JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – ENTREV berkomitmen penuh dalam mendorong kesetaraan gender sebagai fondasi penting bagi penguatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia. Komitmen ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan pengarusutamaan gender yang digelar di Jakarta, Rabu (28/1), dengan melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari pemerintah, organisasi internasional, pelaku industri, hingga komunitas masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa transformasi menuju mobilitas rendah karbon berlangsung secara inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat.
Langkah tersebut berangkat dari kesadaran bahwa kesenjangan gender masih menjadi tantangan nyata di Indonesia. Berdasarkan data Global Gender Gap Index 2024 yang dirilis World Economic Forum, Indonesia berada di peringkat 100 dari 146 negara. Kesenjangan ini tidak hanya tercermin dalam partisipasi ekonomi, tetapi juga dalam akses terhadap peluang, pengambilan keputusan, dan pemanfaatan manfaat pembangunan. Dalam konteks ekosistem KBLBB, kesetaraan gender menjadi krusial agar perempuan dan kelompok rentan tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak, inovator, dan pengambil kebijakan di sektor transportasi berkelanjutan.
National Project Coordinator Democratic Governance Cluster UNDP Indonesia, Agnes Gurning mengungkapkan bahwa peran andil perempuan dalam adopsi kendaraan listrik, termasuk di tingkat komunitas, menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

“Perempuan memiliki hak dan kapasitas yang setara untuk berpartisipasi serta mengoptimalkan potensinya dalam sektor Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Sebagai bagian yang sah dan strategis dalam ekosistem ini, keterlibatan perempuan perlu diintegrasikan sejak tahap perencanaan hingga implementasi. Dengan memasukkan perspektif dan kebutuhan perempuan, pengembangan ekosistem KBLBB akan tumbuh lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.” Ujar Agnes Gurning
Sejalan dengan hal tersebut, ENTREV memandang kesetaraan gender bukan semata isu sosial, melainkan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Ekosistem KBLBB yang inklusif diyakini akan memperkuat daya saing industri, memperluas basis talenta, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Pendekatan ini juga sejalan dengan agenda nasional, termasuk Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029, serta komitmen Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan aksi iklim.
National Project Manager ENTREV, Nasrullah Salim menegaskan bahwa perempuan perlu dilibatkan tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), karena keterlibatan yang setara menjadi kunci dalam mendorong transisi menuju mobilitas rendah emisi yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
“Perempuan tidak hanya sebagai pengguna tetapi menjadi pelaku aktif dalam KBLBB ini. Keterlibatan setara tersebut menjadi kunci untuk memastikan transisi menuju mobilitas rendah emisi berjalan lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan” jelas pria yang juga dipanggil Eriell Salim tersebut.
Oleh karena itu, ENTREV berdedikasi untuk terus mendorong ekosistem KBLBB yang inklusif dan berkeadilan dengan menempatkan kesetaraan gender sebagai bagian integral dari proses perencanaan hingga implementasi, sehingga percepatan mobilitas rendah emisi di Indonesia dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi. (Rama Julian)
Resources Asia Energi News Makers