Sunday , 19 April 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Elnusa Terus Berinovasi Melangkah Ke Depan, Menyinari Masa Depan Indonesia Dengan Energi Berdampak dan Berkelanjutan

Elnusa Terus Berinovasi Melangkah Ke Depan, Menyinari Masa Depan Indonesia Dengan Energi Berdampak dan Berkelanjutan

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Elnusa Tbk Industri bergerak di bidang jasa migas mencakup tiga lini bisnis utama, Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Jasa Distribusi dan Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas. Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Elnusa menyediakan solusi energi total, mulai dari eksplorasi dan produksi hingga distribusi dan logistik. Keahliannya meliputi layanan geoscience, pengeboran, perbaikan lapangan migas, pengelolaan depot BBM, transportasi energi, hingga jasa marine support dan fabrikasi. 

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada energi Indonesia tercapai dalam kurun waktu lima tahun, lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, terutama dalam meningkatkan ketahanan energi untuk mencapai swasembada energi, serta hilirisasi.

Terutama dari sektor industri hulu migas, pertambangan, hingga pengembangan penangkapan karbon dalam rangka memenuhi janji Net Zero Emission pada tahun 2060, menjadi isu sektor-sektor penting yang terus dikejar keberhasilannya.

Ini menjadi perhatian khusus Presiden, dalam peningkatan produksi, sektor hulu minyak dan gas (migas) yang berkelanjutan dan optimal, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, tercermin dari target cukup tinggi melalui pengangkatan atau minyak siap digunakan yang mencapai 900 ribu hingga 1 juta barel per hari (bopd) pada periode 2028-2029.

Maka di sini hadir Elnusa, bagian dari Subholding Upstream Pertamina, untuk mendorong Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada energi nasional, melalui penguatan kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Elnusa berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan energi yang mendukung pemetaan sumber daya energi nasional, baik migas maupun non-migas, sebagai bagian dari kontribusi aktif terhadap agenda pembangunan nasional. 

Baru-baru ini Elnusa bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pindad, meluncurkan PERTASTREAM, alat inspeksi pipa berbasis ultrasonik pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia. Acara peluncuran berlangsung di fasilitas PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK) anak usaha Elnusa di Merak, Banten.

PERTASTREAM merupakan In-Line Inspection Intelligence Pigging Ultrasonic (ILI UT) pertama buatan Indonesia yang dirancang untuk memeriksa kondisi internal pipa migas secara presisi, mendeteksi korosi, retakan, deformasi, serta memetakan ketebalan pipa. Dengan tingkat akurasi hingga 90% pada kecepatan 0,1–1 meter per detik, teknologi ini mampu mengenali retakan kompleks seperti stress corrosion cracking (SCC), sekaligus mengolah data dalam jumlah besar dengan kualitas sinyal optimal.

Indonesia saat ini memiliki jaringan pipa migas dengan total panjang lebih dari 21.000 kilometer. Melalui inovasi PERTASTREAM, potensi revenue dari kegiatan inspeksi dan pemeliharaan jaringan pipa dapat dioptimalkan, sekaligus mendukung keberlangsungan operasi migas nasional dengan biaya yang lebih efisien dan kompetitif. Keunggulan lain, teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas mulai dari sektor hulu, midstream, hingga hilir, sehingga memberi manfaat nyata bagi seluruh rantai bisnis migas.

Dibandingkan metode konvensional Magnetic Flux Leakage (MFL), PERTASTREAM hadir lebih ringan, efisien, serta kompatibel dengan proses inspeksi maupun mechanical de-coking. Inovasi ini memperkuat kemandirian industri migas nasional sekaligus mendukung program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Pengembangan PERTASTREAM merupakan sinergi strategis antar BUMN. Elnusa melalui anak usaha EFK menangani desain, fabrikasi, dan pengujian prototipe; Pertamina mendukung riset dan integrasi teknologi; sementara Pindad berkontribusi dalam produksi komponen mekanis berpresisi tinggi. Ke depan, diharapkan produk ini dapat dimanfaatkan secara luas dalam sinergi Pertamina Group, sehingga memberikan nilai tambah maksimal bagi perusahaan dan negara.

Direktur Utama Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja, menegaskan bahwa inovasi ini adalah tonggak penting bagi kemandirian energi nasional. “PERTASTREAM bukan hanya solusi teknis, tetapi simbol kemandirian kolaborasi dalam membangun masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan. Hal ini juga menandai peluncuran resmi In-Line Inspection (ILI) Tool pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia,” kata Bachtiar.

Bachtiar menambahkan, “Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya sinergi dalam mempercepat implementasi rencana kerja Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang kedua, yaitu “Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi,” tambah Bachtiar.

Sementara, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa hadirnya teknologi ini menunjukkan kekuatan kolaborasi anak bangsa. “Peluncuran ini adalah bukti nyata kolaborasi yang berhasil diwujudkan, bukan sekadar wacana. Pertamina bangga bisa berinovasi bersama putra-putra terbaik bangsa, termasuk Pindad, yang telah melahirkan karya membanggakan. Teknologi dan inovasi yang dihasilkan mencerminkan semangat mengisi kemerdekaan dengan pembangunan berkelanjutan. Pertamina mengajak semua pihak industri, akademisi, dan masyarakat untuk bersatu dalam langkah besar menuju Indonesia maju dan berdaulat energi,” tegas Simon.

Indonesia memiliki lebih dari 21.000 kilometer jaringan pipa migas yang tersebar di sektor hulu, midstream, hingga hilir, dengan sekitar 575 segmen pipa yang membutuhkan inspeksi. Kehadiran ILI UT yang sepenuhnya dimiliki oleh Elnusa membuka peluang peningkatan nilai tambah hingga +70% dibandingkan metode konvensional, sekaligus memperkuat daya saing nasional di industri jasa energi.

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, menyampaikan apresiasi atas capaian inovasi yang dilakukan Elnusa. “Sebagai Subholding Upstream, PHE berkomitmen mendorong anak-anak usaha untuk terus melahirkan inovasi yang memperkuat ketahanan energi nasional. Keberhasilan peluncuran ILI UT ini adalah bukti nyata karya anak bangsa yang mampu menghadirkan teknologi kelas dunia, sekaligus menjadi simbol kemandirian energi Indonesia,” ujar Awang.

Direktur Utama PT Pindad (Persero), Sigit P. Santosa, menambahkan “Kerja sama ini adalah milestone penting yang membuktikan sinergi BUMN tidak hanya berhenti di MoU, tapi nyata menghasilkan produk. Pindad berkomitmen mendukung Pertamina dan Elnusa untuk mandiri dari teknologi asing, dengan harapan kolaborasi ini berlanjut menghasilkan lebih banyak inovasi, tidak berhenti di satu produk saja. Sinergi ini adalah bukti nyata perjuangan bersama untuk ketahanan energi dan pertahanan nasional,” paparnya.

Pengembangan ILI UT merupakan sinergi strategis antar BUMN. Elnusa melalui EFK menangani desain, fabrikasi, dan pengujian prototipe; Pertamina (Persero) mendukung riset dan integrasi teknologi; sementara Pindad berkontribusi dalam produksi komponen mekanis berpresisi tinggi. Ke depan, produk ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas dalam sinergi Pertamina Group, sehingga memberikan nilai tambah maksimal bagi perusahaan dan negara.

Awang menambahkan, “PHE akan terus memperkuat kolaborasi strategis dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya inovasi teknologi seperti ILI UT tidak hanya mendukung kedaulatan energi, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.”

Peluncuran ILI UT ini mempertegas posisi PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina yang berperan penting dalam mewujudkan agenda pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), mendukung Asta Cita Presiden dalam swasembada energi, sekaligus sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dalam setiap lini operasi.

Elnusa mempertegas perannya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang tidak hanya memberi solusi total, tetapi juga menghadirkan nilai tambah lewat penguasaan teknologi karya anak bangsa.

Elnusa Kembangkan Teknologi Seismik dari Jasa Migas Lebarkan Sayap ke Jasa Pertambangan

Belum lama ini PT Elnusa Tbk kembali menunjukkan langkah signifikan dalam pengembangan bisnis melalui penyelesaian proyek survei seismik 3D dan multi-2D pertama di sektor pertambangan batubara Indonesia. Proyek tersebut dilaksanakan di area konsesi milik PT Wahana Baratama Mining (WBM), anak usaha Bayan Group, yang berlokasi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kegiatan akuisisi sampai dengan processing data berlangsung selama enam bulan, dimulai sejak November 2024 hingga April 2025 lalu.

Survei ini mencakup luasan 25,85 km² untuk area 3D dan 13,14 km lintasan untuk multi-2D. Proyek ini menjadi bukti nyata ekspansi strategis Elnusa di luar sektor migas, dengan fokus pada pemetaan sebaran batubara dan identifikasi zona lemah (fault) guna mendukung perencanaan tambang bawah tanah yang lebih aman dan efisien. Inisiatif ini juga menegaskan kontribusi Elnusa dalam mendukung pembangunan energi nasional yang berkelanjutan.

Dalam implementasinya, Elnusa mengandalkan akurasi desain teknologi akuisisi terbaik yang menghasilkan data berkualitas tinggi dan presisi. Teknologi vibroseis seperti IVI EnviroVib 15 dan Hemi 44 digunakan sebagai sumber getar, dikombinasikan dengan perangkat penerima nodal Smart SOLO IGU-16 1C berfrekuensi 5 Hz. “Teknologi yang kami gunakan, seperti Vibroseis dan Smart SOLO, memungkinkan kami memberikan data eksplorasi yang akurat, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Direktur Operasi Elnusa, Endro Hartanto.

Desain akuisisi disusun secara high-density oleh tim teknis Elnusa guna memastikan resolusi vertikal maupun horizontal secara optimal. Pendekatan ini memberikan gambaran bawah permukaan yang lebih menyeluruh dibandingkan metode konvensional seperti bor coring.

Endro menambahkan, “Keberhasilan ini tidak hanya membuka peluang baru di sektor pertambangan batubara, tetapi juga menegaskan posisi Elnusa sebagai pionir teknologi survei seismik non-migas di Indonesia. Dengan kapabilitas geofisika terintegrasi dari hulu ke hilir, Elnusa siap menjadi mitra strategis dalam mendorong keberlanjutan sektor energi nasional,” kata Endro.

Research & Development Manager PT Wahana Baratama Mining (WBM), Lucasz Jerzy Szendra, turut menyampaikan apresiasinya atas sinergi dan hasil kerja tim Elnusa dalam proyek survei seismik ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Elnusa atas pekerjaan yang sangat baik dan kerja sama selama proyek berlangsung. Interpretasi dan penyajian hasilnya sangat memuaskan dan sesuai dengan apa yang kami butuhkan. Semoga ke depan kami dapat kembali bekerja sama dalam proyek lainnya,” kata Lucasz.

Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas tim yang solid di Elnusa, mulai dari tim akuisisi, pemrosesan data, hingga tim interpretasi yang seluruhnya bekerja sesuai dengan standar mutu tinggi. Keunggulan data dan layanan total yang diberikan memperoleh apresiasi dari pihak WBM sebagai pelanggan. Dengan visi sebagai penyedia solusi total di sektor energi, langkah ini mencerminkan kemampuan Elnusa dalam menjangkau sektor-sektor strategis lain yang berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional secara komprehensif.

inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada energi nasional, melalui penguatan kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Elnusa berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan energi yang mendukung pemetaan sumber daya energi nasional, baik migas maupun non-migas, sebagai bagian dari kontribusi aktif terhadap agenda pembangunan nasional. 

Di tengah bergesernya arah kebijakan energi global yang kembali memberi ruang pada energi fosil, Elnusa memandang momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional. Kebutuhan energi yang tetap tinggi menempatkan sektor hulu migas sebagai fondasi penting, di mana Elnusa hadir dengan portofolio jasa terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir.

Endro menambahkan “Strategi kami adalah menjaga keseimbangan antara efisiensi biaya dan inovasi teknologi. Elnusa telah melakukan transformasi operasional melalui digitalisasi proses, optimalisasi sumber daya, serta diversifikasi layanan, termasuk ke sektor non-migas seperti geothermal dan batubara. Kami juga menawarkan bundling services yang memberikan harga kompetitif bagi pelanggan dan efisiensi biaya operasional bagi perusahaan. Dengan pendekatan ini, kami dapat menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Sebagai perusahaan jasa energi nasional, Elnusa juga menunjukkan kesiapan mendukung target strategis pemerintah dalam mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 BSCFD gas pada tahun 2029. Langkah konkret dilakukan melalui peningkatan kapasitas bisnis, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta investasi teknologi untuk memperluas cakupan layanan seismik, drilling, dan well services

“Dengan pengalaman lebih dari 55 tahun di industri, kami memiliki kapabilitas teknis dan sumber daya untuk mendukung target produksi migas nasional. Kami memastikan agar layanan Elnusa selalu selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujar Endro.

Tingkatkan Produksi Migas Berkelanjutan, Elnusa Lakukan Injeksi Simple Surfactant Flooding

Elnusa kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui sinergi bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Elnusa Petrofin (EPN) telah melaksanakan injeksi Simple Surfactant Flooding (SSF) tahap pertama di Sumur BL-330, Lapangan Balam, Wilayah Kerja (WK) Rokan belum lama ini.

Proyek SSF merupakan bagian dari inisiatif Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) yang diusung oleh PHR untuk mendorong peningkatan produksi minyak nasional. Teknologi ini memanfaatkan surfaktan konsentrasi rendah yang diformulasikan khusus oleh Fungsi Technology Innovation PT Pertamina (Persero) dengan merek PertaCORE, disesuaikan dengan karakteristik reservoir lokal.

Direktur Utama EPN, Doni Indrawan menyampaikan, “Langkah ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan EPN dalam mengembangkan kapabilitas bisnis CEOR. Kami berkomitmen mendukung penuh peningkatan produksi migas berbasis teknologi. Kami percaya bahwa pengembangan teknologi seperti SSF akan menjadi katalis penting untuk menjawab tantangan produksi migas nasional.” ujar Doni Indrawan.

Sebagai commercial arm dalam proyek ini, EPN bertanggung jawab atas proses produksi chemical, pengendalian mutu, pengelolaan proyek, serta logistik penunjang. Sinergi ini juga melibatkan unit bisnis upstream services Elnusa sebagai penyedia alat dan jasa peralatan injeksi yang memastikan pelaksanaan teknis lapangan berjalan optimal. Langkah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan inovasi adalah kunci keberhasilan dalam menjawab tantangan produksi migas masa kini.

Selain itu, Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo mengatakan, kedepan Elnusa juga tengah mengembangkan Binary Heat Exchanger for Geothermal dan Inflow Control Device (Downhole Flow Regulator), serta solusi Ecolift Hydraulic Pumping Unit untuk optimalisasi sumur idle. Pengembangan ini merupakan sinergi antar subholding Pertamina bersama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan peningkatan kapasitas operasional, optimalisasi proyek strategis, serta eksplorasi teknologi baru di sektor energi. Berbagai pengembangan dilakukan, mulai dari Pipeline Integrity Management, Well Production Improvement, Fabrications, Idle Well Solutions, EV Ecosystems, hingga Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS).

Komitmen terhadap energi berkelanjutan juga ditunjukkan dengan pengembangan Battery Charging Station dalam ekosistem kendaraan listrik (EV Ecosystems) serta implementasi teknologi Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS) untuk mendukung transisi energi.

Elnusa dukung Transisi Energi Lewat Solusi CCUS Terintegrasi

Dalam forum energi berskala internasional IPA beberapa waktu lalu, Elnusa mengusung inovasi teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) sebagai bagian dari pendekatan strategis perusahaan untuk menjawab tantangan dekarbonisasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Elnusa menampilkan solusi CCUS yang terintegrasi secara end-to-end, mencakup seluruh siklus operasional dari proses emission-capture and liquefaction, penyimpanan sementara, transportasi, injeksi dan penyimpanan, hingga pemanfaatan karbon. Visualisasi ini menggambarkan kesiapan Elnusa dalam memberikan layanan energi rendah karbon yang aplikatif dan berdampak luas.

Dengan mengedepankan sinergi antar entitas grup, Elnusa bersama anak usahanya PT Elnusa Trans Samudera (ETSA), PT Elnusa Petrofin (EPN), PT Sigma Cipta Utama (SCU), dan PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK), menawarkan model bisnis komprehensif untuk mendukung agenda CCUS di Indonesia.

Dalam hal capture, Elnusa memiliki kompetensi utama dalam layanan Engineering, Procurement, Construction & Installation (EPCI), Operation & Maintenance, serta Turn Around Services. Pada tahap penangkapan/ capturing karbon, Elnusa mengadopsi dan mengembangkan teknologi post-combustion seperti absorption amine dan membrane.

Pada tahapan transportasi karbon, Elnusa memiliki kompetensi EPCI pipieline baik di darat maupun subsea. Masih pada tahapan transportasi, ETSA memiliki kompetensi sebagai pelaksana CO₂ marine transportation, dan EPN memiliki kompetensi untuk CO₂ Land transportation. EFK dapat mendukung kebutuhan infrastruktur dan pelapisan pipa melalui fabrikasi struktur baja serta produk tubular anti korosi. SCU juga hadir sebagai backbone manajemen data fisik dan elektronik dalam integrasi sistem CCUS.

Pada aspek penyimpanan dan pemanfaatan karbon, Elnusa memiliki kompetensi geoscience, drilling & well services, serta layanan Monitoring, Measurement & Verification (MMV). Terkait layanan MMV, dari 25 metode monitoring yang dipilih dalam Handbook MMV CCS yang dikeluarkan lemigas, Elnusa telah memiliki pengalaman dengan setidaknya 9 metode seperti seismik 2D, seismik 3D, Vertical Seismic Profiling (VSP), Ground Penetrating Radar (GPR), Land Electromagnetic, Gravimetry, Seismik Crosswell, Casing Inspection Logs, dan Cement Bond Logging (CBL) dengan kombinasi CO Log.

Pada September 2024 hingga Januari 2025, Elnusa Wireline Services ikut berpartisipasi dalam mendukung suksesnya Project Inter-well CO₂ Injection di Lapangan Sukowati. Membawa teknologi terbaru yaitu CO Log, tool yang digunakan untuk mengukur baseline oil saturation sebelum proses CO₂ Injection dan monitoring kembali remaining oil saturation di zona target pasca CO₂ Injection. Output dari logging CO-Log telah mengukur success criteria dari project Interwell CO₂ Injection dengan melihat oil saturation reduction di sumur injektor.

Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo menyampaikan, “Partisipasi Elnusa di IPA Convex 2025 beberapa waktu lalu menjadi momentum penting untuk memperlihatkan kontribusi nyata Elnusa dalam upaya mendukung pemerintah mencapai target dekarbonisasi nasional. Elnusa juga telah memiliki rekam jejak implementasi layanan CCUS, seperti proyek simulasi CO₂ Huff-n-Puff di Lapangan Jatibarang pada 2019 dan CO₂ Injection di Sukowati pada 2024, yang melibatkan layanan logging, H₂S handling, hingga engineering berbasis geoscience,” kata Arief.

Partisipasi ini juga mempertegas komitmen Elnusa terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Inisiatif pengembangan layanan CCUS tidak hanya memperluas portofolio bisnis Elnusa, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemangku kepentingan dan lingkungan. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi lintas entitas, Elnusa optimistis dapat menjadi katalis transformasi sektor energi di Indonesia yang efisien, adaptif, dan berdaya saing global.

Kiprah Elnusa di Kancah Internasional

Anak usaha Elnusa PT Elnusa Trans Samudera (ETSA). ETSA berhasil mendukung pelaksanaan proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Thailand, yang menjadi tonggak penting dalam mempertegas posisi Elnusa sebagai penyedia jasa energi terintegrasi dengan standar kelas dunia.
 
Dalam proyek ini, ETSA dipercaya untuk menyediakan armada kapal pendukung yang memastikan kelancaran survei seismik 3D bagi klien internasional. Dengan dukungan tim profesional berpengalaman, Elnusa melalui ETSA membuktikan kemampuannya menghadirkan solusi maritim energi yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
 
Direktur Utama Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan memperluas portofolio dan pengaruh di kawasan regional. “Elnusa melalui anak usahanya, ETSA, menunjukkan komitmen untuk tidak hanya berperan di dalam negeri, tetapi juga mengibarkan bendera Indonesia di panggung internasional. Proyek ini mencerminkan kekuatan kompetensi yang kami bangun selama puluhan tahun, sekaligus langkah nyata mendukung kemandirian energi di tingkat regional,” ujar Bachtiar

Senada dengan hal tersebut, Direktur Elnusa Trans Samudera, Kurniawati Adjie menyampaikan, “Ekspansi ke Thailand menjadi bukti kapasitas ETSA dalam menyediakan layanan maritim energi berstandar global. Ekspansi ke Thailand adalah bagian dari strategi kami untuk memperkuat posisi sebagai mitra strategis bagi pelaku industri energi global,” kata Kurniawati.
 
Lebih dari sekadar dukungan teknis, keberhasilan proyek ini menunjukkan peran Elnusa Group dalam membangun kerja sama lintas negara, menghadirkan manfaat bagi klien internasional sekaligus membuka jalan bagi peningkatan daya saing anak bangsa di kancah global.
 
Dengan semangat “Zero Harm, Full Performance & Sustainability”, Elnusa melalui ETSA meneguhkan posisi sebagai pionir jasa maritim energi yang berorientasi pada penguatan kapabilitas di ranah internasional.

Elnusa terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan jasa energi yang terintegrasi dan memberikan solusi total bagi kebutuhan industri energi nasional. Dengan mengedepankan inovasi, keandalan operasional, serta kolaborasi strategis, Elnusa siap mendukung upaya peningkatan produksi energi dalam negeri secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi nyata Elnusa dalam memperkuat ketahanan energi nasional. (Rama Julian)

Foto: Elnusa

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

ICP Maret 2026 Tembus USD102,26 per Barel, Dipicu Eskalasi Konflik Global

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Harga rata-rata Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada bulan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *