Sunday , 18 January 2026
Home / KELISTRIKAN / Menteri Jonan: Kunjungi PLTU Tanayan Riau

Menteri Jonan: Kunjungi PLTU Tanayan Riau

Resourcesasia, Pekan Baru – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan didampingi Gubernur Riau, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dan Direksi PLN  pada hari Minggu lalu (18/12) meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)  Tenayan (2×110 MW) di Pekanbaru, Riau.  Progres pembangunan PLTU sudah mencapai 95% per November 2016.

Dengan beroperasinya PLTU Tenayan ini, maka sistem kelistrikan Riau akan semakin kuat dalam melayani kebutuhan listrik yang terus meningkat (rata-rata 9%/tahun).

“Apabila PLTU Tenayan beroperasi, maka akan ada tambahan 220 MW, ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk memenuhi pasokan listrik di Riau” papar Jonan.

Disela-sela kunjungan Menteri ESDM mengapreasiasi pertumbuhan infrastruktur kelistrikan di Riau,selain itu dirinya mengungkapkan ketersediaan dan keberlangsungan bahan baku harus menjadi perhatian utama.

“Permintaan saya agar pasokan batubara untuk PLTU ini terjamin, tidak akan terhenti,  juga dicarikan alat agar konsumsi energi dari 900 gr/KWH menjadi 500 gr/kwh sehingga lebih efisien, agar tarif listriknya lebih baik,” ungkap Jonan

Dengan 2 mesin turbin, pembangkit ini mengkonsumsi 3.000 ton batu bara setiap bulan nya  dengan kalori 3.800-4.700 kkal (kalori rendah). Sementara sumber batu baranya berasal dari Jambi dan Sumatera Selatan.

Dikesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin menjelaskan, untuk kebutuhan batubara setiap unit PLTU Tenayan membutuhkan kurang lebih sekitar satu juta ton per tahun.

Sementara itu, terkait penambahan pasokan listrik untuk Riau,  PLN juga telah berhasil mendapatkan tambahan  pasokan 3×25 MW dari Balai Pungut yang juga mulai beroperasi. Oleh karena itu, pasokan listrik pada tahun depan akan lebih baik bila dibandingkan dengan tahun ini.

“Saat ini beban di Riau yakni 570 MW dengan adanya tambahan kapasitas Balai Pungut dan Tenayan sebesar 110 MW maka kapasitas pembangkit menjadi 662 MW. Nanti ada tambahan lagi 110 MW dan akan operasi maksimal awal bulan februari tahun 2017 sehingga totalnya sekitar 772  MW,” ujar Amir.

Penambahan infratruktur kelistrikan di Riau ini penting untuk mengimbangi peningkatan permintaan listrik yang semakin tinggi. Untuk tahun ini saja permintaan listrik meningkat hingga 9 %.

“Percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan sangat penting untuk memenuhi permintaan energi listrik warga Riau, untuk itu PLN bekerja 24 jam agar hal tersebut bisa terwujud, tak lupa kami berterimakasih kepada Pemerintah Daerah setempat yang sangat kooperatif membantu penyelesaian pembangunan infrastruktur kelistrikan di Riau” pungkas Amir.(RA)

Foto: Dok PLN

 

 

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

PLN NP Tegaskan Komitmen Zero Accident pada Pembukaan Bulan K3 Nasional PLTGU di Muara Tawar

BEKASI, RESOURCESASIA.ID — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menggelar pembukaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *