JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Tim mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) berhasil membawa pulang Medali Perunggu (Bronze Medal) dalam International Innovation, Invention and Creativity Exhibition (IIICe) 2026 di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Torehan prestasi ini didapat setelah mereka membuat inovasi Enerlink, Marketplace Listrik Berbasis Energi Surya.
Mahasiswa ITPLN dari lintas program studi itu mengembangkan Enerlink sebagai platform digital yang mempertemukan pemilik pembangkit listrik tenaga surya dengan masyarakat yang membutuhkan energi. Gagasan ini menggabungkan teknologi informasi, bisnis energi, dan energi terbarukan dalam konsep smart city.

Tim Enerlink terdiri atas Muhammad Thufail Abdullah dan Nur Rahma Dwi Putri Ningrum dari S1 Bisnis Energi, serta Hafidz Arif Budiono, Nayaka Aryasatya, dan Nafillah Izzah Syahfitri Wardani dari S1 Teknik Informatika. Tim tersebut dibimbing Dr. Tasdik Darmana, S.T., M.T.
Ketua Tim Enerlink Muhammad Thufail Abdullah mengatakan kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa ITPLN mengubah pengetahuan yang diperoleh di kampus menjadi gagasan yang menjawab tantangan energi masa depan.
“Kami datang membawa gagasan mengenai energi terbarukan yang sejalan dengan tujuan ITPLN dalam mendorong inovasi di bidang energi,” ujar Thufail dalam keterangannya, Senin, 31 Agustus 2026.

Enerlink dirancang seperti marketplace, tetapi komoditas yang diperdagangkan adalah listrik dari panel surya mandiri. Platform ini mempertemukan prosumer, yakni pemilik pembangkit yang dapat menjual kelebihan energi, dengan consumer sebagai pengguna listrik.
Sistem Enerlink memiliki mekanisme bid atau penawaran harga. Konsumen dapat mengajukan harga listrik sesuai kebutuhan dan kemampuannya, kemudian prosumer dapat mempertimbangkan penawaran tersebut sebelum transaksi dilakukan. Model ini ditujukan untuk menciptakan perdagangan energi yang lebih fleksibel dan transparan.
Konsep tersebut sekaligus membuka peluang terbentuknya ekosistem energi yang lebih terdesentralisasi. Masyarakat yang memiliki panel surya dapat berperan sebagai produsen sekaligus pengguna, sementara masyarakat lain memperoleh akses terhadap energi dari sumber terbarukan melalui platform digital.
Dosen pembimbing Tim Enerlink, Dr. Tasdik Darmana, mengatakan inovasi itu dikembangkan untuk menjawab kebutuhan listrik masa depan yang terus meningkat. Menurut dia, kota membutuhkan sistem energi yang bukan hanya mampu menyediakan pasokan, tetapi juga mengelolanya secara cerdas dengan dukungan teknologi digital.
“Ide inovasi ini bertujuan untuk menyongsong kebutuhan energi listrik masa depan melalui konsep smart city. Enerlink diharapkan dapat menghadirkan akses energi yang lebih mudah, murah, efisien, dan transparan dengan memanfaatkan teknologi digital,” kata Tasdik.

Enerlink mengintegrasikan tiga bidang sekaligus, yakni energi terbarukan, teknologi informasi, dan model bisnis energi. Pendekatan lintas disiplin itu menjadi bagian penting karena transisi energi tidak hanya membutuhkan teknologi pembangkit, tetapi juga sistem digital dan model transaksi yang dapat menghubungkan produsen dengan pengguna.
Raihan Medali Perunggu di IIICe 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa ITPLN mampu membawa gagasan energi ke forum inovasi internasional. Prestasi tersebut juga menunjukkan kolaborasi mahasiswa Bisnis Energi dan Teknik Informatika dapat menghasilkan konsep yang relevan dengan perkembangan sistem energi modern.
Melalui Enerlink, tim ITPLN menawarkan gagasan tentang bagaimana energi surya tidak berhenti sebagai sumber listrik mandiri, tetapi dapat dipertukarkan melalui ekosistem digital. Konsep tersebut masih membutuhkan pengembangan dan pengujian lebih lanjut, namun menjadi salah satu upaya mahasiswa ITPLN membaca arah masa depan energi yang semakin terdesentralisasi, digital, dan berkelanjutan. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok ITPLN
Resources Asia Energi News Makers