Wednesday , 27 October 2021
Home / NASIONAL / Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Indonesia Dukung Investasi Proyek Infrastruktur Energi Terbarukan AAPowerLink

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Indonesia Dukung Investasi Proyek Infrastruktur Energi Terbarukan AAPowerLink

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Omnibus Law yang memberikan kepastian hukum bagi masuknya investasi dari luar negeri.

Investasi yang juga didukung penuh oleh pemerintah termasuk sistem transmisi energi terbarukan.
Bekerja sama dengan Australia, pemerintah Indonesia mendukung salah satu proyek energi terbarukan
yang terbesar di dunia yakni Australia-Asia PowerLink (AAPowerLink).

Hadir dalam acara pengumuman bersama investasi proyek bernilai hingga US$ 2,58 milyar tersebut
antara lain Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dan Dubes Australia untuk Indonesia HE. Penny Williams
di Jakarta, Kamis (23-9-2021). “Keputusan Sun Cable untuk investasi lebih dari 2 miliar dollar di Indonesia

ini membuktikan bahwa Indonesia adalah mitra yang terpercaya dan lokasi investasi yang strategis bagi
komunitas internasional,” ujar Menko Luhut dalam sambutannya.

Dengan masuknya investasi dari perusahaan energi terbarukan ini, lanjutnya, diharapkan dapat
memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia. “Komitmen Sun Cable dalam transfer ilmu
pengetahuan untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dengan Institut Pertanian Bogor dan
Institut Teknologi 10 November serta pemberian beasiswa akan mampu mendorong inovasi di bidang
energi terbarukan di masa depan,” tutur Menko Luhut.

Disisi lain, adanya investasi ini akan membantu meningkatkan kinerja Indonesia sebagai negara utama di
Asean yang mampu meraih target penurunan emisi karbon. “ASEAN memiliki target 23 persen bauran
energi dari sektor energi terbarukan,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Australia untuk Indonesia HE. Ms. Penny Williams berterima
kasih kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan atas dukungannya
terhadap proyek energi terbarukan milik Sun Cable dan investasi Australia secara keseluruhan di
Indonesia. “Australia percaya pada pendekatan berbasis teknologi untuk memerangi perubahan iklim dan
saya senang Pemerintah Indonesia telah mendukung proyek Sun Cable untuk memanfaatkan dan berbagi
kekuatan energi surya. kami menantikan Sun Cable untuk investasi, berbagi pengetahuan, menciptakan
lapangan kerja, serta berkontribusi pada penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Australia,” ujarnya
dalam sambutannya.

Menyambung, CEO Sun Cable David Griffin, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan
Menko Luhut atas kepemimpinan yang kuat. “Sun Cable berharap menjadi rekan jangka panjang di
Indonesia, dan memberikan kontribusi yang besar di bidang ekonomi. Kami berterima kasih kepada
Menteri Luhut, Kemenko Marves KKP, Hubla, Pushidrosal dan instansi lain di Indonesia atas dukungannya
terhadap proyek AAPowerLink,” jelasnya.

Diapun menyatakan dukungan atas komitmen Pemerintah Indonesia dalam menarik penanaman modal
asing serta keinginan kuat untuk mengurangi emisi karbon di kawasan. “Sun Cable juga berharap dapat
melanjutkan keterlibatannya dalam hal yang positif dengan Pemerintah dan provinsi-provinsi setempat,
sementara kami bekerjasama untuk memaksimalkan manfaat ke seluruh Indonesia,” kata Griffin.

Lebih detil, dia mengungkapkan bahwa total investasi yang ditanamkan perusahaannya di Indonesia
adalah US$ 2,58 milyar. Nilai ini termasuk investasi langsung senilai US$ 530 juta-US$ 1 milyar.

“Selama instalasi proyek, ditambah dengan investasi US$ 1,58 milyar untuk biaya operasional selama jangka waktu proyek,” beber Griffin.

Dengan potensi materi baterai litium yang ada di Indonesia, menurutnya, terdapat peluang pengadaan baterai listrik bagi perusahaan manufaktur di Indonesia sebesar US$600 juta atau sekitar 8.5 triliun rupiah. Selain itu, Gtiffin juga menegaskan bahwa dalam melakukan investasu kabel listrik bawah laut, Sun Cable telah mematuhi alur sebagaimana diatur dalam Kepmen KP No. 14/2021 Tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.

Chairman Fortescue Future Industries dan Investor Sun Cable Andrew Forrest AO mengatakan
“Dekarbonisasi planet adalah tantangan yang harus dihadapi semua orang dan semua negara. Dibutuhkan
Tindakan yang nyata dan bukan hanya kata-kata. Saya memuji kepemimpinan Menteri Luhut atas
komitmennya terhadap tujuan ini dan untuk menarik investasi ke Indonesia dan memanfaatkan kolaborasi
sektor swasta dengan perusahaan-perusahaan Australia seperti Sun Cable dan Fortescue Future
Industries.

“Pengumuman ini merupakan bukti hubungan dekat kedua negara dan sebagai investor yang bangga, saya
mengucapkan selamat atas pencapaian Sun Cable dalam bekerja sama dengan Indonesia untuk
mengamankan tonggak sejarah ini. Saya berharap dapat mengucapkan terima kasih kepada Menteri Luhut
secara langsung dalam waktu dekat.” (RAMA)

FOTO: DOK

Check Also

Energi Baru Terbarukan, Sebuah Keniscayaan

RESOURCESASIA.ID – Jakarta, Dalam sebuah percakapan rumah tangga, seorang ibu rumah tangga mengeluhkan listrik rumah …

Leave a Reply