Mahnaz Ramadhan, Pegiat CSR/Alumnus Komunikasi UPN Jakarta
JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Di tengah kabut pagi yang menyelimuti pegunungan Sopokomil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, kehadiran PT Dairi Prima Mineral (DPM) bukan cuma tentang potensi tambang seng dan timbal bawah tanah yang masif. Sejak era eksplorasi di akhir 1990-an, perusahaan joint venture antara investor China (NFC) dan Bumi Resources Minerals (BRM) ini telah menjalankan peran sebagai mitra pembangunan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau lebih tepatnya Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Walau produksi komersial belum dimulai secara penuh hingga Juni 2026, jejak kontribusi sosial DPM telah terasa di enam desa/kelurahan lingkar tambang di Kecamatan Silima Pungga-Pungga dan sekitarnya.
Program CSR DPM bermula sejak tahap eksplorasi dan persiapan Kontrak Karya (KK) tahun 1998. Pada awal 2000-an, fokus utama perusahaan adalah membangun kepercayaan masyarakat dan mendukung kebutuhan dasar. Sebuah studi tahun 2009 dari Universitas Sumatera Utara menyebut secara detail, persepsi masyarakat terhadap program pengembangan masyarakat DPM, khususnya di bidang pendidikan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Visi resmi pengembangan masyarakat (community development) DPM menekankan penciptaan lingkungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta pengembangan potensi lokal. Program ini mencakup empat pilar utama: peningkatan sumber daya manusia, fasilitas lokal (kesehatan, transportasi, pendidikan, keagamaan), pengembangan kewirausahaan berbasis sumber daya lokal, dan penguatan kelembagaan masyarakat. Secara operasional, kegiatan dibagi menjadi community services, community empowering, dan community relations.
Pilar Pendidikan: Investasi pada Generasi Emas Dairi
Pendidikan menjadi salah satu andalan program PPM DPM sejak awal. Perusahaan mengklaim tak hanya memberikan bantuan sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga meluncurkan program beasiswa bergengsi yang membuka pintu dunia internasional bagi putra-putri daerah. Program beasiswa luar negeri, misalnya, dimulai sekitar 2019. Angkatan pertama (4 orang) dan kedua (8 orang) dikirim ke China Southern University untuk jurusan terkait teknik pertambangan dan manufaktur. Hingga 2025, 12 mahasiswa telah menyelesaikan studi, termasuk Catrin Sinaga yang lulus dari jurusan Mineral Processing Engineering.
Pada 2026, enam putra daerah angkatan ke-4 lolos seleksi dan menjalani pembekalan untuk kuliah di Guangdong Polytechnic of Industry and Commerce (GDPIC) dengan program Diploma tiga tahun di bidang manufaktur dan otomasi mesin. Beasiswa ini mencakup biaya penuh, pendampingan akademik, dan penguatan karakter, dengan harapan para alumni kembali berkontribusi membangun Dairi.
Di tingkat lokal, DPM mendukung Taman Baca Sekolah, penyediaan buku pelajaran, kamus, dan mainan edukatif untuk TK hingga SD (dunia-energi.com). Program ini bertujuan menumbuh-kembangkan minat baca sejak dini dan meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah terpencil.
Kesehatan Masyarakat: Nutrisi dan Akses Layanan Dasar
Tak ketinggalan, kesehatan menjadi prioritas konsisten, terutama bagi kelompok rentan. Sejak 2024, DPM rutin menyalurkan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi bagi balita dan lansia. Pada November 2024, program ini menjangkau 1.173 penerima. Sepanjang 2025, bantuan kesehatan di enam desa mencakup PMT dan pemeriksaan kesehatan bagi sekitar 1.200 orang. (sumutpos.jawapos.com)
Program ini berlanjut hingga 2026, dengan distribusi ribuan paket makanan tambahan secara berkala. Di samping itu, perusahaan mendukung renovasi pos pelayanan terpadu atau posyandu dan fasilitas kesehatan dasar, serta respons cepat terhadap bencana alam seperti banjir dan longsor di Sumatera Utara dan Aceh (2025), termasuk bantuan logistik dan tunai Rp100 juta.
Pemberdayaan Ekonomi: Dari Bibit hingga Kemandirian
Kendati tambang belum berproduksi, DPM aktif mendorong diversifikasi ekonomi lokal yang berbasis pertania, kekuatan utama Dairi sebagai sentra kopi Robusta, kakao, dan durian. Program pengembangan pertanian melibatkan lebih dari 120 petani dari enam desa. Mereka mendapat pelatihan budidaya kakao, durian, kopi, serta bantuan bibit. Pada 2026, perusahaan mendistribusikan 1.400 bibit kopi dan kemiri menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, serta 10.000 bibit kemiri ke Pemkab Dairi. Demonstration Plot (Demplot) budidaya ikan air tawar dan pelatihan untuk 13 pemilik kolam di Desa Polling Anak menjadi inisiatif baru untuk diversifikasi pendapatan.
Program ini selaras dengan pilar kemandirian ekonomi PPM, yang mendorong kewirausahaan berbasis sumber daya lokal dan hilirisasi komoditas unggulan.
Infrastruktur, Sosial-Budaya, dan Lingkungan
DPM berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk perbaikan jalan utama, penerangan jalan, dan fasilitas umum. Di bidang sosial-keagamaan (gaoelnews.com), perusahaan mendukung pembangunan masjid (seperti Masjid Ar-Rahman di Parongil), Safari Ramadhan dengan bantuan sembako untuk yatim dan lansia, serta perayaan hari besar keagamaan.
Adapun di bidang lingkungan, selain penanaman bibit pohon, perusahaan menekankan reklamasi dan pendekatan pertambangan ramah lingkungan melalui metode backfilling, yakni pengisian kembali rongga tambang bawah tanah, sebagai solusi pengelolaan tailing, menggantikan rencana fasilitas penyimpanan tailing (TSF) konvensional di permukaan. Metode backfilling dinilai dapat meminimalkan risiko lingkungan jangka panjang, mendukung stabilitas tambang, dan memudahkan reklamasi lahan pascatambang. Perusahaan juga aktif melakukan sosialisasi publik bersama Pemerintah Kabupaten Dairi, menjanjikan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, dan kepatuhan terhadap praktik-praktik pertambangan yang baik (Good Mining Practices).
Penutup: Dampak dan Tantangan
Sampai tahun 2026, program PPM DPM telah menjangkau ribuan warga langsung, menciptakan multiplier effect di bidang ekonomi dan sosial. Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Eksternal PT DPM Radianto Arifin berulang kali menegaskan komitmen keberlanjutan perusahaan (dunia-energi.com), “Kami berharap kontribusi kami dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung serta mendukung peningkatan kapasitas masyarakat.”
Kendati demikian, program CSR ini berjalan di tengah dinamika kompleks proyek tambang, termasuk isu lingkungan dan penerimaan masyarakat. DPM terus menjadikan transparansi dan dialog sebagai pendekatan utama.
Perjalanan CSR PT Dairi Prima Mineral menunjukkan bahwa pertambangan modern tak hanya tentang ekstraksi sumber daya, melainkan juga investasi jangka panjang pada manusia dan lingkungan. Dari beasiswa ke China hingga bibit kopi di lahan petani, DPM tengah menenun narasi pembangunan inklusif di tanah Dairi. Apakah ini akan menjadi model sukses pertambangan berkelanjutan di Indonesia, sangat bergantung pada konsistensi, transparansi, dan kolaborasi semua pihak. Di lereng Sopokomil yang hijau, asa itu terus tumbuh—satu bibit, satu beasiswa, satu paket nutrisi pada satu waktu.
Resources Asia Energi News Makers