Saturday , 6 June 2026
Home / KELISTRIKAN / PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit untuk Dukung Transisi Energi
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menjadi Pembicara dalam kegiatan Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM di Medan, Sumatera Utara pada Kamis (4/6).

PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit untuk Dukung Transisi Energi

MEDAN, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit dalam diversifikasi energi hijau dan percepatan transisi energi nasional. Melalui pengembangan Bio-CNG, PLN EPI berupaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah domestik menjadi sumber energi rendah karbon yang mendukung ketahanan energi sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca.

Hal tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam kegiatan Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM di Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/6). Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, dan pemilik bahan baku untuk memperkuat ekosistem biometana nasional.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan pengembangan Bio-CNG menjadi salah satu langkah konkret perusahaan dalam mengoptimalkan potensi limbah biomassa nasional sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

Forum Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia mempertemukan pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, dan pemilik bahan baku untuk memperkuat ekosistem biometana nasional.

“PLN EPI terus mendorong pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi yang bernilai tambah. Melalui kerja sama dengan pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit, Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi Bio-CNG untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik,” ujar Hokkop

Menurut Hokkop, Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan Bio-CNG karena merupakan salah satu sentra industri kelapa sawit nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sumatera Utara dengan 237 pabrik kelapa sawit yang berpotensi menjadi sumber bahan baku biometana.

PLN EPI saat ini telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia yang telah mengembangkan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi Bio-CNG. Produk Bio-CNG tersebut direncanakan untuk mendukung kebutuhan energi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara yang memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW, dan berkontribusi sebesar 30 persen di sistem Sumatera bagian utara.

“Kami melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas pemanfaatan Bio-CNG. Karena itu, PLN EPI terus membuka peluang kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit (PKS) agar potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi,” tutur Hokkop.

Ia menambahkan bahwa pengembangan biometana tidak hanya mendukung pengurangan penggunaan energi fosil, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku industri sawit melalui pemanfaatan limbah yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi optimal.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, pemanfaatan biometana juga memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Gas metana yang berasal dari limbah cair sawit memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida. Dengan menangkap dan memanfaatkannya sebagai sumber energi, emisi gas rumah kaca kaca dapat ditekan sekaligus menghasilkan sumber energi terbarukan yang andal.

Pengembangan Bio-CNG juga sejalan dengan komitmen PLN EPI dalam mendukung target transisi energi nasional dan pencapaian Net Zero Emissions melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik.

Melalui pengembangan Bio-CNG, PLN EPI tidak hanya mengubah limbah menjadi energi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi hijau yang menghubungkan sektor perkebunan, industri, dan ketenagalistrikan. Langkah ini menjadi bukti bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai ekonomi, pengurangan emisi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok PLN EPI

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Pertamina NRE Gandeng Komunitas Energi Terbarukan

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mendukung penyelenggaraan forum Energi Baru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *