Monday , 19 April 2021
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Inovasi Program CSR Hulu Migas Untuk Memperkuat Ekonomi Lokal ConocoPhilips Tingkatkan Produktivitas Petani Karet hingga 400 Persen

Inovasi Program CSR Hulu Migas Untuk Memperkuat Ekonomi Lokal ConocoPhilips Tingkatkan Produktivitas Petani Karet hingga 400 Persen

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Kemanfaatan industri hulu migas nyata dirasakan oleh masyarakat sekitar melalui pelaksanaan program corporate social responsibility (CSR). Seperti yang dilakukan oleh KKKS ConocoPhilips melalui program pertanian karet yang mampu meningkatkan produktivitas petani hingga 400%.

M. Adjie Suryaningrat, CSR & Communication Manager ConocoPhillips pada kegiatan diskusi SKK Migas & KKKS dengan tema memperkuat sinergi bersama pemangku kepentingan dan implementasi program community development yang diselenggarakan secara daring (25/3) mengatakan bahwa dimanapun perusahaan beroperasi senantiasa akan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. “Community devlopment di perusahaan sudah menjadi bagian proses bisnis perusahaan dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra. Pilar community development di ConocoPhilips meliputi empat pilar yaitu pengembangan ekonomi, pendidikan, lingkungan dan kesehatan, infrastruktur”

“ConocoPhilips sekarang sudah mengadopsi penerapan community development yang dapat memberikan nilai tambah berkelanjutan Sebagai contoh dalam program pertanian karet yang dilaksanakan di 17 desa Community development ini telah mampu meningkatkan produktivitas tanaman karet hingga 400% sehingga meningkatkan pendapatan petani dari rata-rata Rp 700 ribu perbulan di 2003 menjadi Rp 2,9 juta per bulan di tahun 2018”, kata Adjie.

“Sebagai upaya untuk memberdayakan potensi vendor lokal, kami telah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada 10 BUMDES agar mereka dapat memulai dan mengembangkan berbagai bisnis seperti catering, penjualan pupuk, bahan pangan dan lainnya. Sebanyak dua BUMDES telah menjadi penyedia barang-barang selain makanan pada kontraktor kami di lapangan,” pungkas Adjie

Praktisi dan pakar Community Development dari Universitas Trisakti yang juga adalah executive director of CECT, Dr. Maria R. Nindita Radyati pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa saat ini sudah bergeser implementasi dari community development tradisional menjadi community development yang mampu menciptakan nilai tambah. “Community development tidak lagi sekedar memberi bantuan langsung dalam bentuk uang maupun barang untuk menghindari gangguan pada kegiatan operatsional. Community development harusnya sudah menjadi bagian dari strategi dan investasi perusahaan”.

“Terdapat 3 tipe pelaksanaan community development dalam rangka meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan yaitu : Reconceiving products and markets, Redefining Productivity in the Value Chain dan Enabling Local Cluster Development. Dalam konteks penerapan community development maka pilar melibatkan masyarakat lokal menjadi sangat penting”.

“Saya melihat di ConocoPhilips sudah menerapkan prinsip-prinsip community development yang meningkatkan nilai tambah, yaitu dengan melakukan pengukuran pada aspek social dan ekonomi. Seperti yang program community development pada petani karet”, ujar Maria.

Selain itu, saya memberikan apresiasi atas upaya ConocoPhillips membina 10 BUMDes yang tentu membutuhkan perjuangan berat dalam meningkatkan kapabilitas dan kinerja mereka. Hal ini dapat menjadi contoh sukses dan dapat dilakukan oleh perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan community development”, pungkas Maria.

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih menyampaikan bahwa industri hulu migas secara konsisten terus meningkatkan pelaksanaan community development. Hulu migas ini pada umumnya berada di daerah serta area terpencil bahkan perbatasan, yang tentu saja jangkauan pembangunan dan program Pemerintah belum sepenuhnya mencapai daerah tersebut karena keterbatasan akses infrastruktur dan lainnya.

“Pelaksanaan community development oleh industri hulu migas menjadi strategis dan akan banyak membantu program pemerintah dalam upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat”.

Sepanjang tahun 2020, tercatat nilai program community development sektor hulu migas secara nasional mencapai US$ 14,376 juta atau sekitar Rp. 202 miliar dengan total program/kegiatan mencapai 638 kegiatan. (RJ)

Foto: Dok SKK Migas

Check Also

Bring Barrels Home, Kontribusi Subholding Upstream Pertamina Amankan Kebutuhan Dalam Negeri

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Dalam rangka mewujudkan aspirasi Pertamina untuk memberikan keamanan energi bagi Indonesia, melalui …

Leave a Reply