Saturday , 6 June 2026
Home / NASIONAL / Harga Emas Cetak Rekor Tanda Dunia Sedang Rapuh

Harga Emas Cetak Rekor Tanda Dunia Sedang Rapuh

JAKARTA, RESOURCESASIA – Harga acuan logam mulia, emas kembali mencapai rekor tertingginya sehingga pelaku pasar perlu menyikapinya dengan menentukan tujuan menyimpan emas.

Secara global, emas memang sedang berada di area yang secara historis jarang disentuh. Reuters melaporkan spot gold menembus di atas USD 4.500 per troy ounce untuk pertama kali, didorong permintaan safe haven dan ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Di layar pasar, angkanya terlihat nyata. Pada data live Kitco, emas berada sekitar USD 4.508,60 per ounce, dengan kisaran harian kurang lebih USD 4.484 sampai USD 4.525, dan ekuivalen sekitar USD 144,95 per gram.

Menurut Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat bahwa saat emas menembus level psikologis baru di pasar global dan ikut mengerek harga ritel di Indonesia akan memicu dilema pada publik.

“Fenomena ini wajar: apakah ini momen mengejar kereta yang sedang ngebut, atau justru saat paling masuk akal untuk turun di stasiun berikutnya?,” tulis dia dalam keterangan resmi, Rabu (24/12/2025).

Dia mengigatkan rekor hanya menandai posisi hari ini, bukan kepastian besok. Sehingga untuk menyikapi untuk memutuskan beli atau jual semestinya ditentukan oleh tujuan, horizon waktu, dan kemampuan menanggung risiko, bukan oleh euforia rekor semata.

Ia mengibaratkan harga emas itu lift yang sedang naik di gedung tinggi. Ketika layar menunjukkan “lantai tertinggi yang pernah dicapai”, orang bereaksi dua macam. Ada yang panik dan menekan tombol keluar karena takut lift langsung turun. Ada juga yang buru buru masuk karena merasa lift akan terus naik tanpa henti.

“Padahal, lift bisa berhenti sejenak, bisa naik lagi, bisa juga turun beberapa lantai sebelum melanjutkan,”ingat dia.

Ia melanjutkan, lonjakan seperti ini biasanya lahir dari gabungan ketidakpastian geopolitik, perubahan arah suku bunga global, dan perilaku institusi besar yang menumpuk aset lindung nilai.

Publik kemudian ikut merespons, sering kali bukan karena kebutuhan, melainkan karena rasa takut ketinggalan.

“Di titik ini, emas berubah dari “alat pelindung nilai” menjadi “bahan obrolan”, dan di situlah risiko keputusan impulsif meningkat,” ujar dia.

Sedangkan di ndonesia, publik tidak membeli spot gold. Masyarakat membeli produk ritel seperti emas batangan Antam, UBS, Galeri24, atau perhiasan. Di sinilah pertanyaan “beli atau jual” menjadi jauh lebih praktis: bukan hanya soal arah harga, tapi juga soal selisih beli dan jual kembali.

Sebagai gambaran, Per 24 Desember 2025 pukul pembaruan pagi, harga emas batangan Antam 1 gram di Logam Mulia tercatat Rp 2.590.000, dengan harga setelah PPh 0,25 persen menjadi Rp 2.596.475.
Jika ingin menjual kembali,jelas dia, acuan yang sering dilihat adalah buyback. Di halaman simulasi buyback Logam Mulia, tertulis harga buyback Rp 2.420.000 per gram, dengan waktu perubahan terakhir 23 Desember 2025 pagi.

Artinya, ada selisih sekitar Rp 170.000 per gram, kira kira 6,6 persen dari harga jual ritel.
“Selisih ini seperti “tiket masuk dan tiket keluar” yang harus Anda bayar untuk ikut naik lift. Jadi, kalau Anda membeli hari ini lalu berharap untung cepat, Anda harus menutup gap itu dulu sebelum benar benar profit,” terang dia.

Namun bila tujuan membeli emas sebagai h perlindungan nilai jangka panjang, misalnya menjaga daya beli tabungan dari ketidakpastian ekonomi, maka rekor bukan alasan otomatis untuk berhenti membeli, juga bukan alasan otomatis untuk mengejar harga.

Menurut dia sikap paling masuk akal menjaga disiplin: membeli bertahap, menjaga porsi wajar di total aset, dan siap menerima bahwa harga bisa turun dulu sebelum naik lagi. Dengan cara ini, penyimpan emas tidak bertaruh pada satu titik puncak.

Sebaliknya, pembeli emas dengan spekulasi jangka pendek maka rekor justru area paling berbahaya untuk “membeli karena takut ketinggalan”.Di area rekor, sentimen mudah berbalik. Satu kabar tentang meredanya ketegangan geopolitik atau perubahan ekspektasi suku bunga bisa memicu koreksi cepat.
“Kalau Anda sudah punya emas dari harga jauh lebih rendah, rekor bisa menjadi momen rasional untuk merapikan portofolio. Menjual sebagian untuk mengunci keuntungan sering lebih sehat daripada menunggu sampai euforia berakhir,” nasehat dia.

Langkah itu menurut dia bukanlah bentuk kekhawatiran emas tidak akan naik lagi, tetapi karena kebijakan pribadi yang baik selalu memberi ruang napas: ada kas untuk kebutuhan, ada aset lindung nilai untuk ketidakpastian.

Terakhir dia bilang rekor emas hari ini memberi dua pelajaran publik. Pertama, emas memang masih dipercaya ketika dunia terasa rapuh, terlihat dari tembusnya level USD 4.500 per ounce yang disorot Reuters dan pergerakan live yang masih bertahan di sekitar USD 4.508 per ounce.

Kedua, di pasar ritel, keputusan tidak bisa hanya melihat “harga naik”. Anda harus menghitung selisih jual beli nyata dan pajak, karena harga Antam 1 gram Rp 2.590.000 sementara buyback Rp 2.420.000 menunjukkan ada biaya keluar masuk yang tidak kecil.

“Emas pada akhirnya bukan lomba menebak puncak, melainkan cara menjaga kewarasan finansial saat dunia sedang tidak pasti.” Pungkas dia. (Abdul Aziz)

Foto:

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHR Berhasil Produksikan 903 BOPD dari Sumur Pungut di Bengkalis

DURI, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil menuntaskan pemboran sumur pengembangan Pungut PT-069, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *