Friday , 14 June 2024
Home / NASIONAL / Pengamat BUMN : Kebijakan Kerja BUMN 4 Hari Dalam Seminggu Salah Kaprah, ini 3 Catatan Pertimbangan
Herry Gunawan, Pengamat BUMN dari Datanesia Institute

Pengamat BUMN : Kebijakan Kerja BUMN 4 Hari Dalam Seminggu Salah Kaprah, ini 3 Catatan Pertimbangan

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Kementerian BUMN mulai melakukan uji coba kerja empat hari dalam satu minggu kemarin. Kebijakan ini rencananya bakal diberlakukan secara permanen, termasuk ke BUMN. Rencana tersebut memunculkan sejumlah catatan yang perlu dijadikan pertimbangan.

Catatan pertama, dasar regulasi dan tata kelola. Kebijakan kerja lima atau enam hari, dasarnya jelas: Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara. Peraturan itu menegaskan, hari  kerja  instansi pemerintah sebanyak lima hari dalam satu minggu. Bahkan harinya disebut: Senin-Jumat. Jumlah jamnya, 37 jam 30 menit, tidak termasuk istirahat.

Dalam peraturan itu disampaikan, jumlah hari kerja dan/atau jam kerja dapat diubah apabila ada kebijakan Presiden terkait hari libur nasional. Kebijakan ini tidak berlaku bagi tiga kelompok: TNI, Polri, Perwakilan RI di luar negeri.

“Jadi kebijakan Menteri BUMN yang ingin kerja empat hari itu bertentangan dengan regulasi di atasnya, yakni Peraturan Presiden. Ini kacau, tata kelolanya,” ujar Herry Gunawan, Pengamat BUMN dari Datanesia Institute di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Selain itu, lanjutnya, urusan pendayagunaan aparatur sipil negara kan ada di Kementerian PAN-RB. Kalau minat, Menteri BUMN usulkan saja ke Kementerian PAN-RB biar tata kelolanya selaras. “Jangan jalan sendiri, seperti “negara dalam negara”.”

Apalagi kalau kita lihat ke belakang, tahun 2023, Menteri BUMN mau minta BUMN di bawah naungannya untuk berbagi bonus kepada pegawai Kementerian BUMN dari dividen masing- masing BUMN. “Ini kan gratifikasi. Regulator kok minta duit ke operator, bukan malah bantu mengawasi. Selain itu, dividen BUMN kan yang kelola Menteri Keuangan,” tegasnya.

Catatan kedua, model penerapannya. Sampai saat ini kita nyaris tidak mendengar polanya, kecuali: kalau bisa menabung jam kerja sehingga bisa 40 jam kerja dalam empat hari, maka bisa libur tiga hari dalam satu minggu.

Negara lain memang banyak yang uji coba kebijakan empat hari kerja ini. Misalnya Amerika Serikat, Finlandia, Jerman, Inggris, Portugal, hingga Jepang. Jangan lupa, Herry Gunawan mengingatkan, seperti Portugal dan Inggris misalnya, menggunakan pola yang disebut 100:80:100.

Gaji dibayar 100 persen untuk 80 persen waktu kerja (empat hari seminggu), tapi output atau hasil kerjanya tetap 100 persen. Saat Inggris uji coba kebijakan ini, ada tim independen yang menilai, seperti perguruan tinggi maupun organisasi non pemerintah.

“Sementara di Kementerian BUMN, penilaian dilakukan sendiri. Gak terdengar ada pihak independen yang terlibat, sehingga objektivitasnya lemah,” kata Herry.

Herry menegaskan, Jadi jangan asal comot dari luar negeri yang belum tentu cocok dengan kita. “Jangan cuma ambil liburnya yang panjang, tapi mengabaikan atau menurunkan output,” paparnya.

Perlu diingat, output dari kantor pemerintah itu adalah layanan publik. Apakah layanan harus menunggu pegawai kementerian liburan dulu?

Catatan ketiga, analisis dampak. jangan sampai, karena hanya mengejar libur tiga hari, output-nya malah ikut 80%. Akibatnya, yang stres masyarakat atau pemangku kepentingan yang semestinya dapat layanan 5 hari.

Kemudian, kalau harus berhubungan dengan mitra kerjanya yang bekerja lima hari, pertanyaannya: tugas di Kementerian BUMN ditunda, atau suruh ada yang masuk dengan kompensasi, misalnya lebur atau tunjangan khusus? “Lagi-lagi bisa tambah anggaran, sehingga dampaknya ada biaya tinggi yang jadi beban negara.”

Begitu juga jika kebijakan tersebut diterapkan di BUMN. Mungkin cocok kalau industrinya di bidang teknologi informasi atau sejenisnya. Tapi kalau BUMN di industri pengolahan, pabriknya disuruh tutup? Atau tambah karyawan lagi agar pabrik tetap beroperasi? Ujung-ujungnya kan bisa high cost. (RA)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak, oil dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), kelistrikan, energi terbarukan, industri penunjang, lingkungan, CSR, perdagangan dan lainnya.

Check Also

Dukung Fuaz Bawazier Jadi Komut MIND ID, CERI: Kami Berharap Konsisten Lakukan Pembenahan

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mengucapkan selamat dan memberikan dukungan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *