Wednesday , 22 April 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Gali Potensi Migas, PHE Fokus Cari Potensi Hidrokarbon di Cekungan Manui Sulawesi Tenggara
Muharram Jaya Panguriseng, Direktur Eksplorasi PHE, Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat perannya sebagai kontributor utama dalam menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung terwujudnya swasembada energi di Indonesia. Sebagai wujud komitmen tersebut, PHE melaksanakan kegiatan fieldwork eksplorasi di wilayah Cekungan Manui (Manui Basin), Sulawesi Tenggara.Foto/Dok/PHE

Gali Potensi Migas, PHE Fokus Cari Potensi Hidrokarbon di Cekungan Manui Sulawesi Tenggara

KENDARI, SULAWESI TENGGARA, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat perannya sebagai kontributor utama dalam menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung terwujudnya swasembada energi di Indonesia. Sebagai wujud komitmen tersebut, PHE melaksanakan kegiatan fieldwork eksplorasi di wilayah Cekungan Manui (Manui Basin), Sulawesi Tenggara.

Strategi PHE dalam mencapai target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari, sejalan dengan program Pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keberlanjutan energi minyak dan gas bumi.

“PHE menyiapkan berbagai strategi eksplorasi yang terintegrasi. Salah satu langkah utama adalah pencarian play baru melalui eksplorasi stratigraphic trap dan deeper target di wilayah-wilayah yang sudah mature,” ujar Muharram Jaya Panguriseng, Direktur Eksplorasi PHE.

Muharram menuturkan bahwa kawasan Indonesia Timur, termasuk Cekungan Manui, memiliki banyak cekungan sedimen dengan potensi sistem petroleum aktif dan akumulasi hidrokarbon yang signifikan. Eksplorasi di wilayah ini diharapkan dapat membuka peluang penemuan cadangan baru yang berperan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Eksplorasi deep water, termasuk di kawasan Manui, diyakini memiliki prospek besar untuk mendukung pertumbuhan cadangan migas nasional. Kegiatan fieldwork ini bertujuan mengidentifikasi potensi reservoir hidrokarbon yang dapat dieksploitasi lebih lanjut,” tambahnya.

Dalam kesempatan sama Bayu Giriansyah, VP Exploration Existing Assets PHE menambahkan, dalam pelaksanaannya PHE melakukan pengamatan lapangan langsung serta pengumpulan sampel guna memahami kondisi bawah permukaan dan sistem petroleum di area Manui Basin. Hal ini merupakan bagian dari pendekatan eksplorasi yang komprehensif dan berbasis data.

“Untuk memahami kondisi bawah permukaan di Manui Basin Sebagai cekungan sedimen, berpotensi menyimpan cadangan minyak dan gas bumi, sehingga menjadi target kegiatan eksplorasi PHE” tutup nya pada sesi sharing session di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 10 September 2025.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016. (Rama Julian)

Foto: PHE

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Pertamina SMEXPO Kartini, Komitmen Pertamina Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina (Persero) menggelar Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) Kartini di Lobby …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *