RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mendiseminasikan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034, Senin (2/06/2025) di Jakarta. Dokumen RUKN dan RUPTL ini menegaskan komitmen untuk menuju swasembada energi melalui penguatan perencanaan ketenagalistrikan.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu, dalam acara tersebut menyampaikan bahwa perencanaan energi dan ketenagalistrikan antara Kebijakan Energi Nasional (KEN), RUKN dan RUPTL saat ini sudah sejalan, saling melengkapi dan memperkuat. RUKN yang telah ditetapkan oleh Menteri ESDM menurut Jisman akan diisi oleh pemegang wilayah usaha tenaga listrik, di mana pemegang wilayah usaha terbesar adalah PLN yang menyediakan 80% tenaga listrik di Indonesia. Ia berharap PLN dapat menjalankan RUPTL yang telah ditetapkan oleh Kementerian ESDM.
Lebih lanjut Jisman menyampaikan target kapasitas pembangkit nasional pada tahun 2060 sebesar 443 GW yang dirancang untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE). Dokumen RUPTL PLN disebut Jisman telah memenuhi, bahkan melampaui proyeksi bauran EBT tahunan dalam RUKN. Dari total tambahan kapasitas sebesar 69,5 GW, kontribusi pembangkit EBT mencapai 42,6 GW (61%), energy storage sebesar 10,3 GW (15%), dan pembangkit berbasis energi fosil sebesar 16,6 GW (24%).
“Karena kita punya potensi besar untuk surya kita dianugerahi panas yang cukup di negara kita sehingga kita mendorong PLTS 17,1 GW, yang kita akan dorong nanti adalah PLTS terapung sebagaimana halnya contoh dari PLTS yang ada di Cirata,” tegas Jisman.
Salah satu aspek krusial dalam penyediaan tenaga listrik adalah pembangunan sistem transmisi yang terintegrasi secara nasional, atau dikenal sebagai Supergrid. Melalui supergrid pemerintah merencanakan solusi untuk mengatasi ketidaksesuaian antara lokasi potensi EBT dengan pusat beban (demand center ).
“Nantinya akan dibangun transmisi supergrid yang menghubungkan antar pulau juga di dalam pulau yang akan mengangkut EBT dari sumbernya yang kita tahu jauh dari pusat bebannya,” tegas Jisman.
Selain itu, dalam rangka mewujudkan keadilan energi, pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik pada tahun 2029 melalui Program Listrik Perdesaan (LISDES) 2025–2029. Program ini dirancang untuk menyediakan sambungan listrik bagi sedikitnya 780 ribu rumah tangga yang belum memiliki akses listrik.
“Kami sudah menyiapkan roadmapnya sekitar 50 trilyun dan ada 5.700 desa yang belum dilayani oleh PLN, jadi kita mendorong desa tersebut dilayani oleh PLN supaya lebih sustain,” ujar Jisman.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan PLN dalam melaksanakan RUPTL 2025–2034. Komitmen tersebut ia sampaikan untuk mendukung swasembada energi dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% sesuai target pemerintah. Ia juga menyampaikan PLN tidak bisa sendiri dalam melaksanakan RUPTL dan membutuhkan dukungan pihak-pihak lain, terutama investasi dari swasta.
“Kami akan menyediakan energi bersih yang terjangkau untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, untuk menarik lebih banyak investasi, untuk menghilangkan kelaparan, memberantas kemiskinan, dan memberikan kemakmuran kepada masyarakat,” ungkap Darmawan. (RA)
Foto: Dirjen Gatrik
Resources Asia Energi News Makers