Saturday , 11 April 2026
Home / NASIONAL / Kominfo Gandeng Mudamudi Sosialisasi Literasi Cerdas Bermedia Sosial

Kominfo Gandeng Mudamudi Sosialisasi Literasi Cerdas Bermedia Sosial


Resourcesasia.id, Yogyakarta – Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) gandeng Mudamudigital mengadakan sosialiasi dengan tema “Literasi Cerdas Bermedia Sosial”. Acara ini diselenggarakan di Hotel Eastparc, Yogyakarta 26 Oktober 2017 di Yogyakarta kali ini merupakan Kick-Off dari delapan rangkaian acara. Dalam sosialisasi membahas internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta dari total populasi penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta orang.

Wilayah pengguna internet terbesar dipegang oleh Jawa dengan 86.339.350, sedangkan wilayah terkecil ialah Maluku dan Papua dengan jumlah 3.330.596. Generasi muda menempati posisi teratas pengguna internet. Pada kategori 20-24 tahun ditemukan 22,3 juta jiwa pengguna yang setara 82 persen dari total penduduk di kelompok itu.

​Meningkatnya perkembangan pengguna internet di Indonesia memiliki dampak positif antara lain semakin meningkatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Hal ini disebabkan akses yang lebih mudah dan telah memungkinkan siapapun untuk terhubung kapanpun diinginkan. Data APJII tahun 2016 juga menyebutkan bahwa 84.2 juta orang melakukan transaksi online dengan nilai transaksi yang diprediksi mencapai 4,89 Miliar dollar AS pada tahun yang sama.

Namun, disaat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang massif ini membuka ruang yang lebih luas untuk meningkatnya radikalisme digital, jejaring teroris online, berita palsu, ujaran kebencian dan cyberbullying

Sejak tahun 2008, terdapat 144 orang yang telah diproses hukum dikarenakan melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terutama terkait dengan berita palsu dan ujaran kebencian di media sosial (The Jakarta Post, 2017). Lebih lanjut lagi hingga tahun 2016 terdapat sekitar 773.000 situs yang diblokir oleh Kementerian Kominfo dan mayoritas situs ini merupakan situs pornografi (Kominfo, 2017).

(Kominfo) mencatat pengguna internet di Tanah Air mencapai 132,7 juta dari total populasi penduduk sebesar 256,2 juta orang. Dari data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), anak muda menempati posisi teratas pengguna internet.

Pada kategori 20-24 tahun ditemukan 22,3 juta jiwa pengguna yang setara 82 persen dari total penduduk di kelompok itu. Sedangkan, pada kelompok 25-29 tahun, terdapat 24 juta pengguna atau setara 80 persen total jumlah jiwa.

“Wilayah pengguna internet terbesar dipegang oleh Jawa dengan 86.339.350, sedangkan wilayah terkecil ialah Maluku dan Papua dengan jumlah 3.330.596,” ujar Sekretaris Ditjen Aplikasi Informatika, Mariam Barata dalam keterangannya, Kamis (26/10).

Menurutnya, meningkatnya perkembangan pengguna internet di Indonesia memiliki dampak positif antara lain semakin meningkatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Hal ini disebabkan akses yang lebih mudah dan telah memungkinkan siapapun untuk terhubung. Data APJII, di 2016 terdapat 84,2 juta orang melakukan transaksi online dengan nilai transaksi yang diprediksi mencapai USD 4,89 miliar.

“Namun, disaat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang masif ini membuka ruang yang lebih luas untuk meningkatnya radikalisme digital, jejaring teroris online, berita palsu, ujaran kebencian dan cyberbullying,” tegasnya.

Sejak 2008, terdapat 144 orang yang telah diproses hukum dikarenakan melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terutama terkait dengan berita palsu dan ujaran kebencian di media sosial. Hingga 2016, terdapat sekitar 773.000 situs yang diblokir oleh Kementerian Kominfo dan mayoritas situs ini merupakan situs pornografi.

Mariam menambahkan Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp dan Line merupakan situs-situs yang paling banyak digandrungi anak muda yang notabene mempunyai angka tertinggi pengguna internet. Ironisnya, dari situs-situs itu wadah bagi berita hoax untuk menyebar dengan cepat.

“Bisa dibayangkan apabila generasi penerus bangsa ini tidak cerdas literasi digital. Mereka akan mudah percaya berita-berita hoax yang menyesatkan dan berpotensi untuk memecah belah persatuan. Indonesia pada masa depan hanya akan menjadi mimpi buruk,” jelasnya.

​Untuk itu, Mudamudigital beserta Siberkreasi, FIRAL dan Kementerian Komunikasi dan Infromartika ingin mengajak generasi muda agar menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas melalui Sosialisasi Literasi Cerdas Bermedia Sosial. Generasi yang tidak hanya dapat manangkal konten negatif tapi juga dapat meciptakan konten-konten kreatif di dunia digital. Namun juga memiliki dampak positif bagi kemajuan bangsa ini, tutup Mariam. (Dwi)

Foto: Dok Kominfo

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

INALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Tegaskan Konsistensi Kinerja ESG Berkelanjutan

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *