi, people, aset, dan delivery. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok Pertamina Drilling
Resources Asia Energi News Makers