Sunday , 20 June 2021
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Dukung Target Pemerintah, PDSI Berinvestasi Rig Baru

Dukung Target Pemerintah, PDSI Berinvestasi Rig Baru

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Target pemerintah mencapai lifting minyak 1 juta barel dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030 mendorong PDSI meningkatkan investasi mulai 2021.

Rencana kerja pemerintah mencapai target produksi 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada 2030 menjadi pemantik semangat tersendiri bagi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

Direktur Utama PDSI Budhi N. Pangaribuan meyakini bahwa di tahun 2021 PDSI dapat menangkap peluang yang lebih besar dalam mengerjakan kegiatan pengeboran di Indonesia, termasuk yang berada di wilayah kerja Subholding Upstream Pertamina.

Beberapa langkah strategis bahkan telah PDSI lakukan untuk mendukung kinerja hulu migas Indonesia di 2021 dan mendorong pertumbuhan perusahaan. Selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, pemeliharaan rig dan peralatan pendukung pengeboran, PDSI melakukan investasi pengadaan empat unit Mobile Rig berkapasitas 550 HP. Dijelaskan Budhi, penggunaan keempat unit mobile rig tersebut nantinya akan dioptimalkan di seluruh area proyek PDSI.

Untuk pengadaan Mobile Rig 550 HP, PDSI bekerja sama dengan PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (Petrodrill). “Kerja sama dilakukan dengan perusahaan nasional berpengalaman, salah satunya untuk memenuhi persyaratan minimum Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memastikan teknologi tersebut 100 persen dikerjakan putra-putri Indonesia,” jelas Budhi.

Pengadaan empat unit rig yang baru akan selesai produksi di Juli 2021 ini akan menambah aset rig PDSI yang kini berjumlah 46, dengan beragam kapasitas, mulai dari 250-750 HP, 1000 HP, 1500 HP, dan 2000 HP.

Puluhan rig tersebut juga memiliki teknologi yang lengkap, antara lain mechanical rig, electrical rig, cyber conventional rig, skidding system, hingga walking system. Khusus cyber rig dan walking system, teknologinya terbilang yang terbaru dari pabrikannya yang berasal dari Amerika Serikat dan Kanada. Teknologi keduanya pun terbukti mampu menciptakan efisiensi dalam operasi pengeboran dari sisi fuel consumption dan moving time.

Budhi menegaskan, “Potensi dan peluang bagi perusahaan jasa pengeboran hulu migas ke depannya akan menjadi sangat besar, hal ini tidak akan kami sia-siakan”. (RA)

Foto: Dok Pertamina

Check Also

ENI Temukan Cadangan Migas di WK West Ganal

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Usaha mencari tambahan cadangan minyak dan gas bumi yang akhir-akhir ini gencar …

Leave a Reply