Saturday , 26 September 2026
Home / NASIONAL / Albert Laporkan Merdeka Copper Gold Raup Laba US$102 Juta Pada Semester I 2026

Albert Laporkan Merdeka Copper Gold Raup Laba US$102 Juta Pada Semester I 2026

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA) melaporkan meraih laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$102 juta pada semester I 2026, berbalik dari rugi sebesar US$16 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro menerangkan bahwa perbaikan tersebut ditopang oleh penguatan kinerja bisnis nikel dan emas di sepanjang paruh pertama tahun ini. Sepanjang semester I 2026, pendapatan konsolidasian Perseroan meningkat 64 persen secara tahunan menjadi US$1,40 miliar, dari US$855 juta pada semester I 2025.

Ia merinci, EBITDA juga melonjak 191 persen menjadi US$512 juta, dibandingkan US$176 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tren pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan kontribusi dari portofolio operasi utama Grup Merdeka.

Jelasnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (IDX: MBMA) tetap menjadi kontributor terbesar terhadap EBITDA MDKA pada semester I 2026, didukung peningkatan volume penjualan dan harga bijih nikel yang lebih kuat, serta kontribusi dari High-Grade Nickel Matte (“HGNM”), Nickel Pig Iron (“NPI”), dan produk asam. Di sisi lain, penguatan kontribusi portofolio pertambangan emas turut menopang kembalinya MDKA ke posisi laba.

Sedangkan kontribusi PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) berpotensi semakin besar pada semester II 2026, seiring berlanjutnya peningkatan produksi di Tambang Emas Pani.

“Kinerja semester I 2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi Merdeka, didukung oleh peningkatan kinerja bisnis nikel dan emas. Pada saat yang sama, EMAS masih menjalani fase peningkatan produksi, dengan produksi yang diperkirakan akan lebih besar pada semester kedua tahun ini. Fokus kami tetap pada eksekusi yang disiplin, efisiensi operasional, serta kemajuan proyek-proyek pertumbuhan utama Grup untuk memperkuat penciptaan nilai jangka panjang,” papar Albert dalam keterangan resmi, Sabtu(26/9/2026).

Lebih jelasnya, produksi emas Grup Merdeka meningkat 32 persen secara tahunan menjadi 66.814 ounce pada semester I 2026. Tambang Emas Tujuh Bukit tetap menjadi kontributor utama dengan produksi 49.402 ounce, sementara Tambang Emas Pani menyumbang 17.412 ounce setelah memulai operasi pada tahun ini.

Adapun total penjualan emas meningkat 3 persen menjadi 61.561 ounce. Kinerja operasi nikel juga menunjukkan pertumbuhan. MBMA memproduksi 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) bijih nikel pada semester I 2026, meningkat 121 persen secara tahunan, sementara penjualan bijih naik 60 persen menjadi 12,4 juta wmt. Peningkatan tersebut ditopang oleh utilisasi peralatan yang lebih tinggi, efisiensi pengangkutan, serta produktivitas yang lebih kuat dari area tambang utama.

Sementara itu, kinerja pengolahan nikel turut menguat. Produksi dan penjualan NPI meningkat 20 persen secara tahunan seiring operasi smelter yang lebih stabil, sedangkan produksi HGNM meningkat lebih dari dua kali lipat dan penjualannya tumbuh 72 persen.

Perbaikan tersebut memperkuat kontribusi rantai nilai nikel terhadap kinerja Grup sepanjang semester I 2026. Kendati demikian, Merdeka tetap melanjutkan pengembangan sejumlah proyek strategis untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang.

Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah memasuki tahap feasibility study, sementara Tambang Emas Pani terus meningkatkan produksi sekaligus mengembangkan proyek Carbon-in-Leach (“CIL”). Pada lini material baterai, PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (“MHP”), sementara PT Sulawesi Nickel Cobalt terus memajukan proyek High Pressure Acid Leach (“HPAL”) menuju dimulainya produksi pada semester II 2026.

Pada bisnis emas, kontribusi Tambang Emas Pani diperkirakan meningkat pada semester II 2026 seiring kenaikan laju penambangan, volume stacking, dan tingkat perolehan emas setelah keberhasilan peningkatan produksi operasi heap leach.

Adapun pada bisnis material baterai, Perseroan akan terus mendorong peningkatan volume bijih nikel, menjaga target produksi NPI dan HGNM, serta melanjutkan peningkatan operasi HPAL.

Kendati momentum operasional menguat, Albert menyatakan tetap mencermati sejumlah faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja hingga akhir tahun, mulai dari pergerakan harga komoditas, biaya bahan bakar dan energi, nilai tukar, hingga perubahan regulasi.

“Kami menjaga fokus pada pencapaian target produksi, disiplin biaya, dan alokasi modal yang terukur seiring berjalannya operasi serta pengembangan proyek-proyek pertumbuhan grup.”pungkas dia. (Abdul Azis)

Foto: Dok Merdeka Copper

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Ubah Limbah Sawit Jadi Energi, PLN Nusantara Power Raih Penghargaan Energi ASEAN

TANGERANG, RESOURCESASIA.ID – Apa yang selama ini menjadi persoalan limbah industri kelapa sawit, kini dapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *