Saturday , 25 April 2026
Home / ENERGI HIJAU / Kayuh Sepeda untuk Masa Depan Transisi Energi, Seruan #BersihkanBankmu Hentikan Pembiayaan Listrik Kotor Batu Bara

Kayuh Sepeda untuk Masa Depan Transisi Energi, Seruan #BersihkanBankmu Hentikan Pembiayaan Listrik Kotor Batu Bara

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pawai sepeda digelar Enter Nusantara bersama koalisi #BersihkanBankmu di Car Free Day. Pawai tersebut singgah di depan kantor 3 bank nasional dengan menyerukan penghentian membiayai listrik kotor seperti industri pertambangan dan PLTU batu bara. Sektor perbankan memegang peran krusial untuk mendukung target iklim dan transisi energi Indonesia yang membutuhkan kolaborasi dan pendanaan.

Pawai ini menunjukkan bahwa langkah besar dari sektor finansial akan sangat berdampak untuk masa depan bumi dan manusia. Secara global arah pendanaan sektor energi terbarukan menunjukan peningkatan. Sayangnya, pada temuan laporan #BersihkanBankmu yang dirilis bulan Juli 2025 mengungkapkan bahwa bank Himbara, seperti Bank Mandiri telah mengucurkan dana sebesar US$3.2 miliar, BRI sebesar US$809.6 juta, dan BNI sebesar US$719.7 juta untuk industri batu bara pada periode 2021-2024.

“Kami mengayuh sepeda di CFD bukan hanya untuk berolahraga. Kami ingin menunjukan dan menginformasikan kepada publik apa yang mereka jarang mereka ketahui tentang uang. Uang mereka yang ada di bank Himbara. Pawai sepeda ini adalah pengingat dari kami sebagai nasabah dan anak muda kepada bank Himbara bahwa kami menolak anggapan pendanaan batu bara itu hanya sekedar masalah bisnis.” ujar Ramadhan, Koordinator Aksi Enter Nusantara.

“Pendanaan bank kepada industri fosil kotor adalah ancaman langsung terhadap udara yang dihirup, air yang diminum, tanah yang menghidupi tumbuhan dan kelanjutan hidup kita sebagai bangsa. Setiap kayuhan sepeda hari ini adalah sebuah tekanan moral dan kami menuntut bank Himbara segera menghentikan pembiayaan kehancuran bumi dan memberikan porsi yang lebih besar untuk track atau pembiayaan hijau. Jangan jadikan uang nasabah sebagai bahan bakar krisis iklim dan mempertaruhkan masa depan anak muda!” Lanjut Ramadhan.

Menurut laporan Center for Energy, Ecology, and Development (CEED) berjudul Southeast Asia Fossil Fuel Divestment Scorecard 2025 yang dirilis akhir Mei menyebutkan bahwa di wilayah Asia Tenggara, Bank nasional menyumbang 12 persen dari total pembiayaan batu bara selama 2016–2024, atau sekitar USD 3,96 miliar. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kontribusi tertinggi, bersanding dengan Filipina dan Vietnam.

“Transisi energi menuju lebih hijau membutuhkan transparansi pendanaan dan kolaborasi dari lintas sektor. Untuk itu, OJK, sebagai regulator perbankan, perlu mengambil langkah strategis dalam menyusun kebijakan yang sejalan dengan perjanjian Paris dan selaras dengan target iklim. Bumi semakin panas, dampak krisis iklim yang kita rasakan saat ini seperti cuaca ekstrim, banjir bandang, longsor dan kekeringan adalah hasil dari investasi serampangan dan sesat.” Tasya, Community and Engagement Climate Ranger Jakarta. (RA)

Foto: Dok

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Respon Kehadiran Bahan Bakar Alternatif, Ditjen Migas Arahkan Uji Teknis Klasifikasi Bobibos

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *